
benar saja Nero mencari Joana tidak ada dimana mana, akhirnya ia mencari keruangan Michel tapi juga tidak ada, karna kesal ia pun menuju perkumpulan Michel dengan guru guru muda yang juga sama dengan nya menjadi pengawas tiap tiap fakult
sesampainya
"kak Micheeeel" teriaknya karna ditahan beberapa murid lainnya
tak lama Michel pun keluar
"weeh kamu mencariku?" tanya Michel
"aku dengar kamu dekati Joana, kemana Joana?" tanyanya
"bukannya dia pacarmu?"
"iya dia milikku, mana dia, Joana keluar lah" teriaknya
Michel hanya tersenyum smirk
"kemana dia" teriak Nero
"Neroo.. Nero... gadis diluar banyak, Joana tidak lebih baik dari mereka" jawab Michel
"Joana, keluar Joana, disana gak bagus, ini tempat berbahaya" kata Nero masih berusaha tapi Michel masih terus melihat arahnya
"sudah? capek? Joana gak ada disini, kamu kenal lebih lama dari dia, jadi aku yakin, kamu akan tau sifat Joana, dia tidak akan cukup lama keluar ketika ada yang memanggilnya" jawab Michel
kesal dengan beberapa orang disana yang juga ikut menertawakannya, ia merusak beberapa perabotan disana
"aku sudah menghargaimu, dan itu cukup, lihat saja kamu" teriak Nero
Michel hanya tersenyum melihat ke arah Nero yang berjalan pergi
beberapa hari berlalu, karna Nero sibuk dengan beberapa pelajaran kuliahnya, ia tak sempat mencari Joana..
sedang kan Joana, yang baru akan pulang..
Egar menyapa nya lagi
"hai cantik" sapa nya lagi
"kak Egar?"
"oh ya, week end libur semua kan?" tanya Egar
"iya kak, kenapa?"
"aku pengen ajak kalian pergi tapi karna rumahku besok ada orang, gimana besok aku bawak banyak makanan untuk kita kumpul kerumah siapa gitu" kata Egar
"kerumah Joana aja kak" jawab Ello
"oh boleh, beri aku alamatnya, aku akan datang lusa kan, nanti aku bawa masakan dan makanan banyak"
"okeh deh kak"
esoknya Nero memiliki kesempatan untuk menemui Joana. .
"Joana, kamu kenal sama kak Michel?" tanya Nero
"iya kak, dia baik"
"gak Joana, dia gak baik, dia jahat, jangan mau ya pergi pergi dengan dia" kata Nero
"kak jangan pikir buruk masalah orang, gak baik"
"iya tapi aku kenal Michel" kata Nero
"iya aku akan berhati hati"
beberapa hari berlalu ketika Joana dan Nero sedang bersama sama, ia mendapatkan Joana memiliki teman baru ternyata, Egar, ia bingung bagaimana Joana kenal dengan Egar..
ia mencoba tenang karna Egar tidak ada sebanding dengan Michel, ia kuatir jika Joana dekat dengan Michel hanya membahayakan dirinya
dan kedekatan Joana dengan Egar maupun dengan Michel di ketahui oleh Elyas, Elyas memberikan pelajaran satu persatu kepada Egar dan Michel untuk tidak mengganggu Joana
"kalian ini siapa?" tanya Egar
"saya Elyas, dengarkan saya, kamu berteman boleh tapi kamu sakiti Joana, urusan sama ku"
"oh jadi kamu nama nya Elyas?"
Egar tau soal nama Elyas dan kedudukannya dikampus tapi ia tidak pernah bertemu sebelumnya
begitupun sama dilakukan Elyas kepada Michel, memberikan pelajaran untuk tidak menyakiti Joana
"kamu tenang saja, aku berapa kali bilang, aku tidak akan menyakiti dia" kata Michel
"Michel Michel, aku tau dan kenal kamu sejak lama, jangan pikir kamu bisa bodohi aku" ucap Elyas
"sumpah serius gue El" jawab Michel
saat Joana berada di ruang perpustakaan, Elyas masuk dan duduk disamping Joana
"kak Elyas?" sapa Joana
"hai, aku temani mau kan?"
