My Name JOANA

My Name JOANA
26



"iya saya tau dia" jawab Dipo


"pintarnya dan sopannya, dia gadis yang polos dan baik, tapi ia tapi dia berpacaran" kata salah satu dosen


"loh, salah kalau anak berprestasi di kampus itu berpacaran?" tanya Dipo


"bukan soal salah tidak nya pak, tapi pacarnya itu, itu anak baru pindahan luar negri yang bengis"


"bengis?"


"iya, lupa saya namanya, dia masuk di fakultas keguruan"


"Feris pak, saya ingat nama dia" jawab salah satu dosen pengurus BP


"Feris? pacaran sama Joana maksud kalian?" tanya Dipo


"iya pak"


"oh.. iya lanjutkan saya ada urusan lagi" kata Dipo sambil berpikir keras


kini pikirannya sama dengan dosen dosen tadi.. apa dilakukan Feris hingga berpacaran dengan Joana dan Joana mau?


dan berita sampai ketelinga Dipo, selaku pengawas dan dosen utama kampus dan juga sebagai ayah dari Feris


ia mendengar banyak hal mulai dari Feris yang berniat merusak sosok polos hingga Feris dituduh menggunakan dukun untuk bisa dapat bersama Joana..


"mereka benar benar berpacaran ya? aku banyak dengar dari semua penghuni kampus ya berpacaran, saling panggil sayang, tapi.. " gerutu Dipo di ruang kantornya


seketika itu Dipo mencari tau tentang data data pribadi Joana, ia mempelajari semuanya disana


antara suka dan tidak atas hubungan itu, Dipo berpikir apa anaknya bisa berubah karna Joana? tapi jika anaknya justru merusak Joana, ia akan melarang hubungan itu


tapi.. selalu jarang ada waktu, karna sibuk masing masing, akhirnya mereka bisa bertatap muka di hari masa libur Dipo yang akan kembali masuk bersama anak pengurus dan para panitia ospek


hari berlalu..


saat seluruh pengurus untuk mahasiswa baru diliburkan, karna memang mereka akan masuk saat murid lain libur demi mengurus osis


Feris berencana datang ke rumah Joana..


"Feris" sapa Dipo


"papa, gak pergi ngantor?"


"papa libur, kamu kemana? ada jam?"


"enggak, main kerumah temen"


"oh, oh ya papa dengar soal buhungan kamu dengan Joana"


Dipo bertanya banyak hal tentang anaknya dan Joana, begitu juga Feris menjelaskan, sejak awal kenal nav hingga sekarang benar cinta..


mulai dari iseng dekat karna jarang dapat yang polos lalu berusaha pengen ngemiliki dan akhirnya akan merusak, tapi menjadi suka beneran dan cinta


"yakin? seperti itu?" tanya Dipo


"iya lah, kenapa? salah?"


"tidak ada yang salah, tapi kamu harus tau Joana anak berprestasi di kampus, isi otaknya membuat semua dosen mengenal nya dan baik padanya..."


"dia anak polos juga baik Feris, kalau kamu berniatan merusak nya gak papa, pergi saja jangan padanya" kata Dipo lagi


"aku sudah bilang kan, aku sekarang cinta sama dia, papa tenang saja aku tidak merusaknya"


Feris berdiri, lalu pergi..


hari berlalu, dimana memang hubungan berpacaran anaknya diterima oleh ayah ibunya selagi positif, karna ayah ibunya percaya akan pilihan anaknya membahagiakan dirinya sendiri


saat kembali sibuk di kampus, seperti biasa, harus ada Feris kemana perginya Joana karna Feris tidak mau sampai Joana kepelukan Elyas


"kamu ikut masuk pengurusan osis, daripada gini ikut aku kemana mana tapi bukan anggota loh kan gak enak sama yang lain" kata Joana


"iya deh ikut aku" kata Feris


bukan tanpa alasan ia mau ikut tapi karna ia melihat Egar masuk dalam ruangan meeting pengurus osis yang artinya Egar juga anggota disana


"bener mau ya? aku bilang ke Ello"


"iya ikut"


saat dikelas, Joana mengatakan pada Ello untuk memasukkan Feris ke keanggotaan


tapi Ello menolak..


