
"iya iya, tapi kamu panggil saja nama saya, saya Egar"
"baik Egar, salam kenal ya"
beberapa hari berlalu.. saat Michel juga mengenalkan dirinya pada Joana, Joana juga menerima dengan baik, dan begitu kagumnya Michel dengan sikap Joana itu
"Joana?" sapa nya
"iya kak, saya Joana"
"saya Michel, pengawas kampus" kata Michel
"waah selamat siang pak"
"eh panggil kak saja, kita hampir seumuran"
"haha iya iya"
siring dekati Joana, ia mulai prihatin karna ia pikir Joana suka pada Nero, karna tak mau Joana terus di bohongi, Michel menarik perhatian Joana agar melihat bagaimana sikap Nero sebenarnya
tapi yang ada malah itu diketahui oleh Elyas, tentang Joana yang didekati oleh Michel
saat Michel baru keluar dari ruangan rapat dosen, Elyas menghampirinya
"Elyas" sapa Michel
"selama ini kamu mendekati Joana? kamu suka?" tanya Arsan
"kan Joana bukan milik siapa siapa jadi boleh aku dekati dia dong?"
"asal jangan sentuh dia, berani sedikit saja membuat dia sakita hati atau sedih, urusanmu dengan aku" ucap Elyas menatap kedua mata Michel dengan tajam
"oh kamu tenang saja, aku justru membantu untuk Joana tidak disakiti oleh Nero, karna aku tau Nero mendekati adik junior di perikanan" kata Michel
"apa kamu bilang? Nero mendekati gadis lain?"
"iya, kamu tidak tau? aku merasa Nero berhasil mendekati Joana dan meninggalkannya sekarang" ucap Michel
Michel sengaja mengompori semuanya, dan jelas itu membuat Elyas kesal, ia pun akhirya menyuruh untuk Mikail dan Arsan memberikan pelajaran kepada Nero
Mikail dan Arsan melancarkan urusannya menghajar Nero habis habisan
"berhenti, Arsan, udah, lepas, berhenti Mikail" teriak Nero
Elyas mendekati wajah Nero dan menarik dagunya
"jangan lagi muncul dihadapan Joana atau aku membunuhmu perlahan" ucap Elyas
seketika itu Elyas melepaskan Nero dan pergi begitu saja, hari berlalu, dimana malah setiap harinya Michel terus menunjukkan tentang bagaimana sikap Nero
tak hanya pada Elyas, tapi Michel juga memberitahu sikap Nero kepada Joana
"kamu lihat itu, ada Nero dengan gadis itu" ucap Michel
"iya lihat" jawab Joana dengan polosnya
"gadis itu namanya Fadia, anak perikanan juga, mereka terlihat dekat"
"apa mereka berpacaran?"
"bisa jadi"
"oh berarti sibuknya kak Nero karna ada pacar baru, waah"
Joana berjalan mendekati Nero dan Fidia
"kak" sapa Joana
"Joana?" sapa Nero kaget
"waaah ternyata sibuk nya sama pacar baru ya?"
"Joana emm aku bisa jelasin"
"loh gak papa kak, aku senang justru, salam kenal ya kak, aku Joana" kata Joana pada Fidia
tapi seketika itu Nero mengingat ucapan Nandra tentang salah satu contoh polosnya Joana, meskipun dalam berpacaran dengan Joana tapi kamu ketahuan dekati wanita lain, Joana akan turut senang karna menurutnya jika orang lain senang adalah kebahagiaannya apalagi Nero dan Joana tidak memiliki hubungan, jelas Joana turut bahagia melihat Nero bahagia
ia pun pergi dan terlihat tidak ada sama sekali rasa kesal pada wajah Joana, sementara Nero, semakin dibuat menyesal, ia merasa bersalah pada Joana, dan akhirnya memberi tahu pada Fadia
"maaf Fadia, aku mencintai Joana, jadi aku harus pergi nenyusulnya" kata Nero
"tapi kamu bilang sudah gak cinta?" tanya Fadia
Fadia tak terima, ia terus memarahi dan memaki maki Nero, tapi Nero tak peduli
"Nero, kamu bilang sayang padaku" teriaknya
Fadia terus berteriak tapi Nero terus berjalan mencari Joana, bahkan saat sampai kelas nya ia melihat jika Joana sedang dalam jam kuliah
setelah keluar...
