My Name JOANA

My Name JOANA
294



mereka semua membahas nama Joana, Joana siapa? bahkan Rahayu tidak pernah tau yang mana Joana, siapa Joana dan betapa kagetnya ketika Egar mengatakan jika Joana adalah istrinya


"yaa Joana sejak jadi istriku memang suka begitu" kata Egar


"istri?" tanya Rahayu kaget


"iya istriku, jadi kalau aku sama Joana ini nih, sama sama manja tapi luar nya sama sama mandiri, gimana dah tuh?" jawab Egar


"iya aku tau, kelihatan bucin pas ketemu, kaya baru pacaran kalian" jawab Elva


"ya kan? tapi diluar itu kita tegas loh, kita harus dituntut sama sama kuat"


semua pembahasan soal Joana disana membuat akhirnya Rahayu tau jika Egar memiliki istri, betapa sakit hatinya tapi ia memendam saja, toh semua juga belum tau soal perasaannya kepada Egar, Egar pun juga belum tau sama


tapi karna sudah terlanjur dekat dengan Egar, dan teman teman Egar, dan Rahayu tau susahnya dekat dengan Egar sekedar menjadi teman, bahkan Rahayu tau soal Egar yang memang terkenal dengan coolboy kampus


Rahayu menerima saja semua dengan lapang dada, seolah tidak ada perasaan apapun dari nya kepada Egar


hari berlalu, dimana enam bulan sudah, masuk liburan semester, jadwal dimana Egar akan balik ke amerika karna enam bulan lalu Joana yang datang, seperti kesepakatan, memang Joana dan Egar akan bergantian pulang setiap enam bulan


tapi Joana tidak mungkin menemui Egar untuk enam bulan ini, bagaimana tidak karna kehamilan Joana akan diketahui jika mereka bertemu, sementara kehamilan Joana sudah masuk enam bulan, itu artinya sudah makin membuncit juga kan perutnya


dengan banyak alasan, dimana Joana akhirnya bisa meyakinkan Egar untuk bulan ini skip bertemu dan meminta enam bulan berikutnya saja mengurus pertemuan kembali


"maafkan aku Poy ya" kata Joana


"yaudah deh, kalau gitu, aku tau kamu sibuk sama pasien barumu"


"iya, aku akan sering kabari kok, setiap ada perubahan apa sama pasien ku, biar bisa cepat tau kapan kita bisa ketemuan lagi gitu Poy" kata Joana


"ya Moy, yaudah, jaga dirimu disana, jangan lupa banyak makan dan istirahat"


"ya kamu juga ya Poy, love u"


"love u tooooo"


Joana menutup telfonnya dengan menangis, bagaimana tidak, impiannya bertemu lagi rutin dengan Egar malah terhalang


balik ke sisi kehidupan Joana


perut Joana sudah makin membesar, bayi dikandungannya masuk enam bulan yang kurang tiga bulan saja akan melahirkan, tidak mungkin itu dibuat ketemuan dengan Egar, karna pikiran Joana anak dikandungnya pastilah bukan anak Egar


tengah memikirkan banyak hal tentang masalah kehamilannya saat tengah malam Samuel datang, Samuel melihat Joana membaca, Samuel melihat jam padahal sudah tengah malam lewat


"sayang? kok baca buku? gak tidur dari tadi kamu?" sapa Samuel


"iya, gak bisa tidur"


"ahh insomnia kamu, minum obat biar bisa tidur"


"jangan ah, kalau hamil aku gak mau minum obat"


"yaudah"


saat Samuel akan tidur, Joana mengatakan ia ingin mengundang beberapa penjual makanan jajanan amerika untuk datang kerumahnya


"oh ya udah gakpapa, berapa butuh uangnya?" tanya Samuel


"gak masalah uangnya, masalah nya aku mau mengundang semua anak buah kamu" kata Joana


"mengundang? oh empat itu?"


