My Name JOANA

My Name JOANA
72



disinilah baru Akeyla dan Marcello baru bertemu dengan Elyas. dan mereka kaget ketika Elyas mengakui dirinya adalah pacar dari Joana, dan Joana membenarkannya


karna memang Akeyla dan Marcello tau betul bagaimana Joana, gadis polos yang hidupnya tidak lepas dari belajar dan buku, ketika berkenalan dengan pria diakui pacar oleh Joana, tentu kaget


karna remaja yang berpacaran pasti sudah image jelek apalagi jaman sekarang kan, banyak pacaran diluar batas


setelah berkenalan disana, Joana dan Elyas pergi bersama untuk jalan


hari hari berlalu, dimana Claudi meminta maaf dengan mengirim pesan tidak sempat main kerumah Joana jadi tidak bisa datang


"oh iya gakpapa Claudi, ini sekarang kamu dimana?"


"aku sudah dibandara ini, aku benar lupa mau kerumahmu karna terburu juga"


"oh iya tidak apa apa kok, lain kali liburan lagi mampir ya, hubungi aku"


"siap"


hari berjalan, dimana ketika Joana sibuk dengan banyak pekerjaan kampusnya, ditempat lain Elyas juga sibuk dalam kerjaannya


ia beberapa minggu bekerja sudah disana tapi ia memiliki kharisma tinggi jadi ia cepat diangkat menjadi kepala gudang dari pabrik supplier tempatnya bekerja


"selamat ya Elyas, saya harap kamu bekerja dengan lebih baik" kata bosnya


"siap bos, saya bekerja lebih baik"


mendapatkan kabar baik itu, Elyas memberikan kabar kepada pacarnya dan mengajaknya untuk makan malam


tapi karna Elyas masih bekerja jadi ia hanya mengirim pesan chat saja sebelum kembali bekerja


malamnya..


seperti sudah janjian siang nya tadi, Elyas menjemput Joana di depan pintu utama asrama Joana lalu Joana keluar dan menyapa nya


"beneran kak diangkat jadi pengawasnya?"


"iya. panjang ceritanya, aku ceritakan sambil jalan ya"


"iya ayo"


mereka jalan berdua sambil Elyas menjelaskan bagaimana ia naik jabatan jadi pengawas dan malam itu mereka makan berdua diluar


"makan apa saja kamu pesan, aku bayarin" kata Elyas


"beneran kak? waah makasih kak, tapi jangan lah boros"


"ya gak boros, sekali ini saja kan, kan demi pacarku juga"


"iya juga"


hari hari kembali berlalu, Elyas dengan kesibukan barunya di beberapa hari ini, mengawasi bagian gudang supplier nya, tapi salah satu staff disana bingung untuk mengantarkan beberapa barang permintaan toko besar alat sekolah tempat lama Elyas bekerja disana


"kenapa ya?" tanya Elyas


"ini pak Elyas, bagian pengiriman ke toko besar nya tidak ada orang, orangnya kebetulan kan libur sejak kemarin"


"terus siapa gantikan pengiriman?"


"ya itu tidak ada"


"biar saya, siap kan semuanya, apa saja barangnya, masukkan mobil, minta supir pengiriman nya antarkan saya, saya siap siap"


"baik pak"


Elyas lah yang mengalah mengantarkan barang itu, kebetulan ia juga tuntas pekerjaan jadi free, jadi ia memutuskan untuk pergi ke toko besar


sesampainya, ia disambut oleh staff penerimaan barang yang baru datang dari pabrik supplier


"waah Elyas, kau yang antar?" sapa Lerry, staff pria, teman Elyas juga


"ya, staffku lagi libur dari kemarin bagian pengawasan pengantarannya jadi aku gantikan"


"ahh"


setelah semua urusannya selesai, Elyas melihat beberapa penjualan ditoko itu karna ia juga bagian dari toko itu masih


"Lerry, aku keliling dulu disini, mau lihat lihat"


"ih boleh boleh" jawab Lerry


Lerry adalah teman kerja Elyas, Lerry senior di tempat kerja tapi usianya sama dengan Elyas, Elyas tinggal kontrakan juga disamping kontrakan milik Lerry yang dari kantor karna Lerry terbilang staff utama kepengawasan juga di bagian toko


saat melihat lihat, seseorang mengenalinya..


