My Name JOANA

My Name JOANA
184



selama video calling, Joana berusaha menghindari kedua pria itu terlihat di layar hapenya, agar tidak ada yang tau, tapi keduanya bisa melihat Joana yang bertelfonan dengan orang terdekatnya diindonesia


btw. Joana selalu menelfon video calling ya, ia tidak pernah telfon biasa, dengan siapapun terutama dengan keluarganya


akhirnya Joana pun menyelesaikan telfonnya dan melanjutkan kesibukannya, sorenya ia pergi bekerja dan Motheo dengan Samuel memutuskan untuk pergi pulang saja


"kak, aku mau bekerja" kata Joana


"iya, hati hati ya Joana" kata Samuel


"ada apa apa, kabari aku, aku akan siap membantu" kata Motheo


"aku juga rasa bisa membantu jika butuh bantuan ya" ucap Samuel


"iya kak, makasih" jawab Joana


hari terus berjalan, sudah tak terasa liburan akan sampai pada bulan keenam, dimana seharusnya sudah 3x Joana datang, tapi ia tidak bisa pulang karna belum mengurus paspor nya


ketika ia melewatkan kembali jatah pulang kampungnya di bulan keenam, di bulan ketujuhnya ia mengurus paspor nya


ia meminta ijin libur kepada Jorse dan Shilly, mereka memberikan ijin libur sehari untuk Joana mengurus paspornya


"Wilson" sapa Joana


"hai Joana"


"Wilson, aku mau pamit pergi boleh ya? aku mau mengurus paspor ku yang mati"


"oh. dimana mengurus?"


"di pemerintahan"


"boleh, apa kamu jadi pergi?"


"iya tapi masih 2 bulan lagi, jadi tenang saja ya, ini makanya mengurus dulu paspornya"


"okeh"


"kamu mau bawain apa?"


"aku mau mainan saja, boleh? mobil bis mainan"


"siap"


saat Joana akan pergi, Westly menyapanya..


"kamu kenapa selalu berpamitan kepada Wilson kalau mau pergi pergi?" tanya Westly


"menghargai saja, biar Wilson tau jadwal nya aku ada dan tidak"


"tapi kan tidak wajib juga"


"ya sih, tapi aku yang mau, bayangkan kamu, mau tidak dihargai?"


"ya mau"


"yaudah, Wilson juga berhak dihargai"


"iya sih"


"yasudah aku pamit dulu ya, byebye suster"


Joana pergi, disini Walton mendengar semua percakapan Joana dengan Westly, ia semakin merasa jika ia menjadi suka kepada Joana karna sikap baiknya itu


sementara Joana pergi, ia balik ke rumahnya, bersiap siap pergi ke pemerintahan amerika, saat mencari taksi, ia bertemu dengan Alberto


Alberto berpikir ia mungkin salah lihat, karna melihat Joana mencegat taksi dipakainya


saat Joana masuk...


"Joana beneran ya?" sapa Alberto


"pak?" sapa Joana kaget


"beneran ini Joana?"


"iya pak, astaga kita ketemu lagi"


"kamu kapan datang?"


"sudah 6 bulan pak disini"


"ahh masak? kok gak kabari bapak?"


"iya pak, lupa aku, banyak kerjaan"


"loh kerja?"


"iya, di Jorshy"


"oh dokter ya"


"iya pak"


"waah"


mereka mengobrol disana dan Joana menjelaskan kendalanya tidak bisa pulang


"terus kenapa kok gak pulang pulang?"


"ya paspor saya terblokir, saya pikir harus pergi kepemerintahan" kata Joana


dari segala cerita Joana, Alberto curiga ini kelakuan dan ulah antara Motheo dan Samuel, jadi ia menyeletuk bertanya..


"kamu balik ke amerika, apa bos Sam atau bos Theo ada yang tau?" tanya Alberto


"semua tau pak"


"ahh tau semua?"


