
N O T E :
hai guys, waduh udah nyampek eps.300 ajah nich..
thanks your time ya sudah sempatin baca my story sejauh ini, dengan banyaknya kekurangan author
mohon maap apabila ada salah kata, salah penyebutan nama, typo typo gak jelas, bahasa kurang dimengerti, dan stay support for me untuk bisa terus berkarya
jan kuatir, author bakal lanjut story setelah 7 turunan dari silsilah anak anak Joana yang di asuh oleh Samuel dan Motheo yaa, jadi nanti ketemu di story turunan ke 8, dan nanti author tulis anak Joana bersama Egar sebenarnya anak Motheo dan Samuel kandung dan ini MASIH DI STORY INI
nah loh penasarankan? dilanjut ceritanya, tapi masih butuh dukungan nih buat aku yang bakal bikin story baru lanjutan nya soal apa lagi
tapi aku masih banyak kok stok story lainnya, fanfic rekomendasi banget guys..
thanks all, wish u all the best best best pokoknya, and i love you so much semuaaaaa
yukkk dilanjut story..
.
.
Egar tidak pernah melarang mau Joana banyak makan, atau gimana pun, intinya Egar menerima Joana apa adanya, tapi bukan berarti ia tidak peduli akan Joana yang banyak sekali makan
Egar lebih tau apa yang membuat istrinya senang dan ia memang selalu memberikan apapun yang istrinya selalu senangi
hari berlalu, seminggu sudah keberasaan Joana dengan Egar, Joana sudah tidak kuat lagi menahan rasa sakitnya dengan menahan pusingnya, menahan mual nya, karna menutupi semuanya dari Egar
saat Joana mengantarkan Egar, Elva dan Feris pulang ke bandara, tak beberapa lama Ferla menyusul
"loh ada Ferla?" sapa Egar
"iya kak, aku dikabari sama kak Joana, kalau kalian pulang jadi aku menyusul ke bandara ini" jawab Ferla
"makasih ya Ferla, sudah mengantarkan kami" kata Elva
"ya kak Elva, aku senang punya teman baru seperti kak Elva" ucap Ferla
mereka pun pergi, berpamitan dan kembali indonesia, sesampainya di indonesia, beberapa hari berikutnya, Egar kembali dengan kesibukannya dikampus
Rahayu yang seperti biasa selalu duduk di depan kelasnya, ia menunggu kedatangan Egar memang, karna kelas Rahayu melewati kelas Egar jadi bisa barengan untuk pergi kekelas Egar dulu baru Rahayu kekelasnya
"hai kak" sapa Rahayu
"hai Ayu, sudah tadi?"
"baru kok"
"yaudah ayo jalan"
"yaa"
mereka jalan kearah lantai atas, sembari mengobrol, Rahayu juga menanyakan soal perginya Egar ke amerika
mendengar cerita Egar, terlihat jelas wajah Egar begitu bahagia bisa bertemu dengan istrinya
hari berlalu, meninggalkan kesibukan Egar, saat ada tidak ada kelas, Egar ya tidak ke kampus sama sekali, membuat Rahayu kuatir, apalagi tidak ada kabar dari Egar, telfonnya tidak aktif padahal Egar memang sedang kuality time bersama keluarganya dan keluarga istrinya yang pas ada waktu berkumpul bersama
kebetulan sekali, Elva berpapasan dengan Rahayu karna Elva dari memberikan surat izin dokter milik Egar yang tidak masuk kelas untuk dua hari kedepannya
"loh, kak Elva?" sapa Rahayu
"Ayu? kamu gak ada kelas?"
"gak ada, kakak dari mana?"
"dari kelasnya kak Egar, aku dapat surat dokter titipan dari mama kak Egar jadi aku antar sekarang"
"surat dokter? kak Egar sakit?"
"pantas aku tidak lihat datang, apa di rawat lagi dirumah sakit?"
