My Name JOANA

My Name JOANA
13



ketika Joana berjalan melewati mereka, entah kenapa Elyas malah tertarik melihat kearah Joana, ia terkesan pada Joana


"bos, ada apa bos?" tanya salah satu temannya


"siapa dia?"


"waah tidak tau, mungkin dia anak baru"


"tapi bukan fakultas komunikasi"


"iya kami juga baru melihatnya" jawab mereka


dalam hati Elyas, gadis ini benar benar menarik perhatiannya, bagaimana tidak, Elyas melihat betul dengan matanya sendiri bagaimana gadis itu dengan santainya menyapa dua murid yang akan berkelahi dan bahkan menyapanya dengan santainya


padahal, semua murid di kampus itu, jika melihat Elyas saja, mereka menghindar


siapa yang tidak kenal Elyas, penguasah kampus, jangankan murid lain, dosen pun tidak ada yang berani memengaruhi nya


jika dibandingkan dengan Nero, Nero tidak ada setengah dari karisma dimiliki Elyas


beberapa hari berselang, tak terasa Joana sudah akan naik tingkat.. saat Joana akan pergi ke sekolah, ia telah siap, ia makan pagi bersama ayah ibu dan bibinya..


"gimana beberapa hari ini sekolah?" tanya Amir


"lancar kok pa, aku senang, teman teman juga pada baik"


"tidak terasa sudah setahun kamu kuliah disana, kamu sebentar lagi akan naik tingkat, bapak akan berikan sesuatu"


"apa pa?"


Amir menyodorkan bingkisan, berisi telfon genggam atau hape dan dibuka oleh Joana, ia kaget karna isinya hape...


"waah hape pa buat Joana?" tanya Joana


"iya buat kamu" jawab Amir


"iya buat Joana, Joana sepertinya sudah harus pakai hape sendiri, biar Joana punya privasi sendiri, ini papa belikan, tapi papa masih pesan buat laptop, kamu akan butuh laptop, nanti kalau tidak bisa biar bibi Melinda bantuin caranya" kata Amie


Amir sudah menyiapkan semuanya sendiri, ia memang memutuskan memberikan Joana hape sendiri karna ia tau Joana yang sebenar nya lebih butuh itu..


ia juga memesankan untuk laptopnya tapi menunggu keluaran baru datang


Joana senang dan ia mencoba coba hape barunya dibantu Melinda


Joana bersiap siap akan pergi ke kuliah, tapi Amir mengatakan dosennya membatalkan jadwal nya hari ini karna keperluan lain, Amir pun menggantikan nomor nya dengan mengirim nomer Joana yang sudah ada di hape itu


sore hingga malam, Joana terus memainkan hapenya bersama Melinda yang sedang mengurus ikan dari Dimas, guru sekolah lama Joana


esok paginya, Joana mendapat kabar di hape nya sendiri, jika pelajaran diadakan sangat pagi..


ia pun bersiap siap, merapikan tas bawaannya dan makan pagi lalu beranngkat bersama Amir


sesampainya..


"hai Joana" sapa Galen


"hai kak"


"mau ku antar ke kelas, jadi pengen tau kelas kamu" katanya berbohong padahal ia sudah tau


Joana pun pergi bersama Galen ke kelasnya, tapi tak lama Nero datang, ia yang melihat Joana bersama Galen terlihat cemburu padahal sebelumnya ia mengatakan anti cemburu, jika ia melihat pacarnya dengan lelaki lain dengan muda ia akan meninggalkannya langsung mendapatkan yang baru lainnya


"Joana.. kamu datang? aku kesiangan jadi gak nututin kamu datang" kata Nero


"iya kak, gakpapa"


"oh ya, makasih ya buat mama kamu yang kemaren baik banget aku datang" kata Nero


"mama? oh iya kak, iya sama sama"


"udah sana masuk" kata Nero


Galen bingung mengapa Nero telah sampai dirumah Joana, apa mereka berpacaran, tapi Galen tidak rela jika Joana harus dekat dengan Nero, karna sejak awal, Galen lah yang ingin mendekati Joana tapi selalu diganggu Nero


beberapa hari berlalu.. Galen kembali membiarkan untuk Nero mendekati Joana selagi Nero dalam jalur kebaikan, ia hanya bisa perhatikan Joana dan Nero saja..


esoknya, saat Joana kembali bertemu dengan Nero, ketika Joana baru datang dan akan jalan ke gedungnya, ia harus melewati gedung perikanan, lalu Nero menyapa nya


"Joana" sapa nya


"hai kak"


"masuk, berapa jam nanti?"


