My Name JOANA

My Name JOANA
310



"bagus Poy gini? kurang apa?" tanya Joana


"bagus Moy, udag gini aja, aku gimana?"


"udah sama pas"


mereka pergi jalan, saat keluar rumah, Egar memberikan tangannya dan mengajak untuk Joana jalan selalu bergandengan tangan


mereka pergi kemana mana, sampai akhirnya disiang nya, Joana meminta untuk makan siang di kantin kampus Egar, karna Joana sudah lama tidak kesana


"Poy, makan siang kemana?" tanya Joana


"kemana kamu nya dah mau"


"ke.. emm itu ke kampus yuk, kampus kamu, aku lama gak ke kampus juga"


"boleh, ayo, ada Feris dan Elva, mereka senang deh kamu datang pasti"


"ahg ya bener"


mereka jalan ke kampus, karna masih masa libur, jadi tidak ada jam dikelas Egar, tapi masih ada juga beberapa kelas lain yang masih masuk


mereka jalan sampai akhirnya ketemu dengan Rida..


masih ingat Rida? dokter yang merekomendasikan Joana untuk ke amerika dan sampai akhirnya Joana tidak pernah bisa balik lagi


kebetulan Rida ada urusan di kampus itu dengan beberapa dosen yang anak didiknya akan ada kkn ditempatnya, ketika Rida melihat Egar bersama seorang gadis, Rida sedikit bingung karna Rida tau Egar suami Joana


ketika Rida memerhatikan lagi wajah gadis bersama Egar, betapa kagetnya ketika menyadari itu adalah Joana, ia sempat hampir bisa lari, tapi Joana lebih cepat menyadari keberadaannya


"dokter Rida?" sapa Joana dengan suara sedikit keras


"oh itu dokter Rida ya? ayo kesana" kata Egar


"ayo Poy" kata Joana menyeret tangan Egar


mereka berjalan mendekati Rida dan menyapa Rida disana sembari mengobrol kecil, yaa sudah cukup lama Joana tidak bertemu mantan rekan kerjanya itu sejak sebelum pergi ke amerika beberapa tahun silam


"hai dokter? apa kabarmu?" sapa Joana


"Joana? kamu balik kapan? kok baru lihat ya?" sapa Rida


"baru enam hari, besok sudah seminggunya"


"oh masih bolak balik indonesia amerika ya?"


"iya, kerjaan masih ada aja disana, jadi yaa begitu lah"


Rida tau Joana berbohong dengan jawaban itu, ia tau apa yang dialami Joana di amerika, Rida merasa bersalah karna ia yang memberikan rekomendasi Joana pergi ke amerika


Rida juga merasa takut jika Joana akan marah padanya karna dirinya lah Joana menjadi tawanan, tapi Joana tidak mempermasalahkan itu bahkan tidak membahas nya, mereka mengobrol beberapa hal sedikit sampai selesai nya ketika Rida harus buru buru pergi


"yaudah, ini saya ada jadwal cepat lagi, gak bisa lama lama gak papa?" tanya Rida


"oh jelas gakpapa dokter" jawab Joana


"kalau Joana mau pergi kerumah sakit Netra, bisa kali, kan masih ada teman teman seperjuangan disana, Septi masih ada, sama Wita juga ada" kata Rida


"waah kak Septi sama Wita masih disana kerja?"