"emm hai" sapa gadis disana


"ya? hai? siapa ya?" sapa Elyas


"lupa ya? aku Erisa"


"Erisa? emm?"


"itu, yang waktu ketemu kamu sama pacar kamu di street foot midnight, ingat?"


"ohh kamu yang sama pacarmu itu juga kan?"


"iya, kok disini?"


"ini antar dia"


"ini siapaa?"


"dia anak dari kakak aku, aku janjikan buat belikan dia barang barang sekolah, jadi kesini saja karna kan juga disini paling besar dan lengkap"


"oh iya juga"


"kamu apa kabar?"


"baik, aku baik"


"mana pacarmu? siapa tunggu aku sedikit ingat namanya, emm Jo.. Joana ya kan?"


"iya Joana, ah dia sibuk kelasnya"


"oh ya? emm"


Erisa ini adalah gadis yang bertemu saat dilapak corndog beberapa hari lalu, Erisa ini adalah pacar dari Fabian, anak buah dari Samuel


"kamu kok disini? ngapain?" tanya Erisa


"ini aku lagi kerja, ini tempat kerjaku, tapi aku pindah bagian pabrik"


"oh, kok bagian pabrik masih kesini?"


"pengiriman barang supplier"


"ahh"


mereka tidak sengaja bertemu disana dan mengobrol, bahkan hingga bertukar nomor ponsel, dalam pikiran Elyas, ia menambah teman saja selama ia diamerika kan terbilang baru


"sudah? kami pulang dulu ya" kata Erisa


"waah cepat sekali, gak minum minum dulu"


"udah lah makasih deh"


"iyaa"


Erisa pun pergi tapi Lerry menyapa Elyas disana


"kenapa?" tanya Lerry


"apanya?"


"itu tadi, pelanggan, kamu bicara, kalian kenal?"


"oh itu, tidak kenal, hanya pernah sempat bertemu pas aku sama pacarku jalan"


"oh, eh kamu sama pacarmu? aku baru tau kamu punya pacar?"


"iya ada pacar dia kesini tapi pertukaran pelajar di unniversitas los angeles sana"


"wiih, pacarmu sudah pertukaran pelajar dan di universitas itu? pintar sekali dia ya"


"begitulah"


"berapa lama?"


"yaaa sekitar hampir lah setahunan"


"ahh, itu tadi teman pacarmu gitu?"


"bukan, hanya ketemu waktu aku ke street foot sama pacarku, dia sama pacarnya"


"dia pelanggan toko ini lama, sejak dia sendiri sekolah, jadi aku kenal juga, kan dia bahkan ada kartu member buat kalau ada potongan harga karna langganan setia kami"


"oh ya?"


"em"


hari berlalu ketika dimana kesibukan Joana sudah mulai mereda, ia memutuskan pulang kerumah Lestari dan masuk lalu menyapa Lestari


"Joana, baru pulang?"


"iya buk. ibu masak apa?"


"hari ini masak nasi goreng saja, kamu mau ibuk masakin lain kah?"


"nasi goreng saja gakpapa"


"tunggu ibuk panasi"


tak lama nasi goreng jadi, Joana mulai makan sambil mengerjakan tugasnya di laptop, Lestari duduk santai di ruang tamu yang sekalian jadi ruang televisi karna rumahnya tidak begitu besar, bahkan hanya ada 2 kamar saja


tak lama suara bell bunyi dan Lestari membukakan, didepan pintu sudah ada pria asing memakai baju serba hitam dengan topi hitam, kacamata hitam dan masker penutup wajah berwarna hitam juga


Lestari bingung disana mau bicara apa karna ia masih belum begitu lancar sekali bahasa disana jadi ia hanya memerhatikan dari bawah hingga keatas, ia pikir jika itu pria yang kemarin datang (Samuel)