My Name JOANA

My Name JOANA
187



akhirnya Joana memutuskan untuk tidak mengambil jatah libur nya sampai setahun, agar ia bisa menyelesaikan misinya membuat Wilson sembuh dari penyakit mentalnya dan ia bebas dari kontraknya


malamnya, Joana mengabari suaminya, dan ia menjelaskan semua rencanya itu, Egar terpaksa menerimanya karna tidak mungkin melarang supaya cepat selesai kontrak nya dan Joana balik


Egar sudah berpikir dan memutuskan jika sudah Joana balik, ia tidak akan lagi memberikan izin Joana tugas sepenting apapun untuk keluar kota atau bahkan keluar negri


"yaudah yang penting jaga kesehatan" kata Egar


"iya Poy, makasih Poy kamu sudah selalu mendengar kan aku"


"iya sayang, aku selalu ada buatmu, meskipun gak bisa bersama tapi aku mengiringi langkah kakimu dengan doa"


"i love u"


"love you to Moy, emuuuch"


mereka menutup telfonnya dan melanjutkan kegiatan masing masing untuk beberapa bulan kedepan dan Joana menyelesaikan dulu urusan Wilson baru memikirkan cara ia kembali balik ke indonesia


Egar juga memutuskan menyibukkan dirinya, ia akan berencana menjemput sang istri ke amerika sebulan sebelum kepulangan Joana


Joana juga bekerja untuk Wilson dan ia menyibukkan dirinya melupakan tumpukan masalah hanya karna rasa rindunya


beberapa hari berlalu, tak terasa Joana sudah masuk bulan ke-8 tinggal di amerika, perubahan Wilson semakin terlihat jelas


Wilson bisa dengan bebas keluar masuk ruangan bahkan rumah sakit karna sudah banyak yang memastikan jika Wilson jauh lebih baik dari sebelumnya


"Joana, kamu biarkan Wilson pergi keluar?" tanya Jorse


"iya dokter"


"gak bahaya? bagaimana dia nanti menyelakai orang orang?"


"tidak dokter ini sudah dalam pengawasan saya kok dokter"


Jorse kuatir terjadi sesuatu tidak diinginkan jadi ia mengajak istrinya mengawasi kegiatan Wilson dan Joana setiap harinya


hari ke hari mereka yakin potensi Wilson sembuh mencapai 80 persen, dan mereka yakin sedikit lagi Wilson bisa seperti pasien survival ditangan Joana sebelumnya


hari berlalu, ketika pengurusan Wilson sudah mulai merenggang, Joana mulai sedikit pekerjaan, karna suster dan dokter lain sudah mulai lancar mengurus Wilson dengan baik tanpa perlawanan Wilson


tapi masalah yang harusnya membuatnya lega, tapi belum membuatnya bernapas lepas sepenuhnya karna Joana memikirkan cara untuk ia bisa pulang tanpa merubah warganegara nya


akhirnya ia menghubungi Freedy, suami dari Ameera karna hanya dia lah yang bisa membantu Joana urusan ini, jadi Joana meminta untuk bertemu dengan Freedy


"halo paman, paman sibuk tidak?"


"ya Joana, tidak kenapa?"


"aku bisa ketemu? ada hal mau kubicarakan, aku perlu sekali"


"bisa kapan?"


"lusa ya, aku kosong kerjaan lusa"


"siap"


Joana menutup telfonnya dan ia duduk di kursi ruang tamu itu, tak lama suara ketukan pintu terdengar, karna rumah itu tidak memiliki akses jendela dekat pintu utama, jadi Joana ragu membukakannya


ia takut jika yang datang adalah Motheo atau Samuel karna ia sudah malas mengurus mereka dan ingin bebas sedikit saja dari pengawasan mereka padahal itu adalah Max


Max mengambil kesempatan ketika bosnya ada urusan kerjaan diluar kota jadi tidak akan tau jika ia menemui Joana