"Joana" sapanya
"kak Nero?"
Ello dan Vera pun pergi lebih dulu
"ada apa kak?"
"aku tidak ada hubungan apa apa sama gadis tadi, dia temanku" kata Nero
"iya kak gak masalah, aku gak masalah banget" kata Joana
"kamu masih mau berteman?"
"masih"
dan ternyata sudah ada Michel sedari tadi memerhatikan mereka berdua, ia melihat Nero dengan penuh heran dan tertawa sinis seolah ini permainan dimulai
"bocah bodoh" ucapnya pelan menghina Nero
esok nya, Joana akan pulang bersama Ello, ketika akan menyapa Joana, Michel melihat Joana bersama Ello, ia pikir Ello dan Joana hanya teman, saat ia akan dekati, ia melihat seseorang lain mendekati Joana
"hai cantik" sapa nya
"kak Egar?"
"yap, kamu mau pulang?"
"iya, sama Ello"
"Elli ini?"
"teman ku sekelas"
"oh, hai Ello, aku Egar salam kenal"
"hai kak salam kenal juga"
Egar hanya jalan bersama Joana hingga depan gerbang utama kampus, lalu melihat Ello dan Joana pergi, lagi lagi Michel hanya melihat kearah mereka..
"sudah kubilang gadis cantik tidak akan sepi lelaki mengejarnya" kata nya dalam hati lalu pergi
beberapa hari berlalu, ketika sering nya Michel datang diam diam ke tempat Joana tanpa tau Nero, Michel juga berhasil menghasut Joana, meskipun Joana selalu meminta nya berpikir positif, tapi Michel terus berusaha untuk Nero terlihat jelek, hingga akhirnya..
Joana berhasil diluluhkan dengan Michel yang mampu mengajaknya jalan jalan, berlibur..
lagi lagi rumah Joana kedatangan tamu ketika Joana tidak ada jam kuliah, ternyata Michel meminta agar Ello mengajaknya kerumah Joana
setelah sampai, Ello, Michel dan juga Vera, mereka mengobrol dibelakang rumah Joana
"kok ikut kak Michel?" tanya Joana
"iya, aku tau rumah Vera, terus melihat mobil Ello, jadi sekalian ikut" kata Michel
"emm"
"mana ibu bapaknya?"
"keluar kak, mereka belanja kepasar"
"ahh"
mereka mengobrol disana soal banyak nya tugas kampus baik tugas materi atau tugas organisasi, kedekatan Michel dengan teman teman Joana juga menambah daftar teman baru bagi Joana sebagai orang yang terbilang baru mengenal dunia, tapi banyak sekali orang baik ditemui Joana
tak lama Melanie menyapa mereka..
"loh sudah datang tamunya bentar bentar saya masak dulu" kata Melanie
"maa, ini teman baru Joana, kak Michel namanya"
"teman baru?" tanya Melanie
"Michel" sapa Michel
Melanie dan Amir bingung mengapa dandanan Michel cukup terbilang sangat rapi seperti guru guru pengajar, apa dia guru
"saya Michel, pengawas sekolah, tapi memang saya dekat dengan Joana, dengan Ello dan Vera membahas nanti gimana kedepannya pengawasan dan organisasi kami berjalan tante" kata Michel
"oh ya sudah ya saya tinggal masak dulu, silahkan mengobrol lagi lanjutkan"
beberapa hari berlalu, kedekatan antara Michel dan Joana terdengar pada Nero, ia geram padahal ia sudah menjaga perasaan dan sopan pada Michel,
karna tau Nero akan mencari Joana, Michel menyuruh agar Ello membawa Joana ke salah satu toko buku agar mengelabui nya dulu