My Name JOANA

My Name JOANA
69



setelah sama sama bangun, Joana dan Samuel mencari makan pagi mereka, tak lama Samuel dapat telfon dan Fabian yang mengatakan jika ada beberapa masalah baru


"kak, kenapa?" sapa Joana setelah Samuel menutup telfonnya


"emm gak"


"kamu ada kesibukan ya? yaudah sana"


"kamu aku antar dulu ya"


"tidak, kmu pergi saja, aku bisa sendiri kak"


"beneran gakpapa?"


"iya, hati hati kak"


Samuel pun pergi, ia menuju kasir dulu dan menanyakan bill meja tempatnya makan, saat staff mengambilkan billnya lalu memberikannya, Samuel memberikan segepok uang


"pak, ini kelebihan pak" kata staff disana


Samuel keburu pergi, dan staff menghitungnya


tak lama Joana selesai makan, ia menoleh kearah Samuel dengan heran, karna uangnya sangat banyak, tagihan makan nya tidak sampai sejuta tapi memberikan malah 10 juta


tapi karna staff disana terlatih untuk jujur, jadi staff itu memberikan kepada Joana, sebagai orang yang tadi masuk dan memesan makanan bareng pria itu


"kak, minta billnya sekalian" kata Joana menyapa staff


"oh kak, ini billnya sudah dibayar sama temannya tadi, tapi uangnya berlebihan banyak saya kembalikan ya" kata staff


"ooh banyak sekali?"


"iya tadi teman anda memberikan 10juta kan tagihannya hanya 950 ribu"


"oh iya makasih ya kak, nanti saya sampaikan"


"iyaa kak"


setelah Joana pergi, Joana pergi ke kampus, sesampainya dikampus, ia bertemu dengan teman temannya


"loh, kok sedikit yang datang ya key?" tanya Joana


"iya, pak dosennya cancel hari ini"


"loh jadi kapan?"


"dua hari lagi katanya, ada keperluan keluar kota"


"oh jadi kosong hari ini kelas?"


"iyaa"


"ehh Joana, kerumah kamu yuk, akuu mau pulang males, masak baru sampai di kampus dan pulang" jawab Marcello


"loh ya ayo, ayo deh" kata Joana


"akulah ikut" jawab Akeyla


dan beberapa teman disana juga ikut, mereka pergi kerumah Lestari, dan sesampainya disana, mereka mengobrol beberapa hal tentang perkuliahan dan banyak materi


"loh ada teman teman nya Joana?" sapa Lestari


"iya buk, biasanya ibuk tidur kan jam segini"


"ini baru juga bangun"


"emm, oh ya buk, ini teman temanku kenalin"


"hai, saya Lestari, panggil ibu Tari saja"


"oh iya bi Tari, salam kenal"


Lestari membuatkan minuman dan menyiapkan snack untuk teman teman Joana disana, Joana menjelaskan siapa Lestari itu dan barulah semua temannya tau karna dikira oleh mereka jika itu adalah ibu kandung Joana


"ayo ini ibu buatkan minuman, jangan air putih saja Joana" kata Lestari


"iya buk" jawab Joana


mereka mengobrol lagi disana bersama hingga sorenya, dimana mereka berempat pun berpamitan pulang begitu juga Joana yang harus balik ke asrama


baru saja keluar rumah, Ranya menelfon Joana


"halo Ranya, kenapa?" sapa Joana


"kamu gak ada kelas hari ini?"


"gak ada, aku dirumah"


"kok gak ajak ajak aku?"


