My Name JOANA

My Name JOANA
200



*yey... happy to 200 eps.. thanks buat waktu kalian untuk baca story ku, semoga terhibur ya.. thanks your support.. maaf kalau ada typo yang tidak dimengerti*


.


.


"Joana, sebelum aku marah" ucap Motheo


"aku tidak kenal" jawab Joana


"kenapa kamu satu apartemen dengan dia?"


"aku tidak tau"


"Joanaaa, jawab" ucap nya pelan


"aku tidak tau"


"aku akan membuat kalian berdua menyesal seumur hidup sudah bermain sembunyi sembunyi denganku" kata Motheo


Joana hanya diam...


"Joanaaaa" teriak Motheo kesal melihat Joana masih terus diam dan diam


"iyaa" jawah Joana


"kenapa diam?" teriaknya


"aku lapar" ucap Joana dengan lirih


seketika itu Motheo merasa kasihan, ia menyuruh untuk Delvin pergi membelikan makan, tak lama Delvin balik, Motheo menyuapi Joana dan makan tapi Motheo memberikan pelajaran kepada Joana sedikit, ia tidak begitu tega melakukan hal kasar fisik kepada gadis ia cintai


tapi dilakukan Motheo adalah, memasukkan makanan yang dibawakan Delvin tadi dalam mulutnya, dan menyuapi Joana dari mulutnya itu


"bos" ucap Max


"diam" ucap Motheo nada pelan


Joana lapar, ia benar benar lapar, jadi ia menerima saja perlakuan itu yang sebenarnya tak pantas


itu membuat 4 anal buah Motheo yaitu Bams, Bastian, Delvin dan Max untuk kali pertamanya merasa kasihan terhadap Joana


yaa bagaimana tidak, ini benar benar tidak pantas dilakukan oleh Motheo melihat bagaimana ia mencintai Joana tapi menyiksanya segitunya


setelah makan, bahkan minuman itu masuk mulut Motheo dulu baru Motheo memberikannya dari bibirnya, jadi bisa bayangkan berapa kali mereka berciuman


setelah makan selesai.. Motheo mencium rambut Joana dan berkata


"karna aku mencintai kamu, aku tidak akan pernah biarkan kamu pergi lagi" ucap Motheo pada telinga Joana


Motheo pun pergi...


disini, Joana menangis, ia kesal, sakit hati, marah, tapi harus diam, ia tidak pernah merasakan rasa sakit sehebat ini, bahkan sampai ia mengatakan pada hatinya kepada Tuhan "bawa aku kembali"


malamnya, Samuel datang, ia menjelaskan kepada Motheo tentang tadi, mantan pacar Joana datang, yaa mereka semua tau soal Joana dengan Elyas


"siapa kalah?" tanya Motheo


"anak anak ini kalah sama dia, dia cukup hebat, tapi bukan saya kalau kalah" kata Samuel


"bagus, aku besok akan datang memberikannya pelajaran" kata Motheo


"emmmm, emmm.." teriak Joana yang mulutnya terlakban


"apa?" tanya Bastian


"emmm" teriak Joana sekuat tenaganya


akhirnya Samuel membukakannya...


"apa?" tanya Samuel


"jangan sakiti kak Elyas, aku mohon jangan ganggu dia, aku akan menuruti apapun permintaan kalian, jangan ganggu dia" kata Joana


"penawaran yang cerdas, apa kamu yakin?" tanya Motheo


"aku yakin, asal kalian tidak menyakiti siapapun orang yang dekat denganku" kata Joana dengan tegas


Motheo meminta untuk semua orang disana meninggalkan nya bersama Samuel dan Joana saja, semua menurutinya, anak buah Samuel juga sama melakukannya karna bos mereka memberikan kode juga


setelah semua pergi dan tinggallah Joana, Motheo dan Samuel


"okeh, pilih sekarang, menikah denganku atau menikah dengan Sam" kata Motheo


"Theo" ucap Samuel kaget


"oh, jangan kan setengah harta saya, saya berikan semua harta nya, asal saya bersama Joana, itu kalau saya" kata Samuel


