
"kamu bagaimana bisa?" tanya Samuel
"aku pernah buta kak, aku buta sejak lahir, dari usiaku 0 hingga 15 tahun" kata Joana
"oh ya?" ucap Samuel kaget
pantas saja, Joana lebih pintar mengingat orang dari ciuman aromanya daripada wajah dan fisiknya, dari sini, itu yang ada dalam pikiran Samuel, bukannya ilfeel tapi Samuel malah makin penasaran kepada Joana
"kamu mau kemana ini?" tanya Joana
"aku.."
"oh ya, mau kerumah? ayo kalau kerumah"
"kerumah? kamu ajak aku kerumahmu?"
"iya, kerumahku"
"kamu gak takut?"
"dirumahku ada ibuku"
"oh, ibumu orang mana?"
"ibuku dari indonesia tapi dia ikut aku ke amerika ini"
"oh ya? emm"
dalam hati Samuel, ia merasakan bagaimana kepolosan sosok Joana, bagaimana tidak, jika orang amerika asli, melihat saja ada Samuel, akan malas berurusan, apalagi mau ngajak kerumahnya, kan sama saja membawa singa ke sangkar harimau
tapi Samuel mengiyakannya saja, ia tidak memperdulikan apapun disana, ia tetap ikut dengan Joana kerumah Joana
sesampainya..
"buk" sapa Joana
"Joana baru datang? mau makan apa?" tanya Lestari
"aku sama temanku bu, siapin makanan apa saja deh"
"oh okeh"
"kak, aku tinggal dulu ya, aku mau ganti baju" ucap Joana kepada Samuel
"iyaa"
tak lama Joana keluar dan mengantarkan minuman juga tapi Samuel melirik kearah Joana, seolah ia berpikir minuman itu ada sesuatu, yaa selalu begitu lah pikiran Samuel
"ini, minum lah" kata Joana
"kamu kasih apa?" tanya Samuel
"kamu tuduh aku apa? gak ada aku kasih apa apa"
"masak? coba kamu minum dulu"
Joana meminum gelas miliknya dan menunjukkan minuman itu tidak ada apa apa nya, lalu Samuel juga meminta agar Joana meminum minuman miliknya, dan Joana mencicipi nya tapi tidak ada apa apa
"kan? jadi nya aku minum semua" jawab Joana
dari dalam, Lestari memanggil Joana untuk makan, Joana menarik tangan Samuel lalu duduk bersama dengan Lestari disana
"oh ini temannya?" sapa Lestari
"iya buk, ini namanya kak Sam"
"Sam, buk.." sapa Samuel
"oh ya, salam kenal ya, saya bu Tari, ayo makan juga nak"
"emm kak Sam, maaf ya, ibuku ini tidak lancar inggris, jadi sedikit membingungkan ya" ucap Joana
"iyaa" jawab Samuel
tadinya Samuel tidak mau makan makanan itu, karna pikirannya masih saja buruk kepada Joana, tapi melihat Joana makan dengan Lestari yang lahap dan tidak ada efek apa apa, jadi ia ikut makan
"kak, mau ini? aku ambilkan ya" kata Joana
"iya"
Samuel membiarkan Joana mengambilkan makanannya dan ia mulai menikmatinya disana, Samuel memerhatikan Joana disana diam diam, ia begitu menyukai Joana atas perlakuan tulus Joana hari itu dan beberapa hari yang lalu pada saat ia dirawat
setelah makan, duduk diruang tamu, lalu Samuel berpamitan keluar karna ada masalah dengan teman temannya
ia pamitan kepada Joana dan juga Lestari lalu ia pun keluar dari rumah Joana, tapi saat Samuel keluar, salah satu tetangga rumah itu mengebali Samuel
"hei, itu siapa? bukannya Sam ya? waah dari rumah anak itu? ada apa ya?" ucapnya
"tidak tau, apa mereka ada masalah ya?" tanya satunya
semua yakin jika yang keluar dari pagar rumah itu adalah Samuel, ketua utama geng mafia terkejam di amerika, Samuel pun berjalan dan terus meninggalkan rumah itu
hari berlalu, sejak itu, Joana dan Samuel mulai dekat, mereka juga sering makan diluar bersama selepas kelas Joana
hari berlalu, ketika Joana makan dikantin bersama Akeyla dan Marcello, mereka bertiga duduk bersama dikantin, Marcello pergi duluan karna ada urusan lain tinggallah Akeyla dan Joana
Akeyla pun ikut dengan Joana ketika Joana bilang akan pergi mencari buku untuk materi ditoko buku dekat kampus
"ayo aku ikut Joana" kata Akeyla
"beneran? yaudah yuk"
saat pria itu keluar, Joana ikut keluar dan menyapanya dan itu adalah Max, teman Motheo
"kak, kamu kak Max?" sapa Joana
"kamu?" ucap Max kaget
Max ternyata sedang di toko buku karna mengantarkan pacarnya untuk beli buku untuk kuliah
"iya aku Joana, ingat?" tanya Joana
"iya lah, kamu minta antar aku?" tanya Max
"haha iya, kemana kak Motheo?"
