My Name JOANA

My Name JOANA
108



beberapa sudah mulai makan malah memesan baru lagi, semua sudah di klarifikasi oleh Joana jika pembayaran atas nama Joana


saat makan bersama, Egar tidak berhenti memberikan perhatian kepada Joana, sampai akhirnya membuat gemas Galen sehingga menepuk lengan tangan Egar


"aduh, apa sih Galen" teriak Egar


"kau ya, sentuh sentuh, Elyas tau baru lu" kata Galen


"astaga iya, ah tangan gue ya" ucap Egar


"kemana dia gak datang, tumben Joana" kata Galen


Joana hanya diam, Galen dan Egar melihat tiga orang aneh ketika membahas Elyad disana selain Joana, yaitu Ello, Vera dan Elva


"kalian kenapa sih" tanya Galen


Joana menjelaskan jika hubungannya dengan Elyas berakhir tapi ia menyimpan apa alasan sampai mereka mengakhiri hubungan karna menurut Joana, itu adalah privasi nya, juga kan tidak enak disana ada Elva, adik kandung Elyas


semua kaget mendengar kabar putus nya mereka, jelas lah, secara tiba tiba mendadak saja kabar itu terkuak, karna memang putusnya mereka juga secara tiba tiba meskipun itu disengaja oleh Elyas


tak lama, Joana dan semuanya selesai, membahas banyak hal disana, dan semuanya berpamitan pulang satu persatu


"kak, aku kerumahmu hari ini" kata Elva


"boleh Elva, ayo bareng"


"ayo"


mereka pun jalan berdua menuju kearah rumah Joana, Joana selalu pergi pulang jalan kaki, ia menolak ketika pergi kemana pun menggunakan motor


bukan soal jual mahal, tapi karna memang Joana tidak mau, menurutnya naik motor angin cukup kencang membuat ia tidak bisa mengontrol angin masuk matanya, ia takut kenapa napa dengan matanya, ia mau saja naik motor asalkan benar benar pelan


jadi sebelum apa apa pikiran negatifnya terjadi jadi ia menghindari dulu


saat dijalan, Elva menanyakan soal perasaan Joana kepada Elyas bagaimana dan apa perasaan Joana kepada Feris dan Egar sebenarnya


"kak, gimana sih perasaan kamu kepada kak Elyas?" tanya Elva


"kak Elyas? kenapa kamu tanya itu Elva?"


"aku hanya penasaran saja, apa kamu membenci nya karna masalah itu?"


"tidak, ngapain membenci orang, kan orang punya pilihan sendiri"


"iya sih, kalau aku jadi kakak, aku bilang sama semua teman temanku seperti tadi bagaimana jahatnya kak Elyas selingkuh dari mu" kata Elva


"ahh tidak perlu, aku tidak pernah membocorkan apapun masalahku ketika aku sudah putus dengan pacarku" kata Joana


"ohh, memang kakak pernah pacaran juga selain dengan kak Elyas?"


"iya"


"ahh kupikir baru dengan dia, memang dengan siapa kak sebelumnya?"


"mantan pacarku hanya ada 1 orang dikampus tapi kalau dekat ya aku biasa, aku tau mereka suka tapi tidak menyatakan ya udah selama itu berteman saja"


"1 orang itu siapa kak?"


"kak Feris" kata Joana


"wooh, kak Feris? kak Feris bukannya dosen?"


"nah, iya kak Feris yang sekarang jadi dosen murid baru kampus"


"itu mantan kakak?"


"iya, setahunan lebih berpacaran"


"aku sumpah baru ini tau, terus selama pacaran bagaimana kak orangnya?"


"ya gimana kalau dia mengajar ya seperti itu"


"jahil? tegas? bersih banget"


"jahil, tegas, disiplin tapi bersih tidak sih, itu memang katanya bersih sejak ia mengajar saja"


"ahh putusnya?"


