My Name JOANA

My Name JOANA
95



"itu sepertinya mobil salah satu anak buah Alberto"


"kak Max" ucap Joana pelan


"iya Joana itu mobil Max" kata Sherla


"pak, tenang saja, setelah ini aku akan menyamperinya, kamu bawa pergi kemana saja ibu dan Sherla, kalau bisa pesan kan hotel, semua saya tanggung, saya gantikan nanti" kata Joana


"eh jangan Joana, bahaya kamu kalau nyamper dia" kata Lestari


"bu, udah, yakin ya, aku tidak akan kenapa napa ditangan Max, dia terlalu takut sampai aku kenapa napa, dampaknya dengan kak Theo"


"tapi Joana" kata Sherla


"Sherla, udah udah, tugasmu jaga ibuku"


"iya pasti"


Joana pun sampai di kampus, ia turun, lalu menyuruh Alberto itu pergi lebih dulu dari kampus itu, sementara Joana turun


saat Joana turun dan mobil taksi akan pergi, Joana masih saja diam disana, Max bingung kenapa joana masih tetap ada diposisi itu


"aaarggh, bagaimana aku bisa pergi menuju rumah itu" kata Max sambil menepuk setir mobilnya


akhirnya tidak ada jalan lain, Max harus melewati Joana, tapi tepat didepan Joana, Max kaget karna Joana berhenti didepan mobilnya dan meminta nya membuka kunci mobilnya


Max menurutinya karna mobil belakang juga terus mengklaksoni nya


setelah terbuka kunci, Joana masuk dan duduk disamping Max, Max membawa Joana pergi dari sana dan berhenti di depan kampus itu untuk mengobrol


"bagaimana kau tau?" tanya Joana


"dari spion taksiku, kamu mengikutiku" kata Joana


"ada apa lalu kamu meminta masuk?"


"apa aku harus bertanya sama kak Theo mengapa kamu mengikutiku?" tanya Joana


"ahh Joana, jangan lah" jawab Max


Max takut jika Joana melakukan itu karna ia mengikuti Joana bukan perintah Motheo atau siapapun tapi karna inisiatif nya yang masih penasaran hubungan Joana dengan Sherla, dan terutama soal kemarin dimana ia sangat yakin Sherla ada dirumah itu


"kenapa? bukannya aku sudah bilang kemarin, aku tidak tau soal Sherla, kenapa kamu memaksaku mengakuinya? bagaimana mungkin aku mengakui jika aku tidak mengenali?" tanya Joana


Max diam disana, ia benar benar tidak percaya sama sekali, karna ia masih benar benar yakin kemarin adalah Sherla bersama Joana


Max melirik kearah Joana yang menatap arahnya lalu Max perlahan membuka sabuk pengaman mobil nya, lalu seketika Max mendekatkan wajahnya kearah wajah Joana


"kak Max?" ucap Joana


"apa yang sudah kamu berikan untuk bos Theo sampai dia benar benar menyukaimu?" tanya Max


"apa yang kamu tanyakan?"


"hanya bibir kamu berikan membuat bos Theo luluh? gila ya" bentak Max


"kak Maaaax" ucap Joana kesal


Max langsung menarik kedua lengan Joana dan kembali menatap arahnya membuat Joana juga tidak bisa mengalingkan pandangannya kepada Max


"aku tidak peduli sampai bos Theo membunuhku jika tau aku melakukan ini kepadamu, tapi aku tidak peduli, tapi aku mau memberitahumu aku menyukaimu" kata Max


Max mendekati bibir Joana tapi seketika itu Joana menutupi mulutnya membuat Max mencium tangan Joana saja, Max langsung melepaskan tangan Joana tapi Joana akan keluar dari mobil