"bukan, yang 100 anak lebih"


"ah? ngapain?"


"buat makan makan bareng, gimana?"


"terus?"


"ya aku pengen, ayolah anggap saja membantuku dengan keinginan bayiku dalam perut"


"kalau itu bukan bayiku?" tanya Samuel


"memangnya rugi kamu menurutiku?"


"ya udah deh, terserah kamu saja"


"yaa udah terselah kamu saja sayang"


"tapi masih kan mau kasih uang buatku?"


"berapa?"


"200juta"


"ada, cash apa transfer?"


"cash saja, aku butuh pembayaran kan cash nanti"


"yaa besok saja ya" kata Samuel


mereka lanjutkan tidur


paginya, Samuel pergi berkerja, Samuel memberikan uang cash untuk istrinya 200juta dan menaruhnya diatas laci samping kasur istrinya


"aku pergi kerja sayang, jaga diri, oh ya uang 200juta sudah aku taruh atas laci ya" jelas Samuel


"yaa sayang" jawab Joana


Joana menelfon Fabian, tak lama Fabian datang, Joana menjelaskan semuanya untuk Fabian mengundang semua penjual makanan diluar untuk mengundang semua makan makan


setelah kepengurusan dilakukan Fabian, Joana terima beres, Fabian pergi dengan tugas apa yang harus ia lakukan, sementara Joana menelfon Motheo


"halo sayang? ada apa?" tanya Motheo


"ini, aku hari ini mau mengundang semua anak buah kamu buat makan makan dirumah boleh kan?"


"makan makan? semua nya maksudnya?"


"ya semuanya yang 100 anak itu, aku mengundang semua anak buah Sam juga, buat makan makan"


"ada acara apa?"


"gak ada, aku pengen bawa semua pedagang makanan jajanan amerika tapi kalau aku makan sendirian kan gak enak"


"terus?"


"yaa aku mau ajak mereka akan gratis dirumah"


"iya udah deh terserah kamu sayang"


"ehh tapi kirim"


"berapa?"


"200juta saja"


"yaudah, kukirim"


setelah telfon, tak lama 200juta masuk, dan Joana mengambil uang cahs nya saja, sekitar jam sembilan, semua sudah berkumpul, Fabian mengatakan kepada Joana semua siap, Joana turun


"semua pada datang anak anak buah?" tanya Joana


"belum, aku mau kabari dulu mereka deh" kata Fabian


"sama bilang kepada Delvin, kabari semua anak buah Theo juga, Ravansa juga bantu kabari semua anak buah Sam" kata Joana


"siap"


Joana turun, melihat semua siap, ia memanggil setiap wakil dari pedagang disana untuk menanyakan berapa harga bayar semua porsi makanan mereka, semuanya dibayar Joana dengan cash dan juga tidak menawar, dan semua melayani apapun yang diminta siapapun disana atas permintaan Joana juga


dimana keseluruhan biaya Joana memerlukan pengeluaran hanya 300juta saja untuk semua menu ua borong semua porsinya, jadi ia masih untung 200 juta dari hasil ia menarik uang kepada Samuel Motheo


Joana memilih beberapa makanan disana khusus untuknya makan sendiri, dan semua menu ia pesan yang semua ada 15 menu makanan pilihan


Hotdog, Tuna Sandwich, French Fries, Pizza, Es Krim Sundae, Ayam Goreng Khas Amerika, Burger, Grilld Chicken, Taco, Burrito, Pot Roast, Begel-bagel, Pie Apple, Roti Abon dan minuman boba yang sekarang lagi banyak peminatnya


setelah memesan banyak sekali makanan, baru lah Joana mengizinkan yang lain memesan kepada pedagang yang adadi sana setiap rombongnya dan memberikannya gratis


Joana makan tidak satu meja dengan siapapun karna memang satu meja nya sudah penuh tapi juga karna ia tidak mau makan bareng yang lain, ia terbiasa sendiri