"iyaa. baik lah, sampai saya mendapatkan Joana kamu yang menerima resikonya, berapa juga kamu minta saya beri" kata Motheo


"sampai Joana memilih kamu, saya tidak minta setengah atau seluruh harta mu, tapi nyawamu" kata Samuel


"berhenti, tidak ada yang kau pilih disini, kalau kalian suruh aku memilih, aku berusaha membuka diri ku dari ikatan ini dan aku akan bunuh diri" kata Joana


seketika itu mereka berdua kaget, seorang Joana yang mereka kenal langsung mengatakan pernyataan itu


akhirnya keduanya tidak melanjutkan obrolan itu, Samuel kembali menutup mulut Joana lagi dengan lakban dan mereka keluar


berhari hari sudah, Joana masih disekap dan diikat, yaa memang itu sengaja dilakukan keduanya agar Joana gerah dan tidak pernah lagi bermacam macam kepadanya, juga untuk Joana lebih akhirnya memilih menuruti siapa


tapi keduanya malah gemas karna Joana tidak juga menurut apa pun dikatakan mereka, hingga sampai pada suatu saat, Max tau kelemahan Joana adalah takut padanya


ia membisikkan kepada Motheo


"bos, aku tau cara Joana menuruti semua ucapanmu" bisik Max kepada Motheo


"emm? apa?"


"dia takut kepadaku, sejak kejadian kecelakaan itu, dia akan menuruti aku yang minta, percaya lah"


"coba"


"apa kamu minta?"


"minta untuk dia mengatakan berapa pasword sandi baru hapenya"


karna Samuel dan Motheo tau berapa sandi hape Joana, tapi sudah 3 harian, Joana mengganti pasword hape itu


"bos yang tanya langsung" kata Max


"berapa kali, kamu tau aku berapa kali minta dan berapa kali aku banting banting?" tanya Motheo


"sudah bos bilang saya, aku akan membuatnya mengatakan"


"gimana?"


"bos, ayolah lakukan saja dulu"


"yaaa okeh"


Motheo pun melepaskan lakban penutup mulut Joana,


lalu Motheo menanyakan..


"Joana, katakan, berapa angka pasword sandi layar hape ini?" tanya Motheo


lagi dan lagi, masih sama, Joana diam tidak mengatakannya


"percuma, dia tidak akan bilang Theo" kata Samuel


"Max mengatakan dia bisa membuat Joana mengatakan"


"apa iya? sama kita saja Joana berani tidak menjawabnya"


"aku juga ragu. tapi lihat saja dulu"


dan Max disana menyentuh dagu Joana, hanya mengusapnya seketika itu Joana menjawab


"11 94 11" jawab Joana


dan ketika Motheo membuka hapenya, ia langsung berhasil membukanya..


"wooh, bagaimana bisa?" tanya Samuel


"nanti kuceritakan, tapi pastinya, Joana akan menuruti apa saja perkataan Max untuk saat ini, kita butuh dia"


"iya bener itu"


Joana memang segitu takutnya kepada Max, benar benar masih terbekas pikirannya bagaimana mobil itu melaju dan menabrak, membuatnya takut jika ia akan kembali buta karna ia cukup mengalami benturan keras pada sekitar wajahnya


Max menjelaskan kepada Motheo apa alasan sampai Joana takut dan menuruti apapun ketika dikatakan Max, padahal yang ditakuti oleh banyak orang amerika adalah Motheo dan Samuel, tapi Joana malah sangat takut kepada Max yang bukan apa apa dibandingkan keduanya, yaa itu mengajarkan kita bahwa trauma itu berat


dari sini mereka bisa membuka hape Joana dan menyetel gps untuk menghubungkan pada hape keduanya agar tau apa yang Joana lakukan


saat melihat seluruh hape, beruntung kebiasaan unik Joana mengganti nama kontak bukan dengan nama asli jadi tidak mengenali jika "twin" adalah Joana yang artinya kembar


seminggu sudah, Joana masih tidak mengatakan ia akan menuruti apapun permintaan yang akan diminta keduanya