My Name JOANA

My Name JOANA
47



"baik soal itu saya bahas nanti lagi, saya akan memanggil Elyas dan Joana yang bersangkutan, kamu bisa menunggu sekarang juga saya urus ini" kata Dipo


"baik pak" jawab Marko


"Dori panggil kan mereka?" tanya Dipo


"ya pak" jawab Dori


Dori pun keluar ruangan rapat, tak lama ia bertemu Ello


"pak Dori?" sapa Ello


"Ello, ada Joana? saya ada perlu"


"ada pak"


"Joana, bisa ke ruang pak Dipo?" tanya Dori


"bisa pak"


"sama sekalian dengan Elyas"


"oh iya pak saya akan pergi memanggilnya baru keruangan pak Dipo" jawab Joana


"baik"


saat akan pergi, Ello menyapa Dori


"pak, ada apa ya pak? kok tumben ada urusan nya sama Elyas kalau sama Joana juga?" tanya Ello


"mau membahas soal kejadian kemarin, karna Marko mengadukan atas perbuatan Elyas terhadapnya dengan berbuat kasar katanya"


"oh"


"yaudah, saya pergi dulu ya Ello"


"ya pak"


Joana juga pergi menjemput Elyas kekelasnya..


"bos, ada Joana" kata Arsan


"Joana, kenapa?" tanya Elyas


"kakak udah belum kelasnya?"


"ini baru lepas kelas"


"kita dipanggil sama pak Dipo dikelasnya kak, tadi pak Dori bilang ke aku"


"kita?"


"iya"


"yaudah ayo"


mereka pun pergi bersama ke ruangan Dipo, dimana disana sudah ada Marko, Michel dan Dori juga beberapa dosen lainnya yang berkumpul juga sejak tadi


tapi ternyata Ello mengajak untuk Vera ikut dengannya, ia menjelaskan soal Joana dan Elyas yang dipanggil Dipo karna kejadian kemarin


Vera pun pergi bersama Ello, dan disusul Wita


"kalian pergi sendiri kenapa gak mengajakku?" tanya Wita


"Wita, kalau mau ikut, ayo ikut saja" jawab Ello


"aku ikut juga lah" jawab Nanda


mereka berempat pergi, dan sampai depan ruangan kerja Dipo, diam diam Nanda memberikan kabar soal ini kepada Feris, Feris karna ada kelas jadi tidak membukanya


dan yang terjadi dalam ruangan Dipo adalah dimana Dipo menginterogasi Joana dan Elyas atas kejadian kemarin


perdebatan antara Elyas dan para dosen disana terjadi, dan disini memang Elyas dinyatakan salah


"kamu tetap salah" jawab Marko


"okeh, ya, saya salah, biar sudah meskipun saya saah yang penting saya menjaga pacar saya, itu tugas saya, anda paham" kata Elyas menatap tajam arah Marko


tak lama Feris datang bersama dua temannya, disusul tak lama, Nero dan Fadia juga kedua teman Nero datang juga atas kabar dari Vera kepada Fadia


tapi disana akhirnya Joana angkat bicara, ia bukan melindungi Elyas tapi berkata sebenarnya


"pak kalau mau salahkan, salahkan nya saya bukan kak Elyas, karna saya semua bermula kan" jawab Joana


"nah, itu, sadar kamu ini ulah karna kamu" kata Marko


"pak maaf, saya masuk, saya tidak bisa diam teman saya diadili" kata Ello


Ello niat masuk dan juga disusul Nanda, Wita dan juga Vera, mereka bertiga setuju atas perkataan Elyas disana membela Joana


"heei, kalian bersekongkol rumahnya hah?" teriak Marko


"kami hanya membela yang benar, karna Joana adalah teman saya" kata Nero


"saya juga bersaksi anda tidak suka sama Joana dan selalu menghinanya" kata Vera


"ya jelas lah, siapa yang suka pada gadis lelet, yang kerjaannya lemot, lihatlah pekerjaannya paling lambat, dia lemah" jawab Marko


"Marko" teriak Feris dari luar


yaap mendengar semua yang terjadi disana, Feris memaksa masuk tanpa ijin masuk dari siapa siapa atau pun dari Dipo, ayahnya..


