
"berapa orang?" tanya Motheo
"dua bos, pria semua"
Motheo melemparkan semua barang disana, ia juga menendang salah satu sisi tembok hingga retak
"yang melakukan ini, mengantarkan nyawa padaku, aku akan mengejar dia" ucap Motheo dengan wajah penuh kemarahan
Motheo kembali kerumahnya, ia mencoba menenangkan diri sembari ia memikirkan siapa siapa saja yang kemungkinan melakukan ini
"Bastian dan Max, kalian keliling, tanya sama anak buah lainnya ada yang mengenali pelakunya tidak" kata Motheo
"baik bos" jawab Max dan Bastian
"Bams, pergi kerumah Sam lagi, temani Delvin menjaga Joana, bilang Delvin kaga ketat Joana, situasi ini memungkinkan Joana pergi" kata Motheo
"siap bos" jawab Bams
Max hanya bisa diam karna kenapa bukan dia saja yang diperintahkan untuk pergi menyusul Delvin, dan ketiganya pun pergi dari sana
setelah sampai di rumah sekapan Joana milik Samuel, Bams membawa Delvin dan menceritakan semuanya, lalu mereka kembali duduk dengan sikap sedikit tenang agar tidak ada yang curiga sama sekali kepada mereka
tak lama Samuel datang bersama tiga anak buahnya yang lain yang ikut dengan nya
"kemana Joana?" tanya Samuel
"aman bos, dikamarnya" jawab Ravansa
"okeh biar saya kesana"
Samuel pergi masuk kamar Joana yang sedang tidur disana, ia pun mendekati Joana yang tidur, lalu mendekatkan wajahnya dan menempelkan keningnya dikening Joana
"aku tidak tau sampai kapan aku berhenti mencintaimu, tapi yang pasti aku tidak akan pernah melepaskanmu" kata Samuel dalam hatinya
ia pun merapikan tidur Joana dan saat akan pergi, Joana malah mimpi, ia mimpi ia kembali buta, ia bermimpi ia mengalami buta lagi
"tidaaaak, aku mohon tidaaak, tolong" ucap Joana
"Joana? Joana?" ucap Samuel
"tolong. kenapa gelap? bantu aku, aku tidak mau" ucap Joana lagi
Samuel takut dan kuatir dengan Joana, karna Joana menangis dan meminta tolong dan berkata semua gelap, ia bingung lah, berusaha menyadarkan Joana, dan saat Joana mulai bangun dan melihat ada Samuel, ia masih bisa melihat dengan jelas ia pun langsung memeluk Samuel
"kaaaak, jangan tinggal aku" kata Joana
"aku tidak akan pernah meninggalkan kamu Joana, sampai kapanpun" kata Samuel
Joana memeluk Samuel disana, Samuel menjaga hingga Joana terlelap tidur, hingga paginya baru Joana sadar, ia memeluk Samuel langsung berdiri dan menghindari nya
"kaaak, kenapa disini?" tanya Joana
"Joana? kamu memintaku memelukmu tadi kan"
"mana ada? gak, alasan ya" kata Joana
"Joana astaga mana ada aku alasan? gak ada, gak ada"
"bohong kan, kaaaaak ayolah, aku bilang kan, jangan sentuh aku" kata Joana
"Joana, aku berani bersumpah, aku tidak menyentuhmu, itu permintaan mu aku memelukmu, kamu semalam mimpi buruk"
"ahh?"
"kamu meneriaki tolong, aku bingung tapi kamu bilang aku diam disini gak ninggalin kamu"
Joana baru sadar kalau ia semalam memang mimpi buruk, tapi soal Samuel ia tidak mengingatnya tapi karna Samuel mengatakan benar, jadi ia percaya
"iya udah aku kemarin salah, aku tau, aku tidak akan melakukannya lagi" kata Samuel
"kamu, selalu iya, selalu enggak, gak ngerti dah gak bisa menepati"
"iya aku beneran kali ini"
"hemm"
sejak pagi hingga ke siang, Samuel memerhatikan Joana hanya melakukan kegiatan yang sama tanpa kata berhenti dan bosan, yaa walaupun sesekali istirahat lalu mencoba melakukannya lagi untuk bacaannya
"kamu tidak bosan?" tanya Samuel
"bosan kenapa?"
