
"keponakan? ada urusan apa dia?" tanya Motheo
Benjie menjelaskan soal Ferla, Motheo pun lanjut masuk kamar atas saja, mencari Joana ternyata dikamar, Joana memakai baju tipis dan super pendek, membuat Motheo malah hanya diam, itu pemandangan yang sudah lama tidak ia lihat, dan Motheo merasa cukup lama tidak berhubungan badan dengan Joana sejak kelahiran bayinya
Joana melihat kearah pintu kamarnya, melihat kearah Motheo, Joana menghampirinya dan mencari keberadaan anaknya tapi malah Motheo tidak fokus dengan dada Joana yang terlihat karna bajunya terlalu tipis
"sayang? kamu datang? mana anakku?" tanya Joana
"aku sendirian"
"kenapa anakku gak kamu bawa?"
"tadi dia tidur"
Motheo mengunci pintu kamar Joana lalu berjalan mendekati Joana, Joana berjalan mundur menghindari Motheo
"kamu kenapa?" tanya Joana
"kamu kenapa pakai baju ini?"
"ini baju dirumah kan? aku pakai karna biar bebas aja"
Motheo menarik Joana untuk melakukan hubungan badan lagi setelah lama tidak melakukannya, Joana tidak pernah menolak, karna karna memang sudah terbiasa diperlakukan kasar dengan Motheo jika ia menolak
setelah selesai, Joana tidur di samping Motheo, Motheo tidur juga, hingga dua jam tidur Motheo pun terbangun, dan melihat Joana masih tidur terlentang tanpa memakai selimut, Motheo memakaikan selimutnya sembari memeluk Joana dan menatap wajah Joana
"bahkan aku mencintai kamu tidak peduli bagaimana perasaanmu kepadaku, dan aku pun tidak peduli anak ditanganku adalah anak Egar" ucap Motheo dalam hatinya
Motheo pun tidur lagi sembari memeluk Joana, tak lama Ferla mengetuk kamar Joana, menawarkan makan, karna Joana belum makan
"onty, onty siang belum makan, ini sudah sore? onty bagun" kata Ferla
"yaa, tunggu" kata Joana
Joana memakai bajunya dan juga jaketnya lalu menyapa Ferla, Ferla melirik kearah dalam kamar itu ternyata ada Motheo juga tapi Joana buru buru menutup pintunya lagi
"kenapa Ferla?" tanya Joana
"makan, kamu belum makan siang"
"iyaa, sudah beli apa?"
"ini dibelikan Grilled Chicken sama kak Delvin, katanya kesukaanmu"
"ahh, iya bener, sini biar aku yang mengurusnya"
"ahh iya"
Joana makan, lalu membaca buku di sofa depan televisi, beberapa hari hidup bersama, Ferla tau kenapa Joana bisa sebanyak itu membeli buku, karna bahkan televisi nya tidak menjadi pengaruh untuk ia lihat
malamnya, Samuel juga datang, Ferla yang menenani Joana sejak sore, melihat kedatangan Samuel antara takut dan bingung karna kan Motheo masih dikamar Joana
"ada Theo?" tanya Samuel
"ya, dia didalam"
"dimana?"
"dikamar"
"emm"
Samuel masuk kamar yang terdapat Motheo, Ferla bertanya karna rasa penasarannya
"onty, itu kan ada Theo didalam, uncle Sam masuk apa gak ribut itu?" tanya Ferla
"biarin ribut, gak peduli saya" jawab Joana
jawaban Joana cukup menggambarkan seperti apa hati Joana kepada keduanya, Ferla merasa itu wajar saja melihat bagaimana cerita pilu dialami Joana
beuntung itu alami bukan Ferla, mungkin jika Ferla, akan mati bunuh diri sudah lama, karna Ferla memiliki pikiran kurang stabil dan kurang berpikir matang, dia pemikir yang berat
buktinya ia tidak membantu Joana waktu meminta bantuannya saja sudah mampu membuatnya berpikir dirinya tak berguna
sementara Samuel yang masuk kamar yang ada Motheo didalamnya, Samuel melihat sekeliling kamar itu sudah berantakan baju Motheo sementara Motheo baru akan memakai baju baru
"ngapain kamu?" tanya Motheo
"baru pulang lah, kamu yang ngapain?" tanya Samuel
"tidur"
"main"
"main? wih, gila aja kamu udah main aja? berapa kali main?"
