
"kak Key, itu kamu kenal sama dia?" tanya staff Akeyla
btw. kopi cup ini usaha milik Joana sendiri
"iya, temanku kuliah, tapi dia sukses jadi dokter jiwa, pernah bekerja di Jorshy malah" jawab Akeyla
"oh ya? tapi kamu sadar tidak sih kak? ini tuh rumah markas nya mafia loh"
"astaga apa iya?"
"iya lah, yang tadi malah markasnya gangster, masak gak nyadar udah didalam nya tadi sampai disini orangnya gak asing semua sama kejahatan"
seketika itu, Akeyla baru ingat tentang sebuah hal, dimana Joana memang pernah dekat dengan Motheo dan Samuel bahkan jadi rebutan mereka berdua, sementara Motheo dan Samuel adalah ketua utama dari gangster dan mafia terkejam nya amerika
"sudah jangan berpikir macam macam, mungkin temanku hanya ada keperluan memberikan minuman ini saja" jawab Akeyla
"iya sih kak" jawab staffnya
"penting kita kan sudah laku" jawab Akeyla
"iya"
Akeyla memang sedikit kurang srek tapi ia menutupi dari staffnya karna bagaimana juga Joana adalah sahabatnya dan ia juga cukup tau hubungan Joana dengan gangster dan mafia bagaimana jadi tidak heran juga
saat Joana kembali, Akeyla menarik pelan tangan Joana sedikit menghindar dari Delvin dan Ravansa tapi cukup dekat dengan staff Akeyla, Akeyla tidak tau jika ditempatnya berdiri, staffnya cukup bisa mendengar obrolan mereka berdua
"kamu masih berhubungan sama Theo dan Sam ya Joana?" tanya Akeyla
"iya memang, aku masih berhubungan, bahkan aku sudah menikah"
"menikah? sama siapa?"
"ya sama keduanya"
"apa? serius lah"
"serius Key"
"kamu menikah sama keduanya? kamu dipaksa ya?"
"ya itu juga, tepi dijebak juga, panjang ceritanya, tapi pernikahan itu sudah berjalan hampir setahun malah"
"astaga Joana serius kamu? ya Tuhan, terus kemarin? suamimu?"
"dia tidak tau apa pun soal ini, tapi Theo Sam tau semua soal suamiku kemarin"
"ahh gila mereka ya. kamu kenapa gak menolak?"
"ya aku dijebak, gimana nolak? nolak juga aku kehilangan nyawa ku"
"iya bener juga sih, tapi gak segitunya sih, gila sih mereka ini"
tidak habis pikir nya Akeyla, pantas saja, looking body of Joana cukup bersinar dan berbeda, mungkin karna lebih banyak duit dan terawat juga, bahkan membeli minuman seharga tujuh juta lebih malah dikirim nya sepuluh juta
hari berganti, setelah selesai urusan itu, Joana kembali kerumahnya, malamnya, setelah memasak dan makan malam, Joana melihat jam sudah jam tujuh malam, Joana pikir Motheo tidak akan pulang
Joana menunggu sampai jam delapan tapi Motheo tidak juga pulang, karna Joana tidak mau menelfon menanyakan Motheo akan pulang jam berapa karna bagi Joana lebih bagus tidak perlu pulang gak masalah
saat tengah Joana tidur, Motheo malah datang, tak lupa ia mandi di toilet kamar yang ada di rumah bawa, kedatangan Motheo sekitar jam sebelas malam, jadi datang tiga jam setelah Joana tidur, Motheo masuk kamar Joana dan melihat istrinya tidur
ia menarik kaki Joana untuk membuka bagian sensitive Joana, ia mengusap leher Joana seperti biasa untuk mencium leher itu, tapi entah mengapa aroma tubuh Joana malam itu membuat Motheo ingin sekali mengigit leher Joana
"kenapa aroma tubuhmu berbeda? aku suka" bisik Motheo
"aku ganti sabun mandi saja, gak ada beda beda"
Motheo membuka perlahan baju Joana, Joana menolak? tidak lagi, ia membiarkan Motheo membuka satu persatu baju tidur dipakai Joana dan menciumi dari leher hingga ke bawah
melakukannya lagi? yaa jelas, mereka berhubungan badan lagi dan itu untuk kesekian kalinya mereka bermain, Joana tidak akan menolak lagi setiap Motheo mengajaknya untuk berhubungan badan kapanpun dimanapun, karna itu akan lebih menyakitkan jika sampai ia menolak
tengah malam, Joana kaget karna suara getar dari hape rahasia nya tanda pesan masuk, ia langsung mematikan hapenya yang ada didalam nya agar Motheo tidak makin curiga, Joana melirik Motheo beruntungnya masih tidur
"astaga untunglah" ucap Joana dalam hatinya
Joana jadi kaget ketika Motheo memeluk Joana dari belakang dengan sangat erat, Joana melirik wajah Motheo ternyata masih tertidur, Joana bernapas lega, ia langsung memastikan hapenya sudah mati dan meletakkan kembali baru lanjut tidur
paginya, Motheo bangun, selalu Motheo bangun lebih awal, Joana memang bangun lebih lambat dari para suaminya
"uhuy para suami..
