
dan hari itu juga Egar mengatakan keseriusannya kepada Joana
"Joana.. ada yang mau aku bahas" kata Egar
"oh ya udah, bahas saja"
"aku suka sama kamu, aku mau serius sama kamu, aku tidak mengajakmu berpacaran lagi, karna usia kita sudah bukan waktunya mengawali masa pacaran, aku mau melamar" kata Egar dengan jelas dan yakin
"Egar, kamu bicara apa? jangan main main, kamu suka godain aku nah, jangan jangan kamu lagi bercandain aku apa?" ucap Joana
"Joana aku serius, lihat mataku, apa aku terlihat berbohong?" kata Egar
Joana melirik kearah belakang kursi duduk Egar dimana ayah ibunya akan keluar rumah, tapi malah mematung karna ucapan Egar
"Egar jangan main main ya, bagaimana kalau ayah ibuku tau?" tanya Joana
"biar sekalian, aku jelaskan, kalau aku melamarmu, aku akan datangkan keluargaku melamarmu" kata Egar
tiba tiba Melanie dan Amir membuat Egar kaget karna mereka ternyata mendengar nya sejak tadi
"kami mendengar semuanya kok" kata Amir
"Joana, jangan mempersulit yang sudah berniat baik kepada mu nak, mama papa tau bagaimana Egar mengatakan itu serius" kata Melanie
"paman, bibi, maafkan aku sudah lancang" kata Egar
dan ditambah malah Lestari ikut bicara..
"tidak lah, kamu benar, kamu malah patut dicontoh, kamu menyukai Joana tidak hanya mendekati Joana tapi mendekati kami juga sebagai keluarganya" kata Lestari
"mendekati?" tanya Joana bingung
"iya, selama kamu di amerika, Melanie dan Amir menceritakan semua kepadaku soal Egar yang datang kemari hanya untuk mampir lewat atau memberikan makanan" jelas Lestari
"emm, bener itu, buk Tari bener, mama dan papa cerita semuanya kepada buk Lestari soal ini" kata Melanie
"jadi selama ini, selama aku gak diindonesia, kamu kesini?" tanya Joana
ditambah kedatangan Elva juga malah, yang dimana ia datang bersama sang pacar yaitu Feris
berniat akan mengisi libur week end mereka untuk mengobrol dirumah Joana, malah mendapatkan fakta baru tentang pernyataan Egar kepada Joana hari itu
Elva baru sampai mendengar semua percakapan Lestari, Melinda dan Amir kepada Egar dan Joana, melirik kearah Feris, Feris hanya diam, ia tidak tau apa yang akan ia lakukan disana
"benar kak Joana, aku saksi nya, karna memang kak Egar satu satunya orang yang sering kesini dari teman teman kakak" jawab Elva
"Elva, kak Feris?" sapa Joana kaget
Elva menjelaskan ia berani jadi saksi atas pernyataan Lestari itu benar tentang Egar sering kemari selama Joana tidak ada bahwa Elva mengatakan..
"aku bahkan curiga, ketika image di kampus, kak Egar terkenal dengan badboy tapi sebenarnya coolboy" kata Elva
"apa maksudnya Elva?" tanya Joana
"yaa, kak Egar ini kata kak Joana kan badboy, suka gangguin dan godain cewek kan?"
"kan memang iya"
"salah kak, itu hanya menutupi dirinya dari kakak jika ia sebenarnya suka sama kakak tapi tidak mau kakak tau"
"ahh?" ucap Joana kaget
ditambah kedatangan dua sahabat dari keduanya yaitu Galen sahabat Egar dan Wita sahabat Joana
mereka yang berniat datang karna habis jalan pagi bersama dan kebetulan lewat jadi mampir
malah sama dengan Feris Elva, keduanya malah mendapatkan fakta tentang Egar yang berjuang menyatakan keseriusannya
"Joana, aku dan Wita jadi saksi bagaimana memang dikatakan Elva itu benar" jawab Galen
"kak Galen, Wita?" ucap Joana kaget
"aku jadi saksi Joana, atas bagaimana ia menyimpan perasaannya sejak kenal kamu hingga kamu melewati banyak masa dengan banyak pria mendekatimu, dan dia yang bertahan" kata Wita
semua itu akhirnya membuat Joana yakin tentang Egar, karna ia tau semua orang yang ada disana tidak akan pernah berbohong tentang ucapan mereka dan Joana percaya pilihan mereka memang baik untuknya
dan tau jawaban Joana..