"aku pikir kamu tadi ada kelas, tadi sudah aku mau hubungi sih"


"yaaah, tapi aku kan janji malam ini kekamar asrama mu"


"iya gakpapa, ini aku juga udah selesai kok sama anak anak lainnya, udah pada mau balik, ini aku juga mau balik ke asrama kan"


"oh yaudah, aku kesana jam 8 ya"


"okeh"


sesampainya Joana di asrama nya, ia membereskan kamarnya karna Ranya akan menginap, malamnya.. Ranya benar datang dan mengetuk pintu kamarnya


"ayo masuk" sapa Joana


"yaa"


mereka pun masuk, lalu duduk dan mengobrol banyak hal disana, jika bersama Joana pastilah membahas soal pekerjaan kampus


karna Joana tidak sama dengan gadis lain kebanyakan ketika berkumpul teman temannya akan membicarakan tentang pacar, tentang makanan, film dan lainnya


"eh iya tadi ngapain saja dirumah kamu?" tanya Ranya


"ngerjain tugas kelompok kan sambil bicara santai juga lah, tentang jalan jalan tempat tempat disini"


"ohh, oh aku boleh minta alamat rumahmu? kan kapan kapan kalau sempat, bisa main"


"boleh, ini aku kirim alamatnya di pesan chat"


"iya"


saat asik mengobrol, tiba tiba lampunya berkedip, beberapa kali lalu mati, Ranya ketakutan, bukan takut apa apa tapi takut jika ia melihat ada hantu atau sebagainya itu, lampu mati sekitar 30 menitan dan selama itu Ranya memeluk Joana disana, hingga nyala lampu


"gakpapa Ranya, ini hanya konslet, besok sepertinya aku akan melapor ke penjaga asrama" jawab Joana


"memang sering ya?"


"sering sih, gak separah tadi, besok pagi biar aku bilangkan ke penjaga deh, biar cepat di kerjakan"


"eh Joana, kamu tadi mati kok gak ketakutan?" tanya Ranya


"aku terbiasa kok" jawab Joana


"terbiasa gimana?"


"terbiasa saja, aku dulu sejak lahir hingga usia ku 15 tahun, aku buta"


"buta?" ucap Ranya kaget


Joana menjelaskan semuanya tentang dirinya dimasa lalu kepada Ranya, yap ini adalah pertama kalinya karna Akeyla dan Marcello yang terbilang lebih dekat dengan Joana tidak tau soal itu


"ooh jadi kamu terbiasa dong ya" jawab Ranya


"emm terbiasa saja"


mengobrol lagi sampai larut malam hingga mereka pun tidur bersama, paginya.. karna Joana tidak ada kelas ia berniat menemui Elyas, menanyakan bagaimana kabar dia setelah diterima bekerja itu


karna sejak hari itu sudah tidak pernah lagi bertemu hanya saling telfon setiap malam nya saja dan itu tidak sering, beberapa kali saja


"Joana, aduh, aku ada kelas lagi, kalau pulang gak nutut waktu" kata Ranya


"mandi disini saja sana"


"boleh ya"


"em"


setelah mandi, lalu siap siap baru Ranya pergi kelas karna ia ada jam kelas pagi, Joana juga siap siap untuk pergi menemui pacarnya


sementara Ranya, baru sampai kelasnya ternyata belum ada dosen datang, ketua kelasnya mengatakan diundur 20 menitan dosen datang


Ranya pun menelfon Samuel


"halo" sapa Samuel


"ya halo bos"


"ada apa?" tanya Samuel


"bos, aku dapat beberapa hal soal Joana"


"apa?"


"alamat rumah, bos sudah tau?"


"sudah"


"yaaah, kalau makanan atau minuman?"


"sudah"


"aah tau semua?"


"iya, itu saja?"


"kalau soal ini bos, Joana dulu pernah buta" kata Ranya


"buta?"


"emm, buta, Joana pernah bercerita kalau Joana pernah buta, ia buta dari lahir bos, sampai dia usianya 15 tahun, dan dioperasi nya diawal setelah usia nya baru melewati 15 tahun, yaa hampir ke 16 lah"


"ohh" jawab Samuel


disini membuatnya ralate karna ia baru sadar kemarin ketika pemadaman, kenapa Joana santai, tidak takut sama sekali dan tidak teriak sedikit saja, jangankan teriak, bersuara saja tidak terdengar


apalagi Samuel tidak tau sama sekali soal itu, ia juga baru sadar Joana tidak penakut saat gelap