yaa, diantara Motheo dan Egar, Joana selalu bangun lebih lama dibandingkan mereka karna selalu Egar dan Motheo bangun lebih awal
pembedaannya, Motheo bangun lebih dulu hanya untuk pergi, atau melakukan pekerjaannya sendiri sementara Egar selalu membantu membersihkan rumah, mencuci baju, mencuci piring, masak dan lainnya
beda dengan Samuel, selalu Joana lebih dulu bangun dari nya, karna memang Samuel tipe yang harus dibangunkan ketika ia sudah tidur karna jika dibiarkan, ia tetap tidak akan bangun meskipun alarmnya berbunyi sangat keras tepat ditelinganya
bicara Samuel, sejak kedatangan Egar, hingga Egar kembali pulang ke indonesia, bahkan hingga sebulan setelah kepulangan Egar ke indonesia, kemana Samuel?
yap, Samuel masih di itali untuk beberapa pekerjaannya disana, ia masih cukup banyak kerjaan, bahkan Samuel hanya pergi berdua saja dengan Fabian
pekerjaan di itali membuatnya tidak bisa pulang untuk bertemu Joana beberapa minggu lamanya tapi meskipun begitu, Samuel selalu video calling tiap sore kepada Joana untuk meminta Joana melepaskan seluruh pakaiannya dan menunjukkannya ketika di video calling
meninggalkan Samuel, Joana yang sibuk mempersiapkan untuk mulai bekerja, Motheo tidak keluar rumah sama sekali hari itu
"kamu mau kemana?" tanya Motheo
"aku mau ada kerjaan ke Jorshy"
"kenapa ambil kerjaan lagi? kurang uang bulanan ratusan juta dariku itu?"
"bukan soal uang, tapi soal pasien, aku dokter yang mengutamakan kondisi pasien daripada uang"
"yaudah hari ini aku yang antar"
"terserah deh"
Joana pergi berdua dengan Motheo, Motheo membolehkan Delvin dan Ravansa hari itu untuk kemana mereka pergi, free day hari itu, jadi Joana hanya pergi bersama Motheo
sesampainya..
baru sampai, dan berjalan masuk lobi utama rumah sakit itu, Motheo sedikit deg degan, bukan karna takut, tapi ia geli saja melihat banyak pasien gangguan jiwa disana
yaa namanya pasien gangguan jiwa, tau lah yang mereka kerjakan akan terlihat menggelikan seperti bicara sendiri, tertawa hingga menangis yang berlebihan, bahkan dengan wajah dan kelakuan tidak beres lainnya
Joana berjalan menuju keruangan Shilly, lalu masuk, tapi Motheo memaksa ikut masuk
"kok ikut? tunggu diluar" jawab Joana
"gak ah Boo, aku geli lihat orang orang didalam, aku tidak akan mengintip pembicaraan mu kok, tapi aku didalam"