My Name JOANA

My Name JOANA
153



"oh astaga dia, ya segi penampilan lumayan lah" jawab Arsan


"ya lah, bulee" jawab Mikail


"iya juga sih, tapi Joana sudah ada ganti nya bos sih, bahkan jauh lebih serius lagi" kata Arsan


"ahh? siapa?"


"Egar"


"Egar? lu serius? kan memang beritanya gitu itu, bahkan pas masih pacaran sama Feris juga kan beritanya si Egar suka sama Joana" jawab Mikail


"serius, ini serius, mereka akan menikah, gue kemarin ketemu langsung sama bibi nya Joana, dan menjelaskan mereka akan menikah"


"lo diundang?"


"gak diundang sih, tapi gue papasan aja, penasaran ya gue tanya sama mereka"


"waah bos tau kaga ya?" tanya Mikail


"ya tau juga kayaknya udah gak masalah" jawab Arsan


"iya juga sih"


mereka terdiam disana, semua pelanggan dan pelayan disana melihat mereka seperti anak kembar, bukan karna baju kembar atau barang kembar tapi karna kejadian langkah yang bersamaan


ketika Mikail dan Arsan menyeruput minumannya terakhir dan habis diwaktu bersamaan


lalu Mikail dan Arsan mengucapkan kata "sayang sekali" juga secara bersamaan


hingga membuang bungkus minuman cup itu ke tong sampah dekat mereka juga bersamaan melemparnya


mereka baru sadar ketika sama sama berdiri, lalu sama sama menoleh dan tertawa saling memukul lengan mereka


mereka pun bubar masing masing dan pergi dari cafe itu..


sementara Melinda saat kembali kerumah Joana, Melinda menyapa Joana dan Egar diruang tamu ketika mereka akan keluar menonton televisi bersama


"Joana.. Egar.." jawab Melinda


"eh bi, kenapa?" sapa Joana dan Egar


Melinda dan Dimas menceritakan soal kemarin ia bertemu dengan Arsan, yang mengaku teman Elyas, disinilah baru Joana ingat jika ia tidak mengundang keduanya dan akhirnya Joana dan Egar memberikan masing masing undangan untuk mereka karna kan mereka sudah tidak bersama lagi


"nah sudah ini bi, eh tapi apa bibi hapal sama anaknya?" tanya Joana


"hapal kok, besok deh bibi cari kekampus, kan masih ada undangan buat teman temanmu janjiannya dikampus"


"oh yaudah"


setelah esoknya kembali ke kampus untuk janjian ketemu dengan Vera dan Wildan disana, mereka menanyakan tempat dulu fakultas Elyas dan temannya, Vera memberitahu arahnya baru mereka pergi


sesampainya.. tak lama Dimas melihat yang kemarin sudah akan pergi, beruntung tepat waktu bertemunya


"bibi, paman?" sapa Arsan


"ini, saya malah dititipi ini sama Joana dan Egar, kasih kamu dan atas nama Mikail katanya kamu kenal Mikail kan"


"oh iya bi. dekat kok bi"


"oh ya udah titip ini ya"


"siap bi"


malamnya setelah siangnya dapat undangan itu, Arsan kerumah Mikail


"Arsan? ada apa san?" tanya Mikail


"gue cerita sama lo, besoknya gue dapat undangan"


"oh, dari siapa?"


"ya bibinya Joana"


"gue juga?"


"ya masing masing"


"ahh"


mereka duduk didepan rumah Mikail, keduanya diam sambil memegang undangan pernikahan Joana itu, sudah tidak akan ada harapan mereka bisa dekati Joana sedikit saja, memang Joana tidak di takdirkan mereka disana


karna baik Mikail atau Arsan sebenarnya sama sama menyukai Joana, mereka sama sama kagum atas kebaikan dan tulusan Joana, apalagi saat mereka dapat kabar putusnya Joana dengan Elyas, tapi sejak hari Arsan dsn Mikail tua Joana akan menikah dengan Egar, mereka harus benar benar meninggalkan perasaannya sejak itu juga


balik kepada situasi Elyas, Erisa, Lerry dan Halburt yang sudah dirumah Mikail


"diundang kok bos, ada undangan gak kubawa"


"apa Arsan diundang?"


