My Name JOANA

My Name JOANA
290



karna Motheo pas Joana datang ia masih ada di luar negri, sementara Samuel, memang ia yang menyambut kedatangan Joana tapi Joana menolak, hanya berhubungan badan sebentar lalu alasan capek


dan sejak itulah, Joana tidak lagi berhubungan badan dengan siapapun, sementara hamilnya Joana sudah empat minggu, jadi itu artinya jelas kan kalau anak dikandung Joana adalah darah daging Egar, bukan Motheo Samuel


bicara Egar.. balik ke sisi kehidupan Egar ya..


dimana setelah baliknya Joana ke indonesia dan kembali lagi ke amerika, Egar makin sibuk dengan urusan kegiatannya sebagai dua peran sekaligus yaitu menjadi murid kampus kedokteran jiwa dan juga sebagai dokter umum di RSNU


"dokter" sapa Melki


"kenapa?" jawab Egar dingin


"maafkan saya pernah tidak sopan"


"ahh lupakan saja"


"saya melihat istri anda kemarin, saya merasa dia memang berhati baik, lembut dan cantik, pantas anda mencintai dia, selamat atas pernikahan kalian, aku berharap kalian akan terus berbahagia" kata Melki


"makasih dokter Melki, maafkan saya juga dengan sikap dingin saya apalagi sikap orang tua saya, saya harap kamu paham situasinya sebagak perempuan"


"yaa saya paham, untuk itu saya meminta maaf"


di RSNU, tidak ada kendala apapun, berjalan dengan lancar, ia juga kasih menjadi dokter kulkas lima pintu karna saking ia bersikap dinginnya, jadi semua dirumah sakit itu paham dengan sikap Egar dan tidak sakit hati lagi karna paham


termasuk Melki, karna Melki sempat mengobrol dengan Joana dan melihat bagaimana pembawaan Joana yang asik, kalem, baik, membuat ia merasa memang pantas Egar untuk Joana, apalagi Melki sudah menikah, ia juga sudah melupakan perasaannya kepada Egar


paginya hari berikutnya..


Egar ada kelas pagi, berangkat kekampusnya, seperti biasa, ia pergi kekampus dan bertemu dengan Fero, beberapa hari kemudian, Egar yang sedang mengerjakan tugasnya dikursi yang ada di luar kelasnya


tiba tiba ada yang menyapanya...


"kak, permisi, ruang kelas 15.5 dimana?" tanya seseorang itu


"naik tangga itu, lalu pas di sebelah kanan tangga" jawab Egar tetap sibuk dengan laptopnya


Egar tidak memerhatikan dan tidak peduli siapa gadis menanyakan alamat kelas kepadanya tapi gadis itu berjalan ke arah tangga sembari melirik ke arah Egar, berharap Egar menoleh kearahnya tapi tidak juga menoleh akhirnya gadis itu naik dan pergi


setelah urusan gadis itu selesai, ia turun lagi, melihat Egar masih ada di kursi yang tadi, belum beranjak, karna penasaran, akhirnya gadis itu mendekati lagi dan menyapa Egar


"kak, kalau toilet sebelah mana?" tanya gadis itu


"kalau dilantai ini, lurus saja, paling ujung sebelah kiri kanan, kiri cowok, kanan cewek"


"yaa terimakasih"


tapi gadis itu masih tidak juga pergi dari depan Egar, Egar merasa terganggu akhirnya menoleh juga kepada gadis itu, ternyata gadis yang tadi menanyakan ruang kelas 15.5 dan toilet adalah gadis yang sama dengan gadis yang duduk disamping Egar ketika saat ada angin cukup keras saat itu


"kenapa? masih ada yang ditanyakan lagi?" tanya Egar


"tidak"


"kurang jelas alamat toiletnya?"