Max semakin keras menggedor pintu tapi lama kelamaan pintu tidak lagi terdengar lagi suara gedoran itu, Max sengaja menghentikan gedorannya untuk membuat Joana membuka pintu itu, dan benar saja Joana penasaran, ia melihat siapa yang datang


jadi ia membuka pintu dan seketika itu ia menoleh ke sebelah kiri, tidak ada orang tapi sayangnya Max ada disebelah kanan, ia langsung menutup mulut Joana dan membawanya masuk


setelah mereka didalam, Joana yang melihat itu Max seketika menghindar, ia takut..


yaaa.. kepada Samuel dan Motheo, Joana tidak takut sama sekali, ia berani berkata dengan nada tinggi dan memarahi mereka, padahal melihat jabatan mereka berdua jauh diatas Max


"apa kabar Joana?" sapa Max


Joana berjalan mundur, ia benar benar takut kepada Max disana, karna ia teringat kejadian kecelakaan itu, inilah alasan mengapa ia lebih takut kepada Max daripada kepada Motheo atau Samuel


"kenapa kamu mundur? ada yang salah?" tanya Max mencoba menyentuh Joana


"stop, jangan pegang aku" kata Joana


"ada apa? apa yang salah?"


"kak Max, cukup, jangan sentuh aku" teriaknya


ketika Max memeluk Joana dengan paksa karna Max juga sama dengan Motheo dan Samuel yang merasakan rindu, tapi Joana melepaskan pelukan itu dan menghindar lagi


"Joanaaa, ada apa sama kamu?" tanyanya


"kak. aku mohon, jangan. tolong stop" kata Joana terus berjalan mundur


ketika Max sadar Joana takut kepadanya, ia mencoba ambil kesempatan mencium Joana tapi Joana menamparnya dengan keras, dan inilah sekali dalam hidup Joana menampar pria


"kak, kan sudah kubilang jangan dekati aku" teriak Joana


"memangnya salah ya?"


"pergi, atau aku akan mengatakan ini kepada kak Theo"


"Joanaa, kenapa sih? jelaskan, ada apa? apa yang salah?"


"stop, kak, kamu tidak percaya aku menelfon kak Theo sungguhan?"


"okeh, aku pergi" kata Max


Max pun pergi, tapi ketika Max keluar dari rumah Joana, beberapa staff yang tinggal satu rumah dinas dengan Westly melihat Max


mereka tau siapa Max, dan mereka heboh, langsung masuk rumahnya dan menceritakan kepada Westly


Westly sendiri langsung melihat kearah luar dan benar, ia melihat mobil ia kenal memang milik komplotan gengster itu baru pergi dari rumah Joana


karna kuatir, Westly memastikan mobil pergi lalu ia berlari kearah rumah Joana dan mengetuk pintu itu beberapa kali tapi Joana malah teriak


"pergi" teriak Joana


karna kuatir juga, akhirnya Westly membuka pintu dan mendapati Joana terduduk lemas dilantai


"Joana? ada apa?" tanya Westly


"tidak, aku tidak apa apa"


"aku lihat tadi ada yang baru dari sini, apa kamu mengenalnya?"


"itu"


"dia anak buah dari bos Theo kan? kamu diapakan?"


"tidak diapa apakan kok"


Joana beristirahat dan menenangkan pikirannya, dari sini, Westly berpikir jika Joana menyembunyikan sesuatu, mereka semua mengira jika Joana ada urusan dengan Motheo karna tadi yang datang kan anak buah dari Motheo


hari berlalu dimana lusa nya..


Freedy dan Joana bertemu janjian diluar, mereka datang bertiga untuk mengobrol yaitu Joana, Freedy dan Ameera, membahas untuk Joana meminta bantuan dari keduanya soal membuatkan paspor


"Joana gimana ceritanya? apa yang terjadi kamu batal balik?" tanya Ameera


"ini aku ajak kalian ketemuan membahas soal ini" kata Joana


Joana menjelaskan semuanya yang terjadi kemarin saat ia alan mengurus, ketika mendengar tentang persyaratan dari pemerintahan, memang ada benarnya jika itu persyaratan diminta, tapi dalam situasi ini, seharusnya tidak, karna ini terbilang pemaksaan