My Name JOANA

My Name JOANA
235



"pak, saya mau satu ya" kata Joana


"heeei, Joana, ini sudah kamu ambil, dariku, ini pilihanmu, kenapa ambil lain?" tanya Samuel


"malas, aku tidak mau ambil yang meragukan"


"meragukan? apanya dah?"


tapi saat Joana mencium aroma minuman itu, ia pun merasa sedikit aneh juga, jadilah ia memberikan minuman itu pada anjing yang ada di pesta itu


ia melihat reaksi minuman pada hewan itu, dan terkejutnya ketika anjing itu malah kaku dan tidak menggerakkan badannya hanya matanya yang berkedip


"kan, aku yakin ini bukan minuman baik" jawab Joana


"apasih?" tanya Samuel


Joana haus jadi ia ambil minuman sendiri di belakang, karna jika ia minum ambil sendiri kan aman, jadi tau ada kandungan apa tidak obat seperti yang terjadi pada anjing


tapi karna Samuel sudah memprediksi ini, jadilah Joana tetap dalam perangkap Samuel, dimana minuman yang Joana ambil dari belakang, ia membawa ke meja kursi duduknya dan meminumnya disana


dan setelah minum, kerasa badannya juga meng-kaku seperti anjing yang tadi meminum minuman itu, Joana merasakan jika badannya perlahan seperti es yang beku tapi ia bisa melihat dan sadar


melihat Joana sudah mengkaku, Samuel langsung mengangkat tubuh Joana lalu pindah tempat duduk di depan, tepat dimana ada pria sedikit tua, dan siap menikahkan Joana


mereka menikah, dan akhirnya mereka juga sah menikah tapi yang ada dalam pikiran dan hati Joana hanyalah


"astagaaa ya Tuhan, apa yang terjadi lagi ini?" ucap Joana teriak dalam hatinya


setelah selesai akad pernikahan lalu Joana dipaksa untuk tanda tangan juga dan Samuel mengarahkan tangan Joana untuk me-nanda-tangan-i buku nikah, dengan ancaman jika Joana menolak


"ayo tanda tangan, aku sudah siapkan ini" kata Samuel


Joana menolak dan sama sekali tidak mau menandatangani itu, akhirnya ancaman keluar


"aku akan membuatmu lumpuh selama nya seperti ini, bahkan mati bersama kami disini, karna dalam sepuluh menit, bom berjalan detiknya sebelum meledak dan menewaskan semua orang disini" bisik Samuel


"emm, mm" teriak Joana yang terus menolak


"lakukan ya, aku masih ada kesabaran, ini masih menit ke enam, kalau sepuluh habis, maka bom itu meledak, aku tidak main main dengan candaan ku" ucap Samuel


Joana menandatangani nya juga akhirnya dari pada ia takut jika Samuel benar melakukan itu kepada dirinya dan ia mati sia sia


setelah tanda tangan, dan mereka sudah dinyatakan sah..


"terimakasih pak, cek nya ini, bawalah berapa kamu mau" kata Samuel


"tapi soal gadis itu pak?"


"jangan urus ini, ini urusanku, paham?" tanya Samuel


"baik pak"


dalam hati orang yang menikahkan mereka sebenarnya sama dengan pikiran dari orang yang menikahkan Motheo meskipun beda orang, tapi sama sama paham bagaimana jika diposisi sang gadis (Joana)


dan sepuluh menit pun tiba, dimana Samuel memang memasangkan bom aktif tapi tidak berwaktu, jadi hanya di nyalakan on offnya baru nanti hitungan detik akan meledak


sebelum Morza bertugas mengaktifkan itu, semua telah bubar dan meninggalkan tempat karna tau bom akan meledak, sejauh jauhnya mereka lari termasuk Samuel yang membawa Joana bersama empat anak buahnya


barulah Morza berjalan kearah bom, mengaktifkannya, lau berlari sejauh mungkin, dan disaat Joana mulai bisa menggerakkan badannya, ia langsung memukul lengan Samuel dengan kesal


"kaaaak, kenapa kamu tegaaaa?" teriak Joana


"aku harus melakukan ini, aku tidak mau kehilangan kamu apalagi terus akan berbagi dengan Theo"


"tapi aku sudah menikah dengan Theo"


"apa?" ucap Samuel kaget


Samuel membisikkan..


