
Rahayu dipertemukan dengan beberapa orang yang dekat dengan Joana dimasa lalu, bukan tanpa sebab, karna memang sudah menjadi takdir ia dipertemukan kepada orang orang terdekat Joana dikampus itu
namanya juga kampus Joana, siapa tidak kenal Joana dimasalalu, jadi melihat ada yang mirip attitude nya yang akan membuat mereka mengira sedang rindu kepada Joana
membahas cast baru ini, yaa.. Rahayu terlahir dari keluarga basic medis, sama dengan Joana, ibunya adalah bidan, ayahnya kepala perawat, tapi Rahayu melenceng sendiri menjadi dokter jiwa, tapi keputusan apapun anaknya, orangtua nya mendukung
lahir dari keluarga tidak miskin tapi juga tidak begitu kaya, setidaknya untuk biaya kuliah memang sudah disiapkan orang tuanya untuknya
Rahayu sendiri memiliki kisah yang terbilang sama dengan Joana, ia lahir dengan kedua mata buta, tapi beruntunganya Rahayu dimana ia lebih cepat dapat donor mata dibandingkan Joana
yap, Rahayu mengoperasi matanya ketika usianya sudah bisa baru jalan, sekitar satu tahun tujuh bulan, dan sejak itu lah Rahayu bisa melihat dan mengerti dunia, berbeda dengan Joana yang lahir sama sama buta sayang nya ia baru operasi mata ketika usianya menginjak 15tahun
hal lain mengenai kesamaan Rahayu Joana
- Rahayu adalah sosok humble, ini hal paling mirip dengan Joana
- ia sangat menyukai membaca,
- ia juga sangat suka tempat yang mengandung banyak ilmu misalkan kelas atau ruang perpustakaan,
- ia juga selalu mengatakan maaf berkali kali ketika ia memang yang salah,
- mau sikap bagaimana pun didapatkannya, ia selalu memberikan hal baik untuk membalas orang lain bersikap buruk sekalipun kepadanya,
- beberapa kali menang lomba iq dan kecerdasan,
- pintar karna rajin, tergolong pintar itu memang banyak cabang, salah satunya pintar karna rajin, jadi penjelasannya basic Joana dan Rahayu sama sama bukan anak pintar, tapi karna mereka terus mengasah dengan belajar dan membaca, membuat mereka terlintas memang sangatlah pintar,
sayangnya Rahayu lebih berani memakai pakaian seperti dijelaskan sebelumnya yaitu rok mini, sepatu boots, dan baju baju dengan tanpa lengan, stylist abis, yang berbeda dari image Joana
seiring berjalan nya waktu, Rahayu menjadi bagian kampus, menjadi kenal beberapa orang teman Joana dan Egar, itu membuat nya makin bisa ada kesempatan mendekati Egar
hari berlalu, Egar yang baru datang dari rumah Melanie untuk berkunjung, agar tidak putus tali silahturahmi meskipun ia dan Joana ldr, baru sampai dirumah nya langsung tidur dikasurnya
pinggangnya terasa sakit tiba tiba, ia pikir karna kelelahan kan seharian full, pagi kelas, siangnya jadwal masuk kantor hingga sore, pulang sore kerumah Melanie
ia pun tidur, tapi paginya saat bangun badannya makin terasa sakit, bahkan ia merasa mual, badan nya tidak enak, tidak bisa juga memaksa untuk tetap bekerja
akhirnya ia memutuskan untuk tidak bekerja dulu, seharian istirahat dan diam diatas ranjang saja
lalu apa dialami Egar? Egar sakit pas ketika Joana hamil, dimana secara otomatis apa yang dirasakan Joana akan juga berdampak pada Egar tapi Egar tidak berpikir kearah sana juga soal ini
beberapa hari tepar, Egar menelfon Melanie mengabari kondisinya dan Melanie mengecek badan Egar
"kamu salah salah makan apa?" tanya Melanie
"gak tau ma, aku lupa juga"
"berapa hari ini sakit?"