"tau, sering pak kerumah ku juga, oh ya, pak main main kerumah ku lah, rumah dinas sih tapi kan jadi rumah ku sementara"


"iya kapan kapan saja"


Alberto semakin yakin tentang halangan Joana pergi karna ulah antara mereka atau salah satu dari mereka atau bahkan ulah keduanya


saat sampai, Alberto menemani Joana


"saya temani ya" kata Alberto


"loh, beneran pak? bapak gak narik taksinya?"


"gampang itu, kan saya kepala nya, mengisi waktu luang jadi narik taksi deh"


dan sesampainya, ditemani Alberto, Joana masuk ruangan itu dan menjelaskan kepada staff disana


"atas nama siapa ya?" tanya staff


"Joana Calista pak" jawab Joana


mendengar kata itu, seketika ada gelagat aneh para staff yang tidak dimengerti Joana tapi dipahami oleh Alberto


staff itu menjelaskan...


"begini nona, bisa kami membantu untuk meregistrasi ulang untuk paspornya kembali aktif tapi ada persyaratan harus diikuti" kata staff


"oh, kalau boleh saya tau apa ya pak?"


"berdasarkan peraturan dari pihak terkait, kami bisa mengurus kembali jika nona Joana bersedia pindah warga negara amerika" kata staff


"apa pak? pindah? mana mungkin? tidak bisa pak"


"iya itu persyaratannya baru kami bisa bantu pengeluaran paspor aktif lagi"


"tapi apa tidak ada cara lain pak?"


"itu sudah ketentuan nya nona"


"mana mungkin pak, disini saya hanya bekerja, di indonesia, saya ada keluarga dan suami, tidak mungkin saya pindah warganegara"


"iya tapi kami berkali kali minta maaf ini sudah peraturan dari kami" kata staff


akhirnya merasa gagal, Joana tidak mungkin memutuskan sepihak atas ini, ia butuh mengabari suaminya, ia pun pamit pergi dan meminta Alberto mengantarkannya pulang saja


"Joana?" sapa Alberto diperjalanan


"ya pak" sapa Joana


"apa kamu sedih?"


"hemm" jawab Joana


Joana berusaha tegar, pikirannya menumpuk, bagaimana mungkin ia pindah warganegara hanya untuk paspornya aktif kembali? lalu bagaimana nasib pernikahannya, bagaimana keluarga nya?


setelah sampai


"pak, tidak mampir dulu?" sapa Joana


"emm lain kali saja Joana, bapak tau kamu butuh istirahat"


"lain kali main sungguh ya pak"


"iya"


Joana turun lalu berjalan dengan lemas menuju rumahnya dan ia pun masuk lalu tidur di kamarnya, diluar, Alberto berpikir itu memang ulah Motheo dan Samuel, ia begitu yakin ulah mereka


hari berlalu, Joana esok malamnya mengabari suaminya soal ini, ia menelfon dan menceritakan semuanya kepada Egar


Egar kaget juga lah, mendengar itu pasti nya tak menyangka Joana berada di situasi pilihan sulit itu


"yaudah, sabar Moy, aku tau kamu bisa berpikir jernih dulu ya" kata Egar


"aku tidak akan pindah kewarganegaraan tapi bagaimana aku tidak bisa pulang lagi?"


"iya sudah, yang penting kamu tidak keluar dari warga negaramu, percuma kan kamu datang keindonesia bukan untuk pulang tapi untuk singgah saja"


semalaman bertelfonan dengan suaminya, Joana tidak tau lagi harus melakukan apa disini, ia tidak pernah menangis tapi kali ini ia menangis dan merasakan betapa sakitnya rasa rindu


Egar? Egar sama, ia menutupi lemahnya karna tanpa Joana karna untuk menjaga perasaan Joana, ia tak mau Joana sedih karna ia sedih


Egar mengabari lagi ini kepada orangtua mereka berdua tanpa terkecuali, kebetulan ada acara makan makan bersama setiap tanggal 2, keluarga Joana dan Egar mengadakan makan bersama untuk sambungan tali silahturahmi mereka terjaga


saat ini lah Egar menjelaskan tentang masalah baru Joana