
sejam lamanya ia merenungi diri, akhirnya ia berpikir mengakhiri hidup saja, ia sudah berada pada batas kelelahan tingkat tertinggi saat ini
ia sudah benar putus asa dan berpikir mati adalah jalan terbaiknya mengenal dunia yang kembali bebas
dan akhirnya mencoba bunuh diri membuat ia ada pada keputusan terburuk dari seorang Joana karna saking ia stres nya
ketika disuatu hari dimana empat anak buah dari Motheo dan Samuel berkumpul yang masing masing adalah Ravansa, Morza, Delvin dan Bastian
makan siang, mereka siapkan untuk Joana tapi tidak juga Joana makan, Joana tidak menyentuhnya bahkan, melihatnya saja tidak, itu membuat keempatnya kuatir, satu satu mencoba untuk membujuk Joana agar makan tapi tidak juga makan
akhirnya sudah dua jam tidak juga dimakan, mereka masuk berempat dan merayu Joana
"Joana, kamu sakit loh tidak makan" kata Delvin
"iya, kita nanti bisa bisa mati dibunuh bos Theo karna kamu tidak makan" jawab Bastian
Joana hanya diam..
"Joana ayolah, kamu tidak kasihan padaku? makan lah, sedikit saja, untuk bukti kamu tadi makan" kata Morza
"beneran ini, kalau sampai kamu tidak makan, kita dihajar habis habisan" kata Bastian
"kita siapkan semua sudah rapi kok, air putih, susu, makanan, dessert, lengkap loh" jawab Ravansa
tapi Joana masih diam..
"Joana, jangan bikin kita takut lah, diam saja" kata Morza
dan masih saja diam, dipaksa juga Joana tidak mau makan, bahkan sampai Morza menelfon Samuel, Morza juga mengaktifkan speaker
"halo, kenapa Morza?" tanya Samuel
"bos Sam, ini Joana tidak mau makan, diam saja, dia terus diam, kami sudah menyuruhnya" kata Morza
"paksa, dia harus makan" jawab Samuel
"sudah, kami berempat bergantian, merayu, lembut sampai kekasar tapi tidak mau"
"aktifkan speakernya"
"sudah"
"hei Joana, makan ya sayang, aku gak mau kamu sakit" kata Samuel
Joana tetap diam...
"dia diam bos, dia dengar kok ini" kata Morza
"Joana makan! atau kamu mau buat aku marah?" teriak Samuel
seketika itu Joana menarik hape Morza dan membantingnya
"Joanaaaa?" teriak Morza
Morza membenarkan hapenya tapi sudah pecah, Morza bingung mau apa lagi kepada Joana, untung saja Joana urusannya dengan Samuel dan Motheo, Morza tau jika sudah menyangkut Joana, bisa saja nyawa nya terancam
dimana akhirnya Samuel menelfon Ravansa dan Morza menjelaskan semua lewat telfon itu
"bos, Joana membanting hapeku, sudah pecah bos" kata Morza
"dibanting? terus mati?"
