My Name JOANA

My Name JOANA
35



tak lama lampu menyala dan disana Elyas kagum melihat bagaimana pedulinya Joana kepada orang lain


setelah semua selesai, Joana merapikan kamar Elva, Elva juga mulai tidur, dan Elyas mengantarkan Joana pulang kerumah Joana


setelah sampai, Joana masuk, Elyas pun pergi dan kembali kerumahnya, Elyas melihat adiknya sudah tidur, ia kembali kekamarnya dan melihat arah langit langit kamarnya


sambil memikirkan soal Joana disana, ia tidak bisa tidur, memikirkan tentang perasaannya yang entah semakin yakin atas pilihan kepada Joana


Elyas melihat hapenya dan memandangi foto Joana yang ia miliki, disana ia sambil berpikir, sejarah selama Elyas hidup, perasaannya tenang ketika bersama Joana


"aku tidak pernah merasakan seperti ini kepada siapapun, tapi kmu bisa membuatku menjadi begini" ucap Elyas dalam hati sambil tersenyum


hari berlalu, setelah beberapa hari kesibukan Feris, akhirnya ia bisa menemui Joana, ia pergi ke sekolah siangnya, tapi Joana sebelumnya dikampus sudah selesai kelas nya yang kemarin ditunda pagi kemarin menjadi pagi esoknya


setelah lepas kelas, Joana keluar bersama Vera dan Ello, tapi didepan kelas mereka jalan, tak lama akan masuk kantin, mereka melihat ada Mikail dan Arsan disana


"kak Arsan, kak Mikail" sapa Joana


"hai, Joana?" sapanya


"kalian mau makan atau sudah selesai?"


"sudah sih, kamu kemarin kerumah Elyas ya?" tanya Arsan


"iya kak, aku datang menjenguk Elva, adiknya kak Elyas"


"ooh"


"kalian sudah menjenguk?"


"ini baru akan pergi" jawab Mikail


"tunggu aku ikut, aku mau belikan roti buat Elva, titip ke kalian saja ya, aku ke toko roti samping kampus"


"iya udah ayp barengan aku antar"


Joana pamitan pergi sama Mikail dan Arsan kepada Vera dan Ello, setelah pergi, Puri melihat itu langsung meninggalkan kantin, karna ia merasa sudah tidak ada keperluan memata matai Joana karna Joana akan pergi bersama Arsan dan Mikail


Puri pergi kembali kekelas nya tak sengaja bertemu Feris


Feris berencana mengabari Joana untuk undangan makan malam, tapi Joana malah tidak dikelas siang itu, Feris tidak menemukan satu saja murid disana, padahal Feris cek dikelas Joana yang baru saja lepas kelas


"hei, ini dikelas ini bukannya ada jadwal pagi?" tanya Feris kepada murid lewat disana


"gak tau kak" jawab mereka


"hei, disini kapan kelas lagi?" tanya Feris lagi kepada murid lewat lainnya


"tadi sih ada kak, tapi balik sudah selesai" jawab murid lainnya itu


"oh, terus kelihatan Joana?"


"tidak"


"oh, ada ada, aku kelihatan Joana" sambar Puri


yap, Puri memang memiliki pikiran bulus, gadis yang melabrak Joana karna merasa Nero tidak lagi mengejarnya karna mengejar Joana, ia kembali datang sebagai ratu penghancuran, sengaja untuk menghancurkan Joana


"apa?" tanya Feris


"dia dikantin sama Ello dan Vera, tapi dijemput dan pergi sama Mikail dan Arsan" jawab Puri


"mereka? wah kemana?"