"ada tiga hari, ini cuma mual sih, jalan, kemana, ngapain, bisa semua, cuma itu, mual, gak enak perut Egar ma"
"yaudah istirahat, kamu pasti karna forsir kerjaan, mana kamu kuliah kan"
"yaa ma"
seiring berjalannya waktu akhirnya Egar bisa sembuh juga pada akhirnya, ketika ia mulai masuk kuliah, malah ia tidak fokus naik sepeda, malah terjatuh, akhirnya sampai di kampus ia menuju unit kesehatan kampus untuk menutupi perbannya
hanya beberapa yang luka, memang tidak terlalu parah, diatas lutut, dibawa mata kaki, dan juga di pinggiran kelingking
"kamu kenapa?" tanya Fero
"aku hanya terjatuh tadi dari sepeda"
"sudah, cuma luka dikit dilutut"
"astaga, kamu yaa, berhati hatilah makanya"
"iyaaa iya" jawab Egar
esoknya, ketika kembali kekampus dengan kondisi kurang baik juga, ia mengikuti pelajaran seperti biasanya, dan setelah dua mata pelajaran terselesaikan, Egar duduk di kursi depan kampus mengerjakan tugasnya
tadinya tak sendirian, bareng yang lain tapi karna yang lain juga ada urusan masing masing jadi selesai tugas mereka ya mereka pamit saja
tak lama duduk disana diam, Rahayu datang..
"hai" sapa Rahayu
"ya?"
"boleh kenal?"
"Egar"
"hai kak Egar, aku Ayu, anak kelas 15.5"
"oh?" ucap Egar melirik Rahayu
Egar sekilas mendengar kelas itu teringat Joana dulu di ruang kelas itu, bahkan ruang kelas itu pertama kali Egar ketemu Joana, berkenalan hingga akhirnya dekat
saat mereka duduk dikursi yang sama, Rahayu duduk disamping Egar, Rahayu menyadari jari kelingking Egar diperban, dan perbannya sangat kotor
"kak, ini?" tanya Rahayu menyentuh tangan Egar
"ahh ini hanya luka ringan, jangan sentuh" jawab Egar
seketika itu Egar melepaskan tangannya tapi Rahayu tetap menariknya
"ini tuh kotor perbannya, biar aku ganti dulu"
Rahayu mengambil obat merah yang memang selalu ia bawa di tasnya lalu membuka dulu perbannya dan membersihkan luka nya dengan kapan, baru dibalur sama obat merah lagi dan dipakaikan dengan perban baru
disini Egar hanya diam, tidak menolak, karna niat Rahayu baik, ia juga cukup cuek beberapa waktu kemarin, karna Egar begitu ingat tentang bagaimana Rahayu beberapa kali berusaha menyapanya
"sudah" kata Rahayu
"terimakasih" jawab Egar
"sama sama"
disana mereka duduk berdua, disini sedikit mulai terbuka Egar kepada Rahayu, bukan soal hati tapi soal bagaimana baiknya Rahayu anggap saja ini awal pertemanan yang baik
mereka mengobrol disana beberapa hal yaa meskipun yang banyak bicara selalu Rahayu, tapi setiap apa yang dikatakan Rahayu selalu membuat Egar kagum
Egar memang suka tipe gadis yang polos, bicara luwes, tidak banyak omong kosong, semua terdengar sangat enak ditelinganya
Egar merasa nyaman, karna memang vibes Rahayu sama dengan Joana
sejak itu, Egar mulai dekat, mereka mulai jadi teman, berjalannya waktu kedekatan mereka semakin erat karna Rahayu juga mulai bisa dekat dengan orang orang yang dekat dengan Egar sebelumnya
tidak ada kecurigaan apapun dimana ketika Egar dan Rahayu dekat, karna memang tidak ada hubungan spesial lebih dari teman
Rahayu tidak menunjukkan rasa dan sikap ketika ia menyukai Egar karna baginya berteman dan dekat dengan Egar saja sudah cukup
hingga waktu berjalan ketika dimana akhirnya Rahayu tau soal Egar yang sudah menikah, ketika itu dimana ia duduk bersama teman teman Egar juga