"karna gak cocok saja"


"tidak, aku tidak pernah selingkuh"


"bukan kamu, pak Ferisnya"


"kak Feris bukan tipe selingkuh"


"emm, lalu"


"ya gak cocok nya saja"


Elva mendengar itu ya cukup tau artinya Joana tidak mau membeberkan apa masalahnya dengan Feris hingga putus karna bagi Joana, Elva bukan orang dekat dari Feris, Joana akan mengatakan masalah apa dengan Feris kepada orang yang bertanya jika orang itu kenal dekat dengan Feris


"terus perasaan kakak soal kak Egar itu bagaimana?" tanyanya lagi


"Egar, kalau Egar sahabatku, dia baik sama aku, orang paling bucin diseluruh kampus" kata Joana


"bucin seluruh kampus?"


"emm, dia dijuluki goodboy nya kampus, banyak cewek kena rayuan gombalnya, makanya ketika sama aku, aku pikir gombalannya itu sudah basi haha"


dalam hati Elva, tidak pernah sekali saja ia melihat Egar merayu, menggoda apalagi mendekati gadis lain dikampus, kecuali beberapa teman Joana seperti Wita dan Vera


yaaa, yang diketahui oleh Elva soal Egar begitu, bukan goodboy tapi coolboy, baik, sopan, ramah, senyum bahkan tertawa nya menjadi ciri khasnya sendiri


yaaap memang benar, Egar tidak pernah lagi menjadi goodboy meskipun gelar itu masih disandang oleh nya karna Egar memiliki wajah yang tampan dan juga prestasi yang baik apalagi visual yang sangat baik


tapi ditekankan sekali lagi, jika Elva yakin jika Egar tidak pernah merayu satupun cewek siapapun itu, membuat Elva seketika ralate, mungkin itu cara Egar menyembunyikan perasaan suka nya kepada Joana


"kalau misalkan kak Egar menggantikan kak Elyas memang bisa?" tanya Elva


"Elva, kamu makin kesini malah melantur bicaramu"


"aku hanya tanya kak, penasaran, karna melihat kalian sangat dekat"


"ya kan sahabat, bagaimana jika aku dengan Ello, apa kamu tidak juga berpikir itu?"


"hemm iya juga"


sesampainya dirumah Joana...


Joana melihat Sherla menyapu disana..


"Sherla kamu kok menyapu?" tanya Joana


"ya kan siapa yang ganggur saja, udah lah gakpapa aku biasa kok Joana"


"hemm aku masuk dulu ya"


"okeh, selamat istirahat"


"iyaa"


Joana masuk sendirian, Elva masih berdiri disana melihat kearah Sherla


"kak, masuk saja" sapa Sherla


"ehmm" ucap Elva bingung dia tidak begitu paham bahasa inggris memang


Elva pun masuk mengikuti Joana masuk, dan duduk dikamar Joana disana, ya memang seperti itu dia jika dirumah Joana, sama seperti ia ketika dirumahnya sendiri


saat Joana keluar kamarnya, Elva masih dikamar, tapi ia tak lama keluar, melihat tepat didepan pintu kamar Joana terdapat kamar dengan tulisan nama Sherla


ia mendekati kamar itu, dimana ia taunya dulu kamar itu hanya kamar kosong..


"oh disini dia tidur" ucap Elva pelan


hari hari berikutnya, dimana setiap harinya Sherla terus belajar bahasa indonesia, jika Melinda datang, malam ia belajar dengan Melinda tapi setiap pagi ia selalu belajar bersama Joana terkadang dengan Melanie, tapi yang full, ia belajar lebih banyak dengan Lestari


maklum, memang masih tidak ada kesibukan apapun diluar rumah membuat Sherla sering bersama Lestari, dan perlahan Lestari mengajari Sherla bahasa indonesia, layaknya mengajari anaknya sendiri


hingga suatu pagi, ketika berlatih untuk bisa bicara begitu lancarnya, ketika Sherla berhasil mengucapkan sebuah kalimat cukup panjang dengan bahasa indonesia


Sherla senang bisa berbicara bahasa indonesia lancar, ya meskipun terkadang ia masih belum lepas pakai bahasa inggris


tapi membuat Lestari terharu, ia memeluk Sherla, Sherla kaget karna Lestari tiba tiba saja memeluknya