"justru aku dapat undangan dari Arsan"


"ahh"


malamnya, Elyas memberikan kabar kepada adiknya jika ia sampai di indonesia dan memberikan alamat keberadaan nya kepada Elva


esok paginya, Elva datang...


"bang" sapanya


"Elva"


"hai" sapa Erisa


"hai kak" sapa Elva juga


mereka mengobrol disana, Elva juga diminta oleh Elyas untuk datang bersama nya tapi ia tidak mau, karna kan Elva sudah akan janjian datang bersama keluarga Joana


hari akad pun tiba, ketika Joana dan Egar dipertemukan lalu mulai untuk akad, hingga acara lancar dan mereka pun dinyatakan sah menjadi suami istri


lanjut acara resepsi pernikahan dan tamu mulai berdatangan, siang nya saat baru ganti baju pernikahan, beberapa teman Joana dan Egar mulai berdatangan


mulai dari Vera dan Wildan, Wita dan Galen, Ello dan Puri, Feriz dan Elva, teman teman Feris juga teman teman Elva, Mikail, Arsan, Nanda, semua teman teman kampusnya pada datang


ketika Elva menjadi penyambut tamu undangan bersama Sherla, karna yang mengenal banyak teman teman Joana kan mereka, sementara Alisia menjaga buku tamu undangan saja


semua sibuk urusan masing masing sampai Feris datang...


"sayangku" bisik Feris pada Elva


Elva menoleh kanan kiri depan belakang memastikan aman lalu membawa Feris ke belakang ruang acara


"emm selama acara jangan ajak aku bicara sayang" kata Elva


"loh kenapa? kan sudah bebas kita, pada mulai banyak kok yang tau kita berpacaran"


"iya tapi aku tetap tidak enak"


"ahh sayang, aku tidak bisa bebas lah"


"nanti deh ya kapan kapan saja please"


"okeh deh"


bukan itu alasan yang sebenarnya tapi karna Elva tau kakaknya datang hari itu, tidak mungkin kan mereka bebas untuk berduaan dan bermesraan meskipun disana sudah bukan jadi rahasia antara keduanya memiliki ikatan cinta


setelah dari belakang, keduanya pun keluar dan melanjutkan kesibukan masing masing dalam acara itu, hingga saat dimana Elyas datang, Elva melihat Feris asik dengan teman temannya dan teman teman Joana lainnya, jadi aman ketika menyapa Elyas


Elyas sampai ditempat acara dan masuk, lalu bersalaman dg pengantin


mereka bersalaman dengan Joana dan Egar sebagai ucapan selamat untuk pernikahan mereka, juga Joana meminta foto dengan masing masing orangnya dan foto bersama juga, tak mau melewati moment juga Erisa meminta foto berselfie, lalu mereka selesai urusan dan turun lagi, mereka pun menikmati makanan makanan yang ada disana


lalu Elyas berpapasan dengan Arsan yang datang bersama pacarnya


"Arsan?" sapa Elyas


"bossss?" sapa Arsan


"Arsan, wihh apa kabar lo?"


"baik banget bos, ah bos kau makin tampan"


"haha bisa aja lo, eh ini?"


"ini pacarku bos, kenalin"


"waduh hai, gue Elyas, sahabatnya Arsan"


"sahabat?" ucap Arsan dalam hati kaget karna ia baru ini mendengar jika Elyas menganggap nya adalah sahabat bukan anak buah


tak lama Mikail juga datang bersama pacarnya juga, dan mengenalkan kepada Elyas juga


"baiklah jadi kita triple date" ucap Elyas


"haha iya juga" jawab Mikail


"oh ya bos, gimana kerjaan disana?" tanya Arsan


"jangan panggil bos, panggil saja aku Elyas" kata Elyas