My Name JOANA

My Name JOANA
233



*welcome to 20++ story, yang pikiran nya kotor, bersihin dulu deh jangan masuk terus, takut kurang iman pas mo ngebayangi, auto gak nyampek kalau bocil yang baca wkwk😁 canda eh.. okeh dilanjot..


.


.


bahkan empat anak buah Motheo pernah berpikir jika bos mereka itu memiliki ke-cenderung-an penyuka sesama jenis, karna saking tidak pernah nya mereka melihat ada gadis yang dekat dengan Motheo


karna secara pikiran kan Motheo mau mencari gadis seperti apa juga ia bisa dapatkan kan?


dan anehnya memang itu dialami Motheo, ia sempat hampir menjadi pria LGBT, beruntungnya sejak Motheo bertemu Joana inilah memang alasan Motheo jatuh cinta pertama kali nya pada gadis dan gadis itu polos


dua jam kemudian, Joana bangun, Motheo masih menatal wajahnya


"kamu sejak tadi melihatiku?" tanya Joana


"ehmm, aku baru ini merasakan hal tadi, main lagi ya"


"apa ih, aku baru bisa bangun dan mau minta lagi, gak ada" jawab Joana


Joana lanjut turunkan kakinya


tapi yang ada Motheo menarik kembali kaki Joana dan memaksanya lagi melakukan itu, membuat Joana yang masih cukup lemas, tidak bisa menolak dengan kuat permintaan Motheo


akhirnya ronde kedua pun berlangsung, kali ini Motheo akhirnya tidur, Joana pun sama, karna Joana kelelahan dua kali permainan


saat mereka tidur, Bams akan memanggil Motheo untuk makan pagi, karna sejak sore sampai malam tidak ada Motheo dan Joana keluar bahkan sampai pagi


saat akan mengetuk pintu kamar itu, malah pintunya terbuka dan akhirnya Bams masuk, tapi ia langsung melihat pemandangan itu dimana Motheo dan Joana sama sama dalam selimut dengan keadaan tanpa busana sama sekali dan tidur berdua


"ssst, jangan ganggu mereka baru selesai main" jawab Delvin


"iya tapi.." kata Bams terpotong


"daripada kau kena semprotan?"


akhirnya keduanya pun keluar, tapi tak lama, Joana terbangun karna sinar matahari dari jendela kamar itu meneranginya


Joana akan turun dari kasurnya tapi Motheo menahan lengannya


"mau kemana?" tanya Motheo


"kamu tidak lihat itu sudah pagi?"


"ahhss"


"aku mau mandi"


"aku ikut"


"tidak, tidak ada ikut ikut, mandi sendiri sendiri"


"Joana"


"Motheo?"


"hei, apa kamu bilang?"


"Motheo?"


"kenapa kurang ajar?"


"ada salah? bukannya memang itu nama mu?"


"iya tapi gak biasa, panggil kak gak?"


"gak, males"


"Joana... gak usah pergi mandi kalau gitu"


"aasst, iya kak Theo iyaa"


"awas saja kamu panggil nama ku lagi tanpa panggilan kak"


"iyaaa"


Joana turun, mandi, lalu keluar dan wangi, dan duduk di sofa kamar itu, Motheo ganti pergi mandi, dan keluar juga


"sepertinya aku harus pengumuman atas pernikahanku" kata Motheo


"kak? jangan ih, aku gak mau" jawab Joana


"lah kenapa? biar tau bos gengster sudah menikah, aku akan buatkan pesta pernikahan besar besaran"


"gak perlu, aku gak mau, jangan macam macam"


"kenapa sih?"


