My Name JOANA

My Name JOANA
5



"ah elah lu jangan bilang belum" ucap Niane


"oh udah kok, sekarang kumpulin semua yang sekarang udah, yang buat minggu depan" jawab Lina


"iya.. ini ntar selesai istirahat kan di kumpulin" kata Joana


"iya, sini aku pinjam catatanmu"


"iya..."


"nah.. gimana kalo kamu tuliskan. capek nih tangan barusan nulis" kata Lina pada salah satu teman kelasnya yang sering ia suruh menulis kan catatan


"aduh kita ke kantin aja kali ya nanti istirahat, belum makan pagi tadi keburu" ucap Lina


"yaudah ayok" jawab Niane


"yaudah sono gih"


jam istirahat tiba, dan mereka pun keluar kelas, menuju kantin, bersama Joana juga


setelah jam istirahat sekolah Joana dan yang lain kembali kelas, dan bersiap untuk pelajaran bu retno..


sepulang sekolah, mereka janjian akan pergi jalan jalan minggu siang, kebetulan kan minggu semua sekolah libur..


malam nya, saat makan malam bersama ayah ibunya, Amir menanyakan bagaimana dengan sekolah anaknya


"gimana sekolahmu Joana?" tanya Amir


"senang, ketemu teman baru pak, pada baik baik"


"iya, tapi kamu harus jaga diri ya, pertemanan sekarang kritis, intinya mama pesan jaga dirimu baik baik" kata Melanie


"iya maa makasih ya sudah ingatkan Joana"


Joana juga meminta izin jika ia akan pergi besok siang bersama teman temannya, ayah ibu Joana mengizinkan tapi syarat, harus datang kerumah Joana, dan itu tak masalah karna memang Lina bilang akan datang ke tempat Joana menjemputnya juga meminta izin pada orang tua Joana


esok pagi.. Joana berpikir harus sedikit tampil beda..


melihat kearah cermin dan Joana sibuk dengan mencari baju yang pas untuk jalan..


tapi tanpa disadari, boneka diatas yang ia beri nama Nav, menggerakkan kepalanya dan melirik arah Joana


melihat Joana sibuk dengan banyak baju yang dikeluarkan dari lemari bajunya bi aal menawarkan bantuan membuatnya merubah penampilan


setelah siap dan keluar menunggu kedatangan Lina...


tak lama Lina datang, ia turun dari mobilnya


"hai, mana om sama tante?" tanya Lina


"ini temannya?" tanya Amir baru keluar


Amir melihat ke arah Lina dengan heran, karna memang penampilan Lina yang tomboy..


"ayo masuk dulu" ajak Joana


"sudah, kita berangkat saja"


"iya udah pa, Joana pergi ya"


"iya.... hati hati kalian ya"


saat masuk mobil dan Lina mengatakan jika Joana berbeda


"Joana bukan?" tanya Lina


"Iya, kenapa, aduh ketebalan ya make up nya" ucap Joana gelisah


"haha, gak kok, pas sih, tumben aja, disekolah kan kamu polosan gak ada pakai apa apa begini" ucap Lina


"ya kamu juga, sama dah" kata Joana


"haha iya sih"


sampai ditempat bertemu, mereka pun saling bicara


"kok sendiri.. ?" tanya Lina pada Claudi menggodainya


"jangan macam macam bicara yang lain" kata Claudi


ternyata tak hanya kedatangan Claudi, Lina, Niane dan Joana, tapi juga kedatangan Henri, teman satu kelas mereka juga, dan Henri mengajak teman dekatnya yaitu Rean..


nah si Rean ini sosok yang terkesan pada wajah polos Joana sejak awal masuknya Joana, dikenal sebagai murid yang memiliki titisan mirip Bono dan katanya, masih sepupu jauh dengan Bono juga