"putuskan sekarang saja nak, kalau mau bilang" ucap Melanie
Joana tidak tau harus jawab apa, tapi semua yang dia dengar sekarang, tentang Egar, tentang menjaga perasaannya, membuatnya yakin
"tidak, kalau kamu menerima lamaran ku hari ini, aku siapkan untuk lamaran yang sesungguhnya, kita kan kenal sejak lama dan dekat, buat apa berpacaran lagi? aku hanya perlu jawaban iya atau tidak dari kamu untuk pernyataanku hari ini" kata Egar
"iya" jawab Joana
"Joana serius?" tanya Egar
"iya serius"
"kenapa langsung menjawab?"
"karna aku percaya sama semua orang disini yang mengatakan tentangmu, mereka tidak akan menjerumuskan aku untuk memilih orang yang salah kan"
"pasti lah, kami tau siapa Egar, nak. dia baik sama keluarga kita, tidak peduli ada atau tidaknya kamu" jawab Amir
"iya pa, untuk itu aku yakin"
Egar memeluk Joana disana dan mulai mengatur untuk acara pernikahan mereka, setelah selesai, Lestari membuatkan makan besar untuk keluarga Joana atas hari itu, kebetulan di hari itu orang tua Juana juga ada dirumah itu
tak lama Melinda baru keluar dari kamarnya yang tidak tau ada apa yang terjadi
"ada apa nih? kok udah kumpul saja?" tanyanya
"kamu ini tidur saja sih, kamu tau tidak ada kabar baik" kata Melanie
"kabar baik apa?"
"Joana dilamar baru saja sama Egar" sambar Elva
"wooh iya kah?" tanya Melinda mengarah kepada Joana
"hehe, iya" jawab Joana
"waaah Joanaaa, selamat" ucap Dimas memeluk Joana
"iya paman makasih, doakan kami ya" kata Joana
"Joana, gak nyangka secepat ini kamu" ucap Melinda
"iya bibi"
mereka duduk bersama diruang tamu dan mengobrol dengan Egar disana, tapi Amir Melanie tidak enak jika ikut disana karna mereka memberikan waktu untuk Joana dengan teman temannya saja
"yaudah deh, mama sama papa tinggal dulu deh, bantu ibuk dulu mama" kata Melanie
"iya, papa tinggal menonton televisi ya" jawab Amir
"oh iya pa" jawab Joana
Melanie dan Amir pergi, Dimas dan Melinda juga pamitan pergi
"kayaknya kita juga harus keluar deh, ini acara anak muda" kata Dimas
"iya iya, udah deh, Joana kami kedepan ya" kata Melinda
"loh bibi kemana?" tanya Joana
"kedepan, pacaran juga sama suami, iri sama kalian" jawab Melinda
"ahh bibiiii" ucap Egar malu
tak lama Alisia ikut datang...
"hai bibi, paman" sapanya
"hai, Aal, dari mana?" tanya Melinda
"didepan sana doang, hehe pen cium aroma segar pagi hari"
"oh masuk gih, ada banyak teman teman Joana, gabung sana"
"okeh"
ia baru dari luar mencari angin jadi tidak tau yang terjadi..
"hai hai, waduh ada apa ini?" tanya Alisia
"Aal, kamu dari mana?" tanya Melanie
Melanie kaget melihat Alisia baru datang tiba tiba dari luar saja