"gak, gak boleh ada yang tau kita menikah, kalau banyak yang tau, lalu sampai pada suamiku, aku tidak akan memaafkan kamu" jawab Joana


Motheo berpikir lagi, benar juga, kalau sampai suami Joana bagaimana, jadilah ia tidak membahas itu lagi, karna ia tidak mau Joana sampai marah apalagi sampai tidak memaafkannya


sebagaimana pun Motheo, ia tetap manusia biasa yang sedang jatuh cinta pada seorang gadis dan cinta nya itu tulus


"kamu mau makan apa? biar yang lain beli"


"terserah, yang pedas"


Motheo menyuruh Max membelikan makanan pedas untuk istri nya, Max pergi sementara tiga lainnya keluar rumah, Motheo memeluk Joana dengan merangkul pinggang Joana


"aku gak mau ya kalau kamu sebar sebar hubungan dan satu lagi, jangan pernah seperti ini didepan anak buah kamu siapapun" kata Joana


"kenapa? mereka tau kan pernikahan kita?"


"iya, tapi kamu sendiri malu apa tidak kalau mereka lihat kamu diluar seperti macan tapi didalam layaknya bayi kucing"


"ahh babe, kamu bilang gitu sih"


"iya lah"


"gak ada yang berani menentang ku meskipun tau aku manja"


"kata siapa? kalau tiba tiba saja ada gimana?"


"kubunuh saja"


"apasih bunuh bunuh?"


"ya karna mereka tidak akan berani sama aku babe"


"udah, aku bilang tidak, ya tidak"


"iyaaa iya"


Motheo kembali memeluk Joana sampai Max datang, baru melepaskannya dan akan makan bersama Joana, bersikap biasa ketika didepan orang lain termasuk anak buahnya


hari terus berjalan hampir seminggu, Samuel baru datang, karna memang ia ada urusan pekerjaan, dan membuatnya tidak tau Joana dan Motheo sudah sah menjadi suami istri


baru Motheo akan masuk kamar nya untuk tidur sama Joana tapi Samuel datang


"hei Theo, mana Joana?" sapa Samuel


"Sam? kau datang kapan?"


"ini datang"


disini empat anak buah Samuel sedikit curiga karna melihat gelagat aneh dari Motheo yang tak biasa, Motheo biasanya biasa saja tau Samuel datang malah cenderung tidak peduli lah, tapi ini malah nanya kapan datangnya dong..


"enggak, katanya keluar kota?" tanya Motheo


"udah balik lah, mana Joana, aku pengen ketemu dia"


"jangan ganggu"


disinilah empat anak buah Motheo berpikir jika bos mereka akan mengatakan pernikahan itu


"ehh kenapa?"


"dia tidur"


"ooh, ya gakpapa, aku tidak menbangunkannya, aku rindu saja seminggu tidak ketemu"


"ahh"


mereka salah mengira bos nya akan mengatakan tentang pernikahannya membuat mereka aneh juga, tapi memang Motheo tidak kepikiran akan memberitahu Samuel, ia lupa karna harusnya kan ia memberitahu


Samuel duduk di kursi yang ada disana dan menatap wajah Joana saat tidur, sembari ia berpikir disana ingin sekali memiliki Joana, tapi bagaimana caranya?


Joana bangun dan kaget karna Samuel di sana, ia pikir Motheo


"kak Sam" ucap Joana kesal


"apa sayang? aku datang melihatmu, aku rindu kamu"


"apa ih"


Joana melakukan aktifitasnya pagi itu, setelah seharian, Joana melakukan kagiatannya yang hanya membaca hingga malam


"kamu tidak pulang?" tanya Joana


"tidak, aku disini"


"yaudah, lebih baik kamu pulang deh, biar aku bisa tidur"


"yasudah tidur saja"


"awas aja macam macam"


"tidak"


Joana tidur, merasa jika Joana sudah nyenyak, Samuel kembali berpikir untuk bagaimana cara ia bisa memiliki Joana tapi seketika ia teringat tentang Dizon, ia akan meminta obat lebih ampuh yang bisa dipakai untuk mengobati Joana agar menuruti apa saja kemauannya


lanjut hari berikutnya dimana Samuel akan pergi, ia tidak mengatakan pada Motheo atau Joana jika akan pergi untuk urusan apa, bahkan pada anak buahnya saja ia tidak mengatakan


Samuel menghubungi Dizon semalam dan janjian buat siang besoknya untuk ketemuan ditempat yang sudah ditentukan