
dan setelah 2 jam lebih baru mengintip wajah Joana yang sudah tidur, Fabian mengangkat Joana pindah ke kasurnya dan Joana pun mulai tidur
disini Fabian memandangi wajah Joana, begitu cantik, ia baik dan polos, bagaimana tidak Samuel dan Motheo tergila gila
Fabian memiliki pikiran jelek nya, ia mencoba mencium Joana tapi baru dekat sekali bibirnya ke kening Joana, Max mengetahuinya
"Fabian" panggil Max
"Max?" ucap Fabian kaget
Fabian menarik tangan Max dan membawanya keluar agar Joana tidak terganggu dan ia juga takut Samuel marah
"hei, kamu mau mencium nya?" tanya Max
"aku bisa jelaskan, aku memang mau melakukannya tapi tidak jadi kan?" tanya Fabian
"ya tapi kau mau menciumnya, kau suka sama dia jangan jangan ya?"
"ssst, jangan keras keras" kata Fabian
"astaga benar Fabian? gila kau ya, kau menyukai Joana? kau merasa tidak kalau terancam mati jika sampai bos mu tau?" tanya Max
"hei Max, jangan bicara aku! kamu apa kabar?"
"aku? ada apa aku? aku tau semua soal kamu, mengakui lah deh pada Sam, atau keluar saja jadi anak buahnya kalau tidak mau mati"
"kamu apa tidak menyukai Joana? aku tau Max kau menyukainya"
"apa yang kamu katakan? haha maaf ya, aku gak bodoh suka sama gadis itu, apalagi tau sainganku bosku"
"mengakulah, aku tau kok, aku itu orang psikolog, kamu tau itu, aku sejak kecil mempelajari banyak ilmu psikologi, jadi aku tau tipe tipe sepertimu"
"apa yang kau tau?"
Fabian menjelaskan jika ia curiga ketakutan Joana pada Max karna kecelakaan itu yang artinya Max menyukai Joana dan membuat Joana harus mati bersama nya tapi gagal karna keduanya sama sama selamat dan ia tau semua apa yang terjadi dari sorot mata Max ketika Motheo dan Max menceritakan pada Samuel beberapa hari lalu alasan Joana menakuti Max
Fabian berjalan kearah belakang dan duduk disalah satu kursi santai di balkon itu
"sudah akuilah, kita sama sama punya rahasia besar, aku tidak akan mengatakan pada bosmu atau bosku" kata Fabian
"kalau aku mengatakan pada mereka tentang ini?"
"not problem, katakan saja, aku cukup tau kau se-pecundang itu" jawab Fabian
Max pun duduk lalu melihat kearah langit dan mengakuinya juga kepada Fabian karna Max tau Fabian adalah orang di geng mafia tapi terkenal paling baik
"bagaimana kamu menyukai Joana?" tanya Fabian
"dia tipe ku, aku mencintai dia karna semua yang ada pada Joana adalah pacar idaman aku" kata Max
"hemm, aku pikir memang sedikit sama secara fisik dengan pacarmu itu sih, kalau sifat aku juga tidak tau sih, tapi sekilas mirip ya posturnya" kata Fabian
"emmm, lalu kamu?" tanya Max
"aku?"
"iya bagaimana kamu bisa menyukai dia?"
"apa kamu pernah dengar dia diselingkuhi oleh pacarnya?" tanya Fabian
"iya Elyas itu, Joana awal di amerika pacaran sama Elyas, aku sama pacarku, pacarku Erisa, tapi Erisa dan Elyas, pacarku dan pacar Joana selingkuh, sejak itu"
"sejak itu? apa hubungannya? kan sama sama diselingkuhi, kenapa kamu sempat berpikir malah menyukai Joana?"
"yaa karna Joana bisa menerima hubungan mereka bahkan sampai sekarang mereka berdua terang terangan berpacaran tapi Joana memberikan support"
"gila sih memang gadis ini, aku tidak tau cara mengucapkan perasaan ku kepadanya"
sama sama menceritakan bagaimana mengidamkan Joana dan begitu mencintai Joana tapi sama tidak tau cara bagaimana mendapatkannya
"mau mendapatkan bagaimana, sainganku saja Motheo dong" kata Max
"hem, kau benar, kurasa aku juga, aku pun sama, aku mau mendapatkan dia? bagaimana? bos Sam menyukai nya, andai saja dia ketemu sama aku lebih dulu" kata Fabian
"ahh sama, aku berpikir begitu, andai saja aku ketemu lebih dulu, aku pasti melamarnya langsung sepertinya" kata Max
mereka kembali diam, tak lama Max membuka membuka pembicaraan karna ia merasa penasaran ketika Samuel dan Joana pertama kali dipertemukan, padahal Fabian tidak penasaran karna ia berpikir Motheo dan Joana bertemu karna mungkin Joana bersikap baik atau menolong Motheo seperti yang dilakukan Joana kepada Samuel
tapi itu salah karna keduanya sama sama dipertemu dengan cara berbeda..
"dulu Sam ketemu pertama sama Joana, apa ceritanya?" tanya Max
"apa ya? kuceritakan dari awal ya, biar jelas" jata Fabian
"yaa"
Fabian mulai menjelaskan tentang bagaimana pertama kali 5 orang mafia itu bertemu si gadis polos ini
masih ingat gak kalian? okeh dijelaskan sedikit yaa..
waktu itu dimana Samuel dan beberapa orang di trek motor, Samuel di tendang hingga terpelanting dan tidak ada yang menolong, tidak ada yang tau kemana Samuel hingga cukup lama, mereka mencari juga tidak ada
dan yang ada malah ditemukan Joana karna Joana melihat ada di pinggiran jalan tapi dalam area semak jadi jelas tidak ada yang tau, alhirnya Joana lah yang membawa Samuel kerumah sakit dibantu warga karna permohonan dan permintaan Joana bahkan dirumah sakit juga atas permintaan Joana agar mengurus pasien padahal orang orang tersebut tidak ada yang mau mengurus karna akan berurusan dengan mafia
"gitu saja sih, simpel, tapi kebaikan dia memang udah lah, tidak ada obatnya" kata Fabian
"emm, karna kebaikan dia ya" jawab Max
"Theo juga sama kan? ketemu karna apa?"
"salah kamu" jawab Max
Max menjelaskan juga ketika awal ketemunya 5 gengster dengan si gadis polosnya, malah ini memang sengaja diculik, karna mereka pikir tawanan yang mereka incar, mereka ada tawanan yang mau Motheo bunuh yaitu Sherla, tapi karna merasa itu style yang sama dengan tawanan jadi mereka bawa
padahal itu Joana dan sampai di markas benar saja itu bukan tawanan sebenarnya melainkan Joana, polosnya lagi karna Joana masih baru di amerika, ia meminta pada Motheo untuk mengantarkannya kembali ketempat awal mereka menculiknya
"seperti itu, makanya si bos gila gila an sama dia" kata Max
"ahh, heran ya, sama anak ini, tapi malah kebaikan dan kepolosan dia lah yang buat dia malah disituasi ini" kata Fabian
mereka juga menceritakan bagaimana ketika Joana pamit balik ke indonesia dimana keduanya mengatakan jika bos mereka sama sama akan melupakan
"terus soal Joana balik ke indonesia, bos mu gimana?" tanya Max
"bosku? ya dia bilang melupakan, tapi aku tanyain kalau balik lagi, ya dia bilang akan mengejarnya sampai mendapatkannya" jawab Samuel
"ahh sama saja, tapi nyata nya bos ku juga mengejar Joana bilang sebelumnya mau melupakan" jawab Max