"ya gak sampek sih, tapi seharian ini kayaknya dia ada jadwal buat ketemuan sama keluarganya deh berkumpul"
"oh"
"aku kesana, mama nya kak Joana istrinya kak Egar, mengundangku juga, jadi aku mau datang sekalian jenguk kak Egar nya"
"oh kamu kesana? aku boleh tidak ya ikut? aku kuatir sama kak Egar"
"oh kamu mau ikut? ya boleh kok ayo dah"
mereka jalan berdua, sesampainya memang sudah banyak keluarga Joana dan Egar bersatu, Elva masuk, mengenalkan Rahayu sebagai sahabatnya
"oh ya ma, pa, ini kenalin nama nya Ayu, sahabat Elva dikampus" kata Elva
"salam kenal paman, bibi, semua" sapa Rahayu
"salam kenal Ayu, kamu anak kampus sama dengan Elva ya?" tanya Melinda
"iya, tapi aku kedokteran kejiwaan bibi" jawab Rahayu
"wooh? sama dengan Egar"
"iya, dia junior Egar ma, tapi dekat nya sama Elva, sama Wita, sama Vera, sama anak anak lainnya juga dekat" jelas Egar
"oh salam kenal ya?" sapa Melanie
"ya bibi, salam kenal semua, jadi ganggu acaranya ya? saya dapat kabar kak Egar sakit saja, jadi ikut kak Elva untuk jenguk"
"dia memang sering drop, tidak mau dibilangin, jangan forsir waktu kerja nya apalagi dia kuliah sekarang" jawab Melanie
lalu bagaimana Meliana? Meliana kan tipe yang begitu selektif, ia sensitiv tingkat dewa, jadi tau jika ada gadis yang menyukai anaknya akan memiliki sikap berbeda dari sikap biasanya
tapi kepada Rahayu, ia tidak curiga karna Rahayu memberikan sikap biasa saja layaknya memang kepada temannya
jadi Rahayu memutuskan datang kerumah Egar bersama Elva dan berkenalan dengan beberapa keluarga Egar disana, ia tau alamat rumah Egar tapi tidak pernah datang, tidak enak kalau datang sendirian kan
setelah acara keluarga selesai, Rahayu dan Elva juga pamitan pulang karna kan tidak enak yang lain pamitan masak mereka masih disana, jadilah mereka pamit juga
"kami pamit pulang deh kak, makasih ya mau direpotin" kata Rahayu
"aku yang makasih kalian mau datang memeriahkan acara" jawab Egar
"cepat sembuh deh ya kak" jawab Elva
"yaa Elva, makasih ya Elva, Ayu"
"ya kak"
beberapa hari berikutnya, sejak hari itu, Rahayu mulai kenal dan dekat dengan beberapa keluarga Egar disana, semua mengenal Rahayu dan menganggap Rahayu sudah seperti Elva
ketemu dijalan juga menyapa, gak sengaja papasan juga sudah tidak canggung seperti sudah mengenal lama
beberapa hari sembuh dari sakitnya, tapi kembali sering merasakan mulas pada perutnya, Egar merasakan kembali jika penyakit nya yang sudah lama menghilang malah kambuh
sampai ia drop dan harus masuk rumah sakit, seperti sebelumnya ia juga sempat masuk rumah sakit karna sakitnya itu yang kontak langsung dengan Joana
Joana memang sudah hamil masuk enam delapan bulan, yang artinya perutnya semakin membesar, tersisa satu bulan ia akan lahiran, masuk kehidupan Joana, Joana pergi cek up rutin bersama Samuel dan juga Ferla
saat ia pergi ke dokter Yonna, dokter Yonna memeriksa dan memberikan masukan banyak hal tentang masa kehamilan
"apa kalian butuh test DNA?" tanya Yonna
"butuh dokter" kata Joana
"buat apa? ini jelas anakku, kemarin anak Theo, tapi dia tinggal denganku, bukan dengan Theo, lalu dari mana kamu tidak percaya itu anakku?" bentak Samuel pada Yonna