"tauk"


Feris berjalan kearah kantin dan tidak menemukan Joana, ia melihat ada Vera dan Ello duduk disana dan menanyakan


"kemana Joana?" tanya Feris


"Joana ke toko roti sebelah, dia ada keperluan" kata Vera


seketika itu, Feris berjalan kearah toko itu dan melihat Joana sama Mikail dan Arsan, lalu ia menyapanya


"babe" sapa Feris


"kak Feris?" sapa Joana


"apa ini?" ucap Feris


"kak jangan, ini buat adiknya kak Elyas yang kecelakaan, aku belum bisa datang hari ini jadi aku titip sama mereka"


Feris menatap tajam kearah Arsan dan Joana menarik tangan Feris


"kak ini ya titip, aku sudah membayar, aku pergi dulu" kata Joana


"iya Joana makasih" jawab Arsan


Feris membawa Joana pergi lalu duduk dipinggiran salah satu kelas lain


"aku hanya titip beli roti kak, udah ya jangan perpanjang"


"hemm, bilang apa apa gitu"


"iyaa"


"oh ya aku mau bilang aku mau ajak kamu kenalan sama papa ku"


"siapa?"


"ada deh, aku kasih tau nanti saja ya, tapi kita akab makan malam bersama sama papa ku, kamu mau kan?"


"mau kak, kapan?"


"kapan bisanya?"


"malam ini sampai besok aku bisa"


"besok saja ya, aku bilang papa ku nanti"


"iyaaa"


esoknya, Joana bersiap siap sejak sorenya..


"Joana, mau pergi?" tanya Amir


"iya pa, kerumah kak Feris, boleh kan pa?"


"boleh, ada acara apa?"


"undangan makan biasa saja kok pa"


"mau papa antar?"


"gak usah deh pa, dijemput sama kak Feris"


"okeh"


setelah Feris datang, Joana pun pamit pergi kepada ayah ibunya, sama juga dengan Feris meminta ijin membawa Joana


"Feris, jangan lebih dari jam 9 ya" kata Amir


"iya pak, buk, saya antar sebelum jam 9, terimakasih sudah diijinkan" jawab Feris


"iya, hati hati"


mereka pun pergi, sesampainya, mereka disambut oleh Dipo, tapi istri Dipo tidak ikut hadir, Dipo yang meminta agar makan malam itu hanya bertiga saja


"pak Dipo?" sapa Joana


"Joana, selamat datang" sapa Dipo


"ini papa ku, jadi aku harap kamu tidak memberitahu siapapun dikampus kita, babe"


"iyaa"


mereka makan bersama, dan disini Dipo melihat betapa bahagianya Feris dengan Joana, ia tidak tau kenapa begitu besar pengaruh Joana bahkan melebihi dirinya sendiri, sang ayah


setelah makan, mereka mengobrol dulu di ruang tamu, Joana membaca buku beberapa pelajaran Feris, dan membahas beberapa pelajaran juga disana


Feris memandangi wajah Joana disana sambil berpikir dalam hatinya


"aku tidak tau jika nanti kita berakhir, aku akan menjadi orang baik seperti ini apa balik menjadi pria berbisa" ucap Feris dalam hati


setelah beberapa menit, mereka pulang, Joana pamitan sama Dipo dan diantarkan Feris untuk pulang


esok paginya.. Joana yang baru sampai di kampus, ia berjalan ke arah kelasnya, tapi setelah sampai kelasnya, didalam sudah ada Nero dan Fadia


"kak Nero, kak Fadia?" sapa Joana


"Joana, mereka meminta bantuan kami buat dekor ini" kata Vera


"ada apa kak?" tanya Joana


Fadia dan Nero menjelaskan apa yang mereka lakukan disana untuk terimakasih nya kepada Joana, tentang ketulusan dan kebesaran hati Joana


Nero dan Fadia sudah menemui ayah ibu Nero, disana semua dijelaskan kedua orang tua Nero tentang Joana, dan keduanya baik Nero dan Fadia kini ingin membuka lembaran baru lebih baik sebagai pasangan dan sebagai teman Joana


"waaah, serius kak? ya aku mau kak jadi sahabat kalian" kata Joana


"Joana, aku mau bilang makaaaasih yang berlapis lapis untuk kamu" kata Fadia memeluk Joana


"haha iya kak, bisa aja"


Joana dan semua yang ada disana berpesta dengan beberapa kue yang sudah disiapkan Nero dan Fadia untuk perayaan itu