"ehm, iya nih, anak-anak udah disini aja" kata Lina


"siapa yang ngajak kalian?" tanya Niane


"gue ikut sendiri, tadi dengar si Claudi sih, pak gue ikut boleh, tenang, kalian tau gue gak porotin orang" kata Henri


sesampainya ditempat, Claudi sengaja membawa mereka ke danau, dan tak jauh dari sana ada penjual makanan, minuman, jajan dan macem macem lainnya


tapi saat Niane akan pergi makanan, Niane bingung ada seorang lelaki berjalan ke arah teman temannya


"Joana?" sapa lelaki itu


"kamu, waah disini?" sapa Joana


"iya, aku lama gak kerumah mu, maaf ya, tapi ibu bapak ku sering kan dateng"


lelaki itu adalah Nandra..


teman masa kecil Joana dan bahkan sahabat karib Joana, tapi mereka jdi sibuk masing masing ketika Nandra memutuskan pergi ke kota neneknya untuk bersekolah disana sementara ayah ibunya tetap di rumah yang tak jauh dari rumah Joana


mereka mengobrol banyak hal kebersamaan..


dikenalkan lah juga Nandra pada semua temannya disana


"argh aku itu memang cantik, tapi tetap tak sebanding dengan kecantikan si Joana" ucap Claudi dalam hati


"udah ah Joana, aju harus pergi lagi ini" kata Nandra


"ahh iya dah, hati hati ya"


"bye"


mereka lanjutkan percakapan mereka, lalu Rean menyapa Joana ketika Henri sibuk dengan ponselnya bersama Lina bermain game online,


Niane membawa buku dengan memutar musik di aerphonenya,


sementara Claudi sibuk makan


sedangkan Rean mengajak mengobrol beberapa hal tentang sekolah, tugas dan kegiatan dirumah saat libur


setelah liburan mereka selesai, Lina mengantarkan lagi Joana pulang


"om, tante, makasih sudah di izinkan ajak jalan Joana"


"iya, kamu masuk dulu yuk, didalam istirahat" sapa Melanie


"waduh sudah, makasih mau langsung saja"


malamnya... setelah belajar, Joana pun tidur..


paginya..


"Joana.. bangun.." ucap Melanie membuka jendela


"yaa maa.."


"ayo, ini senin ya, senin jadwal lebih pagi untuk upacara"


"iya"


setelah mandi, bersiap siap jalan kesekolah, sesampainya..


seperti biasa, ia datang lebih awal dari yang lainnya


disekolah, saat jalan keliling sekolah, tak sengaja Joana melihat sebuah capung..


ia memerhatikan dengan sangat jelas capung, ia kembali mengingat penjelasan dari ayahnya tentang hewan tersebut


tak lama Dimas menyapa nya, Dimas melihat kedatangan Joana dari tadi dan melihat sikap imut dan polos Joana ketika memerhatikan capung itu


"hai Joana" sapa Dimas


"pak" sapa Joana


tapi saat Dimas menyapanya, capung itu terbang


dan wajah kecewa Joana ketika capung itu pergi


"pengen jadi capung itu" kata Joana


"hah? kok capung?"


"iya, kan bisa terbang"


"haha"


soal ponsel milik Dimas berbunyi, pesan dari kepala sekolah untuk urusan nilai murid, lalu kembali fokus pada Joana


"kamu ada nomor ponsel?" tanya Dimas


"ponsel?" tanya Joana bingung


lalu menunjukkan hape nya


"ibu sama bapak yang punya" jawab Joana polos


"oh hanya mereka?"


"iya"


dan kalian perlu tau, Dimas adalah guru paling muda tapi sikap nya paling sopan tak hanya pada senior guru nya tapi pada murid nya, itu alasan mengapa tak ada satu murid pun yang menjawab atau membantah penjelasan darinya, dan juga tidak bertanya karna selalu Dimas mengajarkan dengan jelas


tak lama, Rean melihat Joana bersama guru itu, Rean langsung menyapa mereka


"pak Dimas ngapain?" tanya Rean


"ini, lihat dia, suka dengan capung"


Rean mengajak Joana masuk


"ayo masuk Joana, pada datang yang lain" kata Rean


"pak saya duluan" kata Joana