
"Joanaaa kamu boleh ya pacaran, mo kek mana laki nya, tapi yang bener napa, kemarin ular kampus, sekarang singa kampus? lalu siapa? serigala nya kampus?" jawab Wita
"kalau sama serigala, lebih setuju aku dibanding sama si singa" jawab Vera
"serigala apa sih? siapa serigala? siapa ular sama singa?" tanya Joana
Joana tidak tau sama sekali julukan ketiga itu, karna Joana memang tidak pernah mendengar nama julukan hewan itu
Ello menjelaskan semua julukan dan alasan mengapa dikasih julukan itu dan beberapa julukan itu adalah..
si ular untuk Feris, karna Feris memiliki pikiran yang terbilang seperti ular, berbisa dan banyak akal untuk bisa membuat dirinya menjadi seorang tak terkalahkan
si singa untuk Elyas, karna Elyas memiliki sikap dan sifat mirip singa, dimana ketika singa tau ada manusia tapi takkan membahayakannya, maka ia tidak akan menyerangnya kecuali ia tau manusia itu akan membahayakannya
lalu siapa si serigala? nah, serigala itu sendiri untuk Michel, kenapa? karna serigala adalah hewan buas paling diam tapi sekalinya ia diganggu, akan menjadi hewan paling ditakuti
okeh kembali ke pembahasan Joana dikelas bersama kepat temannya, selesau Ello menjelaskan baru Joana paham arti julukan itu
"kenapa kamu membandingkan dengan kak Michel? apa hubungannya?" tanya Joana
"kamu tau? atau tidak tau, atau tau tapi pura pura tidak tau? Michel jelas terlihat suka sama kamu Joana" kata Vera
"ahh memangnya iya?" tanya Nanda
"iya lah, jelas kelihatan, kamu saja jarang bareng kita jadi gak tau, beda kali pas kak Michel sama Joana dan gak lagi sama Joana" jawab Vera
"udah pembahasannya malah jadi kemana mana kan, sekarang gini saja, kamu putuskan, lanjut atau tidak sama Elyas, aku tanya serius" kata Ello
tepat disaat ucapan Ello itu, Elyas sudah datang dan mendengar apa yang dikatakan oleh Ello, Elyas datang sejak mereka berlima membahas si serigala yaitu Michel
Elyas tau soal Michel menyukai Joana, tapi ia yakin ia tidak akan bisa dibandingkan dengan Michel karna citra singa jauh lebih baik dari pada serigala
mendengar pertanyaan dari Ello untuk Joana melanjutkan atau selesaikan hubungan dengannya, Elyas menunggu sampai jawaban apa yang dikeluarkan oleh Joana
dalam hatinya, jika Joana memilih akan selesaikan, Elyas akan pergi dari sana tanpa kabar sedikit saja untuk Joana dalam waktu panjang dan tidak akan mau lagi menemui Joana
tapi jika Joana memilih melanjutkan, ia akan masuk, menyapa Joana, membawa nya pergi, dan menunjukkan kepada keempat teman Joana disana ia bisa menjadi pacar yang baik untuk Joana
"tadi bukannya Nanda bilang selesai aku bicara semua, kalian akan mengatakan jika menyerahkan lagi masalah hubunganku mau dibagaimanakan?" ucap Joana
"iya, makanya jawab saja, biar kami tau Joana, kamu mau lanjutkan atau selesai, dan kasih kami alasannya" jawab Wita
"maafkan aku kalau keputusanku mungkin membuat kalian kecewa ya" jawab Joana
"enggak lah, itu hak mu kok" jawab Wita
"aku sepertinya harus lanjutkan, aku belum selesaikan semua nya benar benar berjalan lancar sesuai apa yang aku inginkan pada diri kak Elyas" jawab Joana
seketika itu Ello, Vera, Wita dan Nanda hanya diam, mereka sudah berjanji apapun keputusan itu akan ia terima
"he Joana, tapi ingat sama ucapan aku yang ini ya, ingaaat selalu dalam pikiranmu, aku memang bukan seperti Vera apalagi Ello yang selalu ada buat kamu, kemana mana ada denganmu, tapi aku peduli banget kepadamu, aku tau kamu bagaimana tanpa orang lain jelaskan, aku harap kamu jaga diri, aku tidak akan memaafkan diriku sebagai sahabatmu kalau kamu ada apa apa" ucap Nanda
"Nanda, makasih ya, kamu adalah teman laki laki aku terbaik bersama Ello, kamu baik kok meskipun jarang banget bareng, aku percaya kok"
seketika itu Elyas pun masuk ruang kelas Joana dan menyapa mereka dengan mengatakan
seketika itu pula keempat nya kaget dan diam, Joana yang talut jika keburu Elyas marah, ia pun membawa Elyas pergi dengan menggandeng tangannya dan mereka pun pergi
keempat teman Joana, antara kaget karna merasa aman jawaban Elyas baru saja atau merasa kaget karna tidak percaya seorang Elyas tidak ada niat buruk merusak Joana tapi yasudahlah, mereka tidak bisa lagi melarang apapun
Joana yang pergi bersama Elyas, duduk didepan gedung kedokteran, duduk berdua disana
"kak, maafin teman temanku ya" kata Joana melirik Elyas takut Elyas marah
Elyas melirik balik Joana, tapi Joana menunduk karna takut marah, yang ada Elyas menahan pipi Joana dan mengatakan
"aku itu sayang sama kamu, aku tidak akan pernah melakukan apapun merusak kamu atau persahabatan kalian, aku tidak akan kasar karna mereka sahabat kamu tapi aku tidak mau kamu tinggalin aku" kata Elyas
"iya kak, aku juga sayang, aku gak ninggalin kakak, buktinya mereka tadi terserah aku kan"
"iyaa, jangan peegi dari aku, aku janji aku berubah" kata Elyas menggenggam tangan Joana
hari pun berjalan, dimana perlahan tapi pasti hubungan Joana dan Elyas mulai menyebar di kalangan kampus
hingga terdengar pada Nero hingga Feris..
bukan karna Ello, Vera, Wita atau Nanda menyebarkan tapi memang sudah diyakinkan mereka masing masing jika mereka tidak akan menutupi hubungan apapun
saat baru selesai kelas, Elyas menunggu hingga pelajaran kelas Joana selesai sampai akhirnya beberapa murid juga keluar baru Elyas masuk
"kak Elyas, hai" sapa Joana
"hai, ayo jalan kemana?"
"kesekitar kampus aja ya kak, aku akan ada jadwal lagi nanti" kata Joana
"oh yaudah deh ayo"
"aku pergi dulu yaa" sapa Joana kepada teman temannya
"bye" sapa Elyas menyapa teman teman Joana juga
Elyas menyapa beberapa teman Joana disana, yaa ia menyapanya sebagai bukti jika ia benar serius dengan Joana juga akan merubah sikap buruk nya perlahan
mereka jalan berdua sekitar kampus, sambil mengobrol dan membahas pelajaran, setelah selesai dan jam untuk kelas Joana
"udah kak, kakak gak ada kelas lagi?" tanya Joana
"tidak, oh ya nanti aku jemput dua jam lagi ya, kakak mau pulang dulu urusin rapot kelas nya Elva"
"ahh Elva kelulusan ya kak?"
"iya, makanya aku mau datang undangan sore ini kesekolah dia buat pembahasan mulai rencana ujian sama rekap buat nilai nilai"
"oh ya udah kak"
"nanti tungguin kalau aku belum datang, jangan pergi sendiri loh, kabari atau telfon"
"iya kak"