"mati bos"
"sudah, lupakan, nanti aku belikan kamu baru, tetap paksa dia makan" kata Samuel
"siap bos"
setelah menutup telfonnya, akhirnya keempatnya duduk di sofa yang ada dikamar itu untuk menunggu Joana sampai mau makan, jika tidak, mereka tidak akan keluar
"kenapa kalian diam disini? keluar" kata Joana
"kami keluar kalau kamu sudah makan" kata Bastian
"aku risih" jawab Joana
"terserah, itu perintah bos, kamu harus makan, kita tugas menjaga mu dan memastikan kamu makan" jawab Delvin
semua kembali diam, dimana akhirnya Joana merasa sudah lelah paling tinggi tingkatannya, ia melihat jika ada kesempatan untuknya bunuh diri saja
"ngapain? mau live?" tanya Delvin
"ahh, bagus nih cuacanya dilihat dari balkon ini, kalian nampang noh di live ku, live lu terbanyak view" kata Bastian
"kita masuk? ada tarif bayar kita masuk video itu" kata Morza
"dih, timbang live biasa doang kau minta bayar" kata Bastian
"wooh, kau kan enak dapat viewnya"
saat mereka sibuk mengobrol, dan live sudah berlangsung jadi percakapan mereka terekam oleh live mereka dan tanpa disengaja live itu juga merekam kejadian mengenaskan
Joana yang sudah mengambil ancang ancang, ia berjalan dari kasurnya, lalu berjalan kearah balkon, tapi saat melewati mereka disana, mereka langsung kaget ketika Joana benar benar melompat dari balkon itu untuk niatnya bunuh diri
"Joanaaaaaa" teriak mereka kaget
saat keempatnya melihat disana, mereka melihat jika Joana sudah berlumuran darah bagian wajahnya, mereka kuatir langsung lari keluar rumah menghampiri Joana bahkan sampai Bastian lupa mematiman karna ia sedang live
"Joana?" ucap mereka
mereka langsung mengangkat Joana, Morza menelfon Samuel dan juga mengabari Motheo
"bawa dia kerumah sakit" kata Delvin
"ayo, angkat, aku sini, kamu kepalanya" jawab Ravansa
"Bastian, telfon bos" teriak Delvin
"astaga hape diatas masih live" kata Bastian
"astagaaa Bastian, hei, Morza telfonkan bos Theo, ini ambil hapeku di saku ku" kata Delvin
Morza menelfon Motheo juga Samuel mengabari itu, dan keduanya yang kesibukannya sebenarnya tidak bisa mereka tinggal jadi mereka tinggal
sementara ketiganya berlari membawa Joana kerumah sakit dan Bastian mengurus dulu hapenya
dirumah sakit...
dokter memberikan perawatan dan membersihkan kepada Joana dari darah darah nya, kebetulan dokter yang menangani Joana mengenal Joana, ia juga dokter yang mengurus saat Samuel dibawa Joana kerumah sakit itu, dokter itu bernama Randy (dipanggil : Rendi)
tak lama Motheo dan Samuel datang..
"dimana?" tanya Motheo
"gimana?" tanya Samuel
keempatnya menjelaskan urutan yang terjadi dari siangnya, hingga mereka tidak tau tiba tiba Joana melompat dari atas balkon itu
Randy sang dokter tak luput dari ancaman Motheo..
"gimana Joana?" tanya Samuel
"keluarganya?" tanya Randy
"jangan keluarganya, urus dia sampai sembuh" kata Samuel
"iya bos Sam, saya melakukan terbaik" kata Randy
"sampai dia tidak tertolong, anda yang saya bunuh" kata Motheo
"Theo, jangan gitu, nanti mereka tidak mengurusnya dengan baik karna ketakutan ancaman" bisik Samuel
"kami akan melakukan terbaik untuk pasien, tapi hari ini, ia belum sadar" jawab Randy
"apa saja yang cedera?" tanya Samuel
"kami sudah ambil hasil untuk pemeriksaan, menunggu untuk keluar hasilnya" kata Randy
malamnya, hasil baru keluar dan Randy menjelaskan jika Joana baik baik saja, tidak ada yang parah tapi Joana harus memakai penyangga leher karna tulang belakang bagian leher ada pe-retak-an
setelah menjelasan semua, mereka semua menunggu Joana disana, tapi karna pekerjaan Motheo banyak, jadi Motheo menyuruh empat anak buahnya semua pergi mengurus pekerjaannya dan Motheo menunggu Joana disana
Joana juga sudah pindah di ruangan inap tapi masih pengawasan intensif karna Joana belum sadar..
pagi tiba..
Joana masih tidur, ia belum juga sadar, Motheo dan empat anak buah Samuel masih tidur, Samuel bangun