"kak Max" teriak Joana ketakutan


Max melajukan mobil dengan sangat cepat, Joana takut kecelakaan itu terjadi


"kak Max iya udah, stop kak, aku mohon" teriak Joana


"kita tidak akan bersama tapi kita harus mati bersama" kata Max


dan benar saja, ketakutan Joana terjadi, dimana Max terlalu penuh menarik gas nya hingga ia akan mengerem, membuat mobil terpelanting dan menggelinding lalu hancur tepat bagian setengah belakang mobil


beberapa menit kemudian, Joana sadar, dan melihat sekeliling, yang ia ingin ia masih bisa melihat dunia, ia takut jika kecelakaan ini membuatnya kembali buta


tapi beruntungnya Joana masih bisa melihat dengan jelas dengan kedua matanya, dan ketika melihat Max


ternyata Max, ia tidak sadarkan diri dengan penuh darah di kepala nya bagian kening, Joana membantu Max keluar dari mobil dengan mendorongnya hingga keluar mobil agar ia bisa membantu lebih mudah menyeretnya


setelah Max keluar, Joana mengambil tas milik Max, dan tas miliknya masih ada di tubuhnya, lalu ia keluar dan meminta bantuan disekitar wilayah tempatnya kecelakaan itu


beberapa orang tidak terlihat disana, yaap, memang sepengetahuannya disana adalah wilayah yang memang jarang orang hampiri bahkan hampir tidak ada sama sekali


Joana bingung kemana, ia mencari hapenya dan ternyata masih menyala tapi tinggal beberapa persen, jadi sebelum mati, ia menelfon kontak terakhir dihapenya karna ia bingung mau mencari kontak siapa


pas sekali nomor terakhir itu milik Alberto, lalu Joana pun menelfonnya


"halo, iya Joana, gimana?" tanya Alberto


"pak, bisa datang ke alamat ini, nanti saya kirim lokasi nya, saya kecelakaan"


"kecelakaan? dimana itu?"


Joana tak mau berlama lama takut hapenya mati, ia mengirim lokasinya kepada Alberto dan benar saja, baru mengirim, sudah mati total, tapi beruntung pesan itu masuk ke hape Alberto, jadi Alberto yang sudah akan memesan 1 kamar hotel untuk Lestari dan Sherla membatalkannya


"nona, tidak jadi saya pesan, permisi" kata Alberto


Alberto menghampiri keduanya dan dijalan baru menjelaskan yang terjadi, setelah sampai, Joana masih disana, menahan sakit di siku lengannya sambil menahan kepala Max di pahanya


"Joana" ucap Lestari


"ibuk, buk, bantuin, tolong, pak" kata Joana


mereka langsung berangkat kerumah sakit terdekat kebetulan Alberto pengalaman jalan jalan dan tempat tempat rumah sakit disana


setelah sampai, Max mendapatkan pertolongan pertama, Joana juga dibantu beberapa suster membersihkan beberapa luka di lengan dan kakinya saja yang ternyata juga ada di pinggang Joana terdapat luka


setelah bersih, dan kondisi Joana tidak parah, bahkan ia bisa berjalan, hanya saja memang luka luka, tapi dokter sudah membersihkannya dan memberikan obat penghilang nyeri untuk Joana konsumsi tapi tetap, harus mengenakan kursi roda jika keluar


Joana pun keluar dari kamar perawatannya disana menemui Lestari...


"Joana, kamu sudah baik baik saja?" tanya Lestari


"iya buk, ibu tenang saja, dokter bilang tidak ada apapun yang terjadi padaku, hanya luka luka ini saja" jawab Joana


"Joana, apa yang terjadi? kenapa bisa bersama Max kecelakaan?" tanya Sherla


Joana menjelaskan bagaimana ia dan Max mengalami kecelakaan itu, dan Sherla merasa bersalah karna semua nya dilakukannya untuk dirinya


Joana diantarkan ketiganya melihat kondisi Max, Max ternyata parah, ia koma, harus dirawat, dokter mengatakan pendarahan dikepalanya cukup parah, tapi dokter menjamin jika akan baik baik saja karna Max memberikan tanda ia masih bernapas


"buk, mana tasku?" tanya Joana