"dua jam"


"oh ya kak, aku punya hape sudah, papa belikan aku hape"


"oh ya? mana coba lihat"


"ini"


Nero pun menyimpan nomornya diponsel Joana, lalu menelfon ke nomor itu agar ia tau nomor Joana


"ini, sudah aku simpan, namanya Nero"


"iya iya"


"aku juga simpan"


"iya, emm kak, aku duluan itu dosen sudah datang"


"oh baiklah, byee"


saat pulang dari kelasnya, ia berjalan keluar, ia melihat ke arah lobi gedung sekolah Nero


tak lama Nero yang melihat Joana langsung berlari menyapa Joana


karna melihat Joana terus melihat ke arah dalam gedungnya, Nero mengajak Joana masuk dan melihat lihat, Nero pun jalan, ketika melewati gedung fakultasnya, Joana melihat ada yang menarik perhatiannya, ia seketika terdiam tepat didepan gedung itu


"Joana, ayo" ajak Nero


"ini gedung apa?"


"oh disini gedung aku, gedung perikanan, kamu mau lihat?"


"mau, memang boleh bukan murid sana masuk sana?"


"boleh"


setelah masuk ke gedung itu, Nero terus berjalan tanpa tau jika Joana terhenti karna melihat akuarium raksasa yang terpajang didepan lobi utama itu


ketika menoleh sudah nendapati Joana sibuk memegang megang kaca akuarium itu


"Joana, ayo, ada apa itu?" tanya Nero


"kak, ini akuarium kan, kenapa sebesar ini?" tanya Joana


"iya akuarium besar memang untuk hiasan disini" kata Nero


"waaah besar sekali"


"iya itu akuarium memang khusus menyimpan ikan ikan itu"


"ooh"


mereka lanjutkan jalan, dan banyak yang memerhatikan keduanya karna Nero begitu sangat berubah akhir akhir ini mungkin karna gadis bersama nya itu


semua merasa heran pada gadis bersama Nero, apa yang ia ingin dapatkan pada Nero? padahal gadis itu tidak terlihat jika gadis yang tidak baik, terlihat sangat polos, jadi tidak mungkin mendekati Nero karna ingin dikenal banyak murid


yaa siapa sangka, kedekatannya dengan Joana mampu membuat Nero berubah, yang dulunya ia tidak pernah tersenyum, ia bisa tersenyum saat dengan Joana, terlihat juga Nero yang begitu sangat peduli pada Joana..


pada intinya, Nero benar benar bisa berubah demi sosok Joana yang notabene nya baru dikenalnya..


mereka pun jalan menyusuri gedung itu bersama Nero, saat Nero mengajak Joana pergi ke tempat tongkrongan teman temannya


"kita kemana?" tanya Joana


"disini aku pertama kenal kamu, kamu ingat kan, waktu kamu tanya sama temanku dimana ruangan pak Dori?"


"oh iya disini, itu ruangan disana"


"hehem" sapa beberapa teman Nero


"dia kan gadis yang pernah tanya padaku ruangan pak Dori?" tanya Manda berbisik


"iya dia, oh iya Joana, ini ingat kan dia?"


"ahh ingat, aku tanya sama dia ruangan pak Dori"


"iya kenalin, aku Joana" sapa Joana


"Manda" sapa Manda


"Joana" sapa Joana


"Titto" sapa Titto


"ini juga teman temanku lainnya" kata Nero