"Feris" ucap Dipo kaget


"maaf kan saya pak Dipo dan pak Dori, tapi kali ini saya setuju sama Elyas, seorang pacar harus bisa menjaga pacarnya, kalau anda menyakiti Joana, saya juga tidak terima apalagi dengan sikap sok anda didepan Joana" jawab Feris


keempat teman Joana menceritakan semuanya perlakuan Marko memang beda kepada Joana yang sering menghinanya


disini akhirnya Dipo mengangkat bicara..


"kalau seperti ini, maaf pak Marko, saya rasa saya setuju pada mereka (murid) karna saya bangga pada Joana, Joana anak yang baik, dia bisa merubah banyak hal dikehidupan anak saya, maka dari itu saya rasa saya tau siapa Joana dibanding anda" jawab Dipo


disini Dipo mengakui juga akhirnya tentang Feris adalah anaknya, dan Marko hanya diam, ia memang menyadari dirinya salah, akhirnya keputusan Dipo berada ditengah


ia tidak membela siapapun, tidak membela Feris karna anaknya, tidak membela Marko karna dosen atau siapapun


ia tidak memperpanjang masalah ini tapi ia tetap menyatakan untuk peraturan baru dimana setiap kelas dilarang membawa murid dari kelas lain baik dari fakultas lain ataupun fakultas sama, untuk mencegah keributan terulang lagi


semua nya pun dibubarkan, dan hari itu juga Dipo meminta agar Dori mengabari semua murid dengan melalui siaran radio kampus untuk peraturan baru itu


disini yang menang dalam situasi ini, yang mendapatkan keuntungannya adalah Michel, karna Michel bisa dengan bebas selama pengajaran dikelas Joana


akhirnya Dori mengumumkan berlakunya peraturan dimulai bahkan mulai hari ini, pengumuman yang disiarkan melalui ruang siaran radio umum kampus


hari berlalu, dimana kesibukan semakin dirasakan oleh para murid dikampus terutama tingkat kelas Elyas karna tidak lama lagi mereka akan mengadakan kelulusan perkuliahan


ketika sedang sibuk dengan kegiatan kampus, Joana masuk ke semester 7 dimana dosen utama kelas Joana adalah Michel


yap, Michel tidak pernah meminta siapapun untuknya menjadi dosen utama kelas Joana tapi sejak tahun sebelumnya memang Michel selalu menjadi dosen utama dikelas murid yang masuk semester 7 dan itu adalah kelas Joana


"Joana" sapa Michel


"iya kak?" sapa Joana


"pindah, kedepan sini" kata Michel


seperti biasa, Michel selalu meminta Joana pindah tempat duduk di depan meja guru pas, Michel melakukan apapun didalam kelas selalu berujung kepada Michel karna saking ia bebasnya bisa mengatur seluruh kelas Joana


hari hari berlalu, Joana juga selalu menemani Elyas dalam pekerjaannya yang menumpuk, karna ia tidak mau Elyas tidak lulus melihat sikap dan nilai sebelumnya sudah buruk


"sayang" sapa Elyas


"oh kamu lagi belajar ya?"


"iya, tapi aku mau kamu disini saja ya"


"iya udah"


seringnya Joana menemani Elyas belajar, tak hanya dekat dengan Elyas, tapi Joana juga dekat dengan Arsan dan Mikail karna memang Joana tidak seperti gadis kebanyakan yang jika sudah dekat dengan bos mereka, ia tidak begitu mau dekat dengan anak buahnya bahkan tidak sudi untuk dekat karna merasa bukan levelnya dekat dengan anak buahnya kalau dapat bosnya


tapi Joana berbeda, seperti saat Elyas berkumpul dengan teman teman satu kelas nya saja, termasuk juga dengan Arsan dan Mikail