"inilah, yang aku lakukan, aku tidak pernah main main kan? kalau saja sedikit saja terlambat kamu tanda tangan, kita mati" kata Samuel


"iya, tapi aku yang mati perlahan harus menjalani pernikahan sama kamu dan Theo"


"kamu serius sudah menikah sama Motheo?"


"iyaaa, aku serius, aku sudah menikah dengan Motheo" kata Joana


Joana menjelaskan semua nya bagaimana ia dan Motheo telah menikah, Samuel sudah tidak peduli, yang penting ia bisa menikahi Joana dan bisa melakukan apapun pada Joana


"emm berarti kamu dan Motheo pernah?" tanya Samuel


"pernah?"


"main, ****, pernah dong?"


"ya sebelum sama dia juga kan aku sudah pernah sama suamiku" jawab Joana


dengan paksa Samuel menarik Joana dan mengangkatnya masuk mobil, membawanya pulang dan kembali ke rumah Samuel


sesampainya dirumah Samuel, Joana benar benar menolak ikut dan Samuel akhirnya memaksanya dengan menggendongnya, membawa kekamar


"kaaak, enggak, jangan" teriak Joana


Joana berlarian, tapi kali ini ia tidak lama lari dari Samuel untuk menolak melakukan itu, karna Samuel langsung menggenggam rambut Joana dan menariknya


"aduuuh kak sakit" teriak Joana


"kesini, aku akan lepas" jawab Samuel


setelah Joana mendekatinya, Samuel langsung mengangkatnya dan mendorongnya di atas ranjang, tapi tetap kekeh, Joana menolak melakukan itu


tapi akhirnya Samuel memasukkan obat yang kemarin, obat yang ia dapat pertama kali juga dari Dizon, karna ia masih memiliki dua butir lagi, ia membeli tiga butir totalnya saat itu


dan Samuel memasukkan obat itu, lalu memasukkan air minum kemulut Joana agar obat itu tertelan


Joana tidak bisa menolak karna posisi nya juga sedang tiduran, jadi pasti Joana akan menelannya, mau tidak mau, dan obat itu benar tertelan, tapi saat mencoba memuntahkannya, Samuel langsung menutup mulut Joana agar obat itu tidak keluar, dan akhirnya obat itu bereaksi..


Joana pingsan, seperti yang dijelaskan Dizon akan pingsan dulu, lalu sadar dan menuruti apapun yang diminta oleh orang lain, termasuk bunuh diri bisa saja kan? tapi bukan itu yang akan dilakukan Samuel


"sayang, sudah membaik?" tanya Samuel


"iya, sudah jangan memaksaku, aku tidak bisa, jangan paksa aku" kata Joana


"tidak, aku tidak maksa, aku hanya minta kamu lakukan satu hal"


"apa?"


"cium bibirku" kata Samuel


dan benar saja Joana melakukan itu dan menikmati ciuman bibir nya dengan Samuel


"waah gila ini obat, benar ampuh" kata Samuel pelan


"ampuh? apa?"


"tidak, emm sudah, gini sekarang, aku mau main, boleh kan aku main? ayo main sama aku, buka bajumu"


menurut pun Joana membuka perlahan bajunya, lalu mereka melakukan itu, kali ini tidak perlu pemaksaan memang, untuk Samuel bisa tidur bersama Joana karna Joana akan melakukan segala yang diminta Samuel bahkan tanpa paksaan sedikitpun


yaa, jika sebelum nya, bersama Motheo..