Elyas hanya memandangi wajah Joana disana sambil ia memerhatikan wajah polos tapi sangat cantik itu
hari berlalu, dimana waktu week end tiba, Egar akan jadi orang baru yang datang kerumah Joana..
Vera telah siap dan berdiri menunggu Ello, tak lama Ello datang mereka pun jalan
"kak Egar jadi?" tanya Vera
"kemaren bilang jadi, tapi kan kita baru baru kenal, aku bawa sendiri persediaan camilan"
"oh bener juga"
setelah sampai, seperti biasa, Joana sudah menunggu di teras.. keduanya turun dan menyapa Joana
"sudah dateng kak Egar?" tanya Ello
"gak ada, oh iya, dia janji kan dateng, apa sudah kamu kasih alamat ini?"
"sudah"
tak lama Egar dengan motor gede nya terlihat tak jauh dari rumah Joana, lalu Joana melihat dan memanggilnya barulah Egar tau rumah Joana..
Egar masukan motornya disamping mobil Ello, lalu berjalan masuk mengikuti Joana juga Ello dan Vera, tapi ia melihat hal ganjil dialaminya
ketika melirik ke arah jendela lantai dua sisi kiri, terdapat kaca besar, karna ia merasa ada yang memerhatikannya dari jendela itu, ia pikir orang dari keluarga Joana, tapi ia tak menemukan siapapun
dan ketika ia melihat ke salah satu boneka, ia melihat keanehan yaitu dengan pergerakan boneka dengan sendirinya
ia tahan, ia mencoba diam untuk menjaga perasaan Joana, tapi ia lihat betul boneka itu bergerak dan merasa boneka itu juga yang memerhatikannya
"kak, langsung masuk sama Ello ya, ikuti dah dia" kata Joana
"kamu kemana?"
"bentar bentar ambil sesuatu"
mereka jalan bersama ke gazebo ala ala yang sering mereka pakai untuk duduk bersama ketika dirumah Joana
tak lama Joana datang dengan membawa sebuah mini sound untuk memutar musik lebih jernih
"aku ada ini, kita akan mendengarkan musik dengan jernih dari sini" kata Joana
"ahh Joana pakai laguku" kata Vera
"ia mana sini ponselmu aku akan menyambungkannya"
tak lama lagi Melanie datang
"waah sudah pada dateng, ehh kupikir yang kemaren dateng kok baru lagi?" tanya Melanie
"oh ini kak Egar maa" kata Joana
"pagi tante, pagi om, apa kabar?" sapa Egar
"baik, siapa namanya?"
"salam kenal tante, saya Egar, om, saya Egar" kata Egar
Melanie pun memasak untuk makan pagi teman teman Joana juga, tak lama mereka makan bersama lalu bersantai bersama
"kita jadi sering kedatangan tamu Joana jadi senang anak saya banyak teman" kata Melanie
"iya lah tante, kan Joana kan cantik" kata Egar
"haha bisa saja"
"ternyata tante juga cantik" jawab Egar
"terus bapaknya?" tanya Amir
"sama kaya saya" jawab Egar lagi
"apa? jelek?"
"loh ya enggak lah, saya kan tampan"
"waah, iya iya, loh yang kemaren gak dateng?" tanya Melanie
"siapa buk?"
"itu, Nero sama satu lagi yang baru kemaren, siapa, emm Michel" kata Melanie
"gak buk mereka mungkin sibuk" jawab Ello
"oh iya, sama dengan Nero atau dengan Michel?" tanya Melanie
"dia kedokteran umum, jadi dokter umum" kata Joana
"oh jadi sama dengan Joana, cuma Joana kan ilmu kejiwaan"
"iya, sama, jadi gak sama dengan kak Nero atau kak Michel maa"
"Nero? Michel?" tanya Egar