"boleh kan ikut?" tanya Joana


tapi terus merayu dan menjadi jaminan untuk Feris jika berbuat onar karna tak tega Ello pun menerimanya


seminggu berikutnya, Elyas menemui juga Ello


"apa kamu ketua senat yang baru menggantikan Galen?" tanya Elyas


"iya, itu saya"


"saya mau masuk organisasi kalian"


"ahh tapi"


"kalau tidak.." ucap Elyas terhenti


"iya masuk saja, ini kartu keanggotaan" jawab Ello


akhirnya kini Elyas juga masuk ke anggotaan, saat berkumpul bersama para panitia, ketika Elyas masuk, semua peserta panitia kaget


"Ello, jangan bilang dia ikut anggota?" bisik Wita


"iya Ello, jangan gila" kata Vera


"gak ada pilihan kali, udah lah, tenang, kita masih ada Joana ini" kata Ello


Elyas duduk disamping Joana dan menyapanya..


"disini boleh kali ya" ucap Elyas


"itu meja nya Ello" jawab Feris


"aku sudah bilang sama Ello, dia tidak akan melarangku mau duduk dimana aku mau" jawab Elyas


"kak, kamu kok masuk? ikut keanggotaan kah?" tanya Joana


"iya" jawab Elyas menatap wajah Joana dengan sangat dalam


seketika itu Feris menutup kedua mata Joana dengan jaketnya, dan Elyas hanya tersenyum smirk


hari berlalu..


saat berkumpul dengan para keanggotaan Ello akhirnya mulai dengan kesibukan di kampus


saat kampus akan mencari untuk bagian komikasi dan costomer service, pembaca radio juga di kampus, Dipo memilih jadikan Egar dan Joana


"waah saya setuju masukan nya itu pak" jawab Ello


"tidak akan ada yang bisa membawa Joana kecuali saya ikut" jawab Feris


"kak Feris, yang sopan" jawab Joana


"iya aku hanya bilang babe, udah kamu tenang saja"


Feris benar benar tidak mengizinkan jika keterkaitan Joana tanpa adanya Feris


mendengar ribetnya otak pikiran Feris membuat Elyas yang jauh memikirkan otot dan emosinya malah kesal dengan kelakuan Feris yang menahan diri Joana untuk bersikap bebas


"Joana, keruangan saya sekarang, ada tugas saya mau titip" kata Dori, salah satu dosen


"baik pak, emm aku duluan ya" kata Joana


saat Joana pergi, Elyas menarik lengan Feris lalu membantingnya di salah satu sisi tembok disana dan mencekik leher Feris


"aku akan membuat kamu putus dari Joana dan Aku mendapatkan gadis itu" kata Elyas


tak terima ucapan itu, Elyas dan Feris malah baku hantam, dan ini pertama kalinya untuk Elyas turun tangan menghajar orang lain karna sebelumnya ia selalu meminta agar kedua anak buahnya yang turun


dan keduanya dipisahkan hingga semua murid melaporkan kepada gurum bimbingan para murid dikampus itu


saat keluar, Feris kembali kekelas Joana dan menunggu pacarnya disana


tak lama Joana masuk, melihat wajah dan badan Feris sudah memar memar


"kak Feris?" ucap Joana


"sudah babe urusan nya sama pak Dori?"


"sudah, kamu kenapa badanmu ini?"


Feris tidak mengatakan apapun yang sudah terjadi padanya, sementara Joana membantu beberapa luka pada tubuh Feris dengan memberikan obat luar agar tidak lebih lebam lagi


Feris hanya menatap wajah Joana sambil bangga itu miliknya