"bosan mungkin membaca, kamu seharian loh membaca" kata Samuel
"bosan? aku bosan apa?"
"bosan sekap aku, lalu bebaskan aku dan biarkan aku balik ke indonesia" kata Joana
"oh tidak akan pernah, aku tidak akan perna melakukan itu, aku tidak akan pernah bosan" kata Samuel dengan tegas
"lalu kenapa mengurusi aku bosan atau tidak? yang kupakai membaca kan mataku" jawab Joana
"haaaah, iya dah, galak banget"
"memang kenapa kalau galak? gak suka kan sama aku? makanya lepasin" kata Joana
"ahh tidak, sebagaimana juga galakmu, aku mau, aku cinta, makin cinta malah" jawab Samuel
"youre crazy?" tanya Joana
"because you"
"hemm"
Joana lanjutkan membacanya, hingga malam nya, Motheo masuk kerumah itu dan masuk kamar Joana, Motheo datang bersama dua anak buahnya yang lain, jadi kini dirumah Samuel itu sudah lengkap empat anak buah Samuel dan empat anak buah Motheo
mereka duduk di ruang televisi bersama sementara Motheo masuk kamar Joana yang sudah ada Samuel juga disana
membahas delapan anak buah dulu ya yang berkumpul di depan televisi, mereka melihat acara talkshow, salah satu artis film terkenal, dan melihat salah satu scene tentang "hubungan" meskipun tidak diperlihatkan total
tapi Fabian tanpa disadari dirinya mengatakan yang membuat Max juga lupa jika keduanya sedang bersama anak buah yang lainnya juga beruntung yang mereka bahas bukan tentang perasaan mereka tapi tentang..
"Max, apa kamu tau tentang Joana dan bos Sam pernah melakukan ini?" tanya Fabian
"aku tidak tau, memang nya pernah?" tanya Max
"iya pernah. sekali, kudengar" jawab Fabian
"siapa saksinya antara kami?" tanya Max
"kalian sama sekali tidak ada"
"berarti waktu Joana juga melakukan ini dengan bos Theo, yang jadi saksi apa juga Ravansa?" tanya Max
"apa maksud kamu?" tanya Ravansa
"kemarin, waktu Sam menyuruhmu menjaganya dan aku datang bersama bosku dan lainnya, kamu ada disini kan?"
"kemarin? oh bukannya itu aku pergi ke ruang televisi?" jawab Ravansa
"ahh iya Max, waktu kejadian itu memang dia pergi meninggalkan kami kan" kata Bastian
"apa iya mereka benar melakukannya?" tanya Bams
"iya, aku mendengarkannya dengan jelas" kata Bastian
"tapi apa kamu lupa? kan waktu memaksaku membuka pintu, mereka sedang berpangkuan?" tanya Max
"aah iya" jawab Bams
"kalian bagaimana ketika mendengarnya?" tanya Max pada anak buah Samuel
"iya aku juga mendengarkannya jelas mereka melakukannya" kata Fabian
Morza kemana? ia tidak ada di tempat itu, karna yang tau kejadian itu hanya Fabian, Ravansa dan Nico, jadi ia hanya diam saja ketika mereka membahas ini
sementara Delvin dan Nico, karna sama sama lola alias loading lama jadi Nico dan Delvin masih belum plong tentang pembahasan apa mereka ceritakan baru ketika Delvin menyeletuk..
"apa yang kalian bicarakan?" tanya Nico
"apa kalian membicarakan tentang scene baru saja dalam film ini?" tanya Delvin
"naaah" jawab Max dan Fabian bersamaan
"serius?" tanya Nico dan Delvin bersamaan juga
"iya, jelas itu, aku mendengarkannya" kata Fabian
"bener, aku juga mendengar dia" kata Max
"haaa keren sih"
"gila itu, bukan keren"
semua terdiam, dan tak habis pikir..