"tidak"


"tidak ada kepentingan lagi? yasudah silahkan pergilah" ucap Egar dengan tegas


kembali sibuk kepada laptopnya tapi gadis itu masih berdiri didepannya membuat Egar risih, ia pun mengemasi barangnya dalam tas dan berdiri lalu akan pergi masuk kekelasnya


"kak, aku hanya ingin berkenalan, salam kenal, namaku Ayu" kata gadis itu


tapi Egar tidak peduli dan tetap meninggalkan gadis itu lalu masuk kelasnya dan mengerjakan tugasnya dalam kelas saja, akhirnya gadis itu hanya diam, berjalan melirik kearah Egar yang sibuk dengan laptopnya dan meninggalkan tempat itu


gadis itu bernama Rahayu Sukmawati dengan panggilan Ayu, Rahayu adalah murid baru kedokteran jiwa adik junior dari Egar yang baru tahun ini masuk karna Egar sudah tahun lalu masuk


dan juga karna tampilan berpakaian nya berbeda, Joana memakai baju selalu rok panjang, paling pendek ya dibawa lutut dengan baju kaos lengan panjang atau hem cewek sementara Rahayu memakai rok kekinian yang ala ala anak muda jaman sekarang



Rahayu memiliki cara berpakaian diatas, dengan rok mini, baju hem atau kaos tanpa lengan, dan selalu bertopi, ia mengkoleksi banyak sekali topi topi kekinian


sikap Egar bukan membuat Rahayu mundur tapi malah penasaran, karna ia memiliki kriteria pria idaman yang cuek, cool, kaku, karna baginya yang seperti itu membuatnya menjadi aman dalam berhubungan status karna pria nya cuek diluar


saat jalan akan keluar dari gedung untuk balik ke asrama, karna Rahayu tinggal di asrama, mengingat jarak rumah ke kampus nya sangat jauh


tapi ia tidak sengaja menabrak murid lain, membuat nya terjatuh tapi ia yang meminta maaf..


"aduh kak maaf kak" kata Rahayu


"makanya jalan itu mata dipake, jangan hanya jalan pake kaki" jawab gadis yang menabrak Rahayu


"ya kak maaf kak, saya memang kurang fokus"


saat Rahayu menoleh ke arah gadis ia tabrak, itu adalah Elva, Elva cukup dikenal dikampus dengan citra cewek galak dan tomboi, jadi Rahayu tau soalnya meskipun tidak kenal, sekedar tau..


"maaf ya kak" ucap Rahayu


"maaf maaf, matamu dipakai, lihat orang jalan, bukan jalan bapak lo nih" bentak Tiko


"hei sudah lah, jangan kasar" jawab Sahid


"kamu baru ya? junior bukan?" tanya Elva


"iya kak, baru, junior, masuk tahun ini" jawab Rahayu


"kenapa dah?" tanya Tiko


"enggak, asing aja" jawab Elva


"maaf ya kak" ucap Rahayu lagi


"maaf maaf mulu lu" bentak Tiko


"Tikoo, ssst" jawab Sahid


"anak fakultas ini memang?" tanya Elva


"ya kak" jawab Rahayu


ketiganya tau jika fakultas itu adalah fakultas kedokteran kejiwaan, sekilas Elva merasa rindu kepada Joana ketika melihat Rahayu


Joana juga selalu mengatakan kata maaf dengan berulang ulang jika ia yang merasa bersalah, bahkan Joana tidak salah pun Joana meminta maaf lebih dulu pasti


"ahh anak kedokteran jiwa? aku jadi kangen sama kakakku" ucap Elva pelan


"hemm, yaudah ayo, kita kan nyari pak bos" kata Tiko


"yaudah, eh btw sorry ya, tadi aku juga kasar, jangan ambil hati, kita memang begini, aku lihat kamu sekilas ingat kakakku jadi aku yang minta maaf"


"oh ya kak, gak papa, santai aku" jawab Rahayu


"salam kenal, Elva"


"Ayu kak"


"ahh Ayu? oh ya ini Tiko dan ini Sahid"


"salam kenal ya kak" kata Rahayu