"masih kok masih, datang ya kapan bisanya"


"bisa bisa"


"bye, Egar, dokter Joana"


"ya dokter Rida" jawab Egar


Rida pun pergi, tak jauh, Rida membalikkan badannya lagi melirik arah Joana dan Egar, ia adalah peran utama sampai Joana berada di tangan Motheo dan Samuel dan Rida tau cerita itu


ketika sejak bersama Rida mengobrol, ternyata Rahayu memerhatikan Egar yang bersama dua perempuan berbeda


lalu gadis yang terus tangannya digenggaman Egar?


masalahnya Rahayu melihat hanya dari arah belakang Joana, meskipun tampak dari samping Egar dengan jelas


"ahh apa itu istrinya?" ucap Rahayu pelan


Rahayu menyadari mungkin itu istri Egar yang selama ini diceritakan Egar dan juga yang sering ia dengar soal istri Egar dari beberapa teman Egar


saat Rahayu akan pergi juga seperti dilakukan oleh Rida baru saja karna tidak mau mengganggu Egar dan istrinya tapi malah gantian Egar juga melakukan hal sama dengan Joana tadi yaitu memanggil Rahayu


"Ayu" teriak Egar memanggil Rahayu dengan suara keras


"siapa Poy?" tanya Joana


"teman ku, aku kenalin ayo, dia banyak tau kesamaan ma kamu, mirip kau banget siapa tau klop, aku kenalin" kata Egar


"ayo"


mereka berdua menghampiri Rahayu disana, mereka juga menyapa Rahayu dan disini Egar mengenalkan istrinya, dan untuk pertama kali antara Joana dengan Rahayu bertemu


"ini kenalin, istri aku, yang sering ku ceritakan" kata Egar


"salam kenal, aku Joana" sapa Joana


"Ayu, kak, salam kenal" ucap Rahayu


mereka jalan sambil memgobrol disana, awalnya Rahayu canggung karna merasa Joana adalah istri dari pria yang ia sukai, itu bukan hal biasa di lakukan ketika harus berpura pura kuat, tapi sikap Joana membuat Rahayu nyaman


Rahayu merasa tidak ada tertekan untuk tidak bisa bebas dekat dan kenal dengan Joana, yaa.. karna dasarnya baik Rahayu dan Joana orang yang sama, jadi seperti klop saja mengobrol membahas beberapa hal bersama


Rahayu merasa aura Joana bukan main lagi, sangat baik dan cukup baik dari perkiraannya, bahkan Joana sekilas menurut Rahayu sangat cantik dan menawan, style nya juga santai tapi keren terutama gaya bicara nya sangat enak didengar


pada intinya ettitude Joana sangat nyaman bagi Rahayu


setelah lanjut mengobrol dan menyelesaikan nya karna akan pergi makan berdua, Rahayu yang tidak mau mengganggu Egar dengan istrinya, ia berpamitan pergi


"kak, aku ada kerjaan lain aku tinggal ya" kata Rahayu


"loh gak ikut kita? makan siang dulu" kata Egar


"iya Ayu, kita makan lah dulu barengan, baru deh kamu pergi mengurus tugas jadi gak kelaparan apa kepikiran makanan kan?" ucap Joana


"oh aku sudah makan kesini tadi kok kak" kata Rahayu


"ahh gitu? yaaah, yauda deh, makasih temani kita mengobrol ya Ayu, senang bisa kenal kamu" kata Joana


"ya kak, aku juga senang kenal denganmu" kata Rahayu


mereka berpisah, Joana lanjut pergi makan, dan duduk, Egar memesankan makanannya dulu


"aku pesan kan makanan ya" kata Egar


"iyaa, eh ya Poy, aku kabari Elva sama kak Feris ya"


"okeh"


Joana menelfon Elva mengatakan jika ada di kampus dan di kantin utama, Elva bisa pergi karna tidak ada kerjaan, jadi ia janji akan datang tapi setelah menawari untuk Feris ikut datang


"ini makannya, sudah dikabari Elva dan Feris nya?" tanya Egar


"sudah, tapi aku hanya telfon Elva, dia bilang akan mengabari dulu kak Feris" kata Joana


"ohh yaudah ayo deh makan duluan kita"


mereka makan berdua, tapi sampai makanan habis malah Joana tidak mendapatkan kedatangan Elva juga, Joana kuatir, jadi ia menelfon lagi


"kok gak ada kabar Elva?" tanya Joana