"lima"
"sialan"
"istri istri aku"
"istri kamu istriku"
Motheo merapikan rambutnya, Samuel baru keluar dari toilet dan Motheo menyapanya, Motheo menanyakan untuk apa Samuel menaruh keponakannya dirumah Joana, Motheo mengatakan jika ia tidak suka ada orang asing apalagi dari keluarga Samuel dirumah Joana
"itu keponakan kamu ngapain disini? kamu suruh dia apain?" tanya Motheo
"tau, dia yang minta, aku gak suruh apa apa, dia maksa tinggal" jawab Samuel
"ah yakin? aku curiga ada apa apa sama kalian, kamu merencanakan sesuatu dengan keponakan mu itu ya?"
"jangan curiga begitu, tanya saja kalau kamu gak percaya"
"tanya siapa?"
"ya Ferla, keponakanku, atau sama Joana, tuh"
saat makan malam, Joana makan bertiga dengan Samuel dan Motheo, disinilah mereka membahas soal Ferla
"sayang, itu keponakan Samuel ngapain tinggal sama kamu?" tanya Motheo
"yaa dia yang mau kok, gakpapa lah" kata Joana
"bukan gakpapa, aku gak suka ada orang asing"
"lah kenapa? dia punya rumah gak masalah" jawab Samuel
"ya masalahnya kan keluarga kamu, curiga lah" jawab Motheo
"ehh udah jangan curiga, jangan ribut ribut gitu, Ferla memang tinggal disini atas izinku, gakpapa lah buat temani aku kalau kalian tidak ada" kata Joana
"kan ada Benjie, ada Albern, Vansa sama Delvin juga selalu bersama kamu" jawab Motheo
"ya kan mereka laki laki, Ferla perempuan, aku lebih nyaman dan bebas" kata Joana
"udah kamu tenang saja, itu bukan aku yang menyuruh dia kok" jawab Samuel
"bener? coba panggil dia" kata Motheo
"ehh ngapain sih? ucap Joana
"udah aku mau tanya langsung ke anaknya" kata Motheo
"ya tunggu biar kupanggil" jawab Samuel
Samuel memanggil Ferla untuk menjadi saksi jika Ferla bukan atas perintah Samuel untuk tinggal bersama Joana
"awas ya jangan ribut, aku gak suka" kata Joana
"ya sayang, tenang saja, aku mau tanya kesaksian dia saja" jawab Motheo
Ferla masuk, menyapa Joana dan Motheo, mereka duduk berempat, Motheo menanyakan alasan Ferla, Ferla bingung menjelaskan, karna bahkan ia mau tinggal dengan Joana saja kan alasannya tidak ada yang tau termasuk Samuel nya
tadinya Joana membantu menjelaskan untuk menutupinya tapi akhirnya Ferla menjelaskan yang sebenarnya, alasan ia mau tinggal dan menjadi asisten pribadi juga teman dekat Joana
"karna aku merasa bersalah kepada onty Joana, aku tidak menolongnya saat dia dikejar kalian untuk diburu saat itu, dia meminta ku membawanya tapi aku menolak" jelas Ferla
"apaa?" ucap ketiganya
ketiga? yaa.. Joana Motheo Samuel, ketiganya kaget, Joana kaget karna Ferla mengatakan semuanya, Motheo kaget karna cerita nya begitu, Samuel lebih kaget karna sebelumnya ternyata Joana pernah meminta bantuan Ferla untuk menyembunyikan Joana dari nya
"yaa, untuk itu aku merasa kehidupan onty yang sekarang karna tidak bantuanku, aku tau dia sedih waktu itu, tapi aku tidak bisa menolong" kata Ferla
"kalau kamu bantu waktu itu, kamu urusannya nyawa" kata Samuel
"sekarang juga urusan nya nyawa" jawab Motheo
Joana menatap tajam kedua mata Motheo, Motheo pun diam karna tau maksudnya