"dimarkas.."
"markas?"
"rumah maksudnya"
"oh ya? emm"
"bagaimana kamu bisa mengenaliku? aku berpenampilan tertutup semua ya" tanya Max
"aku bisa mengingat dari wangi aroma kamu"
"oh, bagaimana mungkin?"
"iya, aku lebih ingat aroma orang daripada wajahnya, jadi aku ingat aroma kamu"
"aroma ini sama loh dengan Motheo"
"iya tapi aku bisa membedakannya"
"ah masak?"
"iyaaa, kamu lagi ngapain kak?"
"gak ada aku lagi ada urusan disini"
"oh"
"Joanaaaa" teriak Akeyla
"yaa, eh kak aku tinggal"
"iya"
Joana mendekati arah Akeyla yang menyapanya lalu pacar Max datang dan mereka pun pergi
"siapa?" tanya Akeyla
"ada, aku kenal saja, kebetulan ketemu"
"emm"
sementara Joana masuk lagi bersama Akeyla, Max mengantarkan pacarnya lalu pergi ke markas mencari keberadaan bosnya
setelah sampai..
"bos, bos, aku ketemu sama gadis kemarin" kata Max
"siapa?"
"yang kami pikir Sherla"
"oh Joana, kenapa memang?"
Max menceritakan bagaimana ia merasa aneh dengan penjelasan Joana tadi jika ia lebih pintar mengingat aroma orang lain dibanding mengingat wajahnya
Max juga menjelaskan bagaimana ia juga merasa aneh jika itu benar benar bisa dilakukan Joana
mendengar penjelasan itu, membuat Motheo juga merasa kaget juga bingung, apa memang Joana sepintar itu mengingat aroma seseorang
hari berlalu dimana Motheo merasa penasaran, ia sengaja mengikuti kegiatan Joana selama dikampus, dimana saat itu, Joana sedang banyak sekali kegiatan didalam kampus..
"Joana, kamu dicari sama bu Carrabelle, apa sudah bertemu?" tanya Akeyla
"ahh iya, belum, masih ada 20 menit lagi"
"Joana, aku pinjam yang kemarin pelajaran dari dosen kelas malam, nanti ada lagi kan kelas malam"
"oya ada, ini buku nya"
"okey"
"aku pergi dulu ya, keruangan bu Carrabelle, lanjut ke perpustakaan" kata Joana
"ngapain diperpustakaan?" tanya Akeyla
"ngerjakan tugas kita lainnya yang masih belum kukerjakan"
ketika Joana berjalan dari ruang kelasnya ke ruangan perpustakaan, untuknya meminjam buku yang ia butuhkan dulu baru selepas dari ruangan dosen, ia akan pergi lagi ke perpustakaan
saat selesai dari ruang perpustakaan, kan Joana jalan kearah ruang dosen, koridor sepanjang jalan, sepi orang, disana Motheo sebenarnya mengikuti Joana masih, tapi Motheo merasa aneh
"kenapa masih belum mengetahui aku mengikutinya? kata Max dia bisa merasakan aroma?" gerutunya