
"iya, apa kamu yakin?" ucap Lestari
"kalian doakan saja"
Elva dan Alisia disini, masih dengan mereka bertiga, tapi mereka berdua hanya diam karna bingung memikirkan bagaimana gadis se tenang Joana mendapat masalah sebesar ini
mereka memikirkannya saja tidak kuat apalagi Joana yang mengalami nya, mungkin akan ada istilah "dokter jiwa terserang gila"
Sherla yakin keputusan nya, dan ia meminta agar tidak ada yang memberi apapun penjelasan kepada yang lain, cukup mereka tau, jadi Sherla akan mengatakan ingin pulang ke amerika saja tanpa alasan jelas apa alasannya balik
"Sherla, titip salam untuk Joana ya, bilang mama sama papa disini doakan dia yang terbaik" kata Melanie
"iya ma, doakan Joana terbaik ya, ia akan pulang" kata Sherla
disini Melinda memberikan alamat rumah Joana yang ia dapat dari Ameera, Melinda juga memberikan kunci apartemen miliknya dan juga alamatnya untuk Sherla bersembunyi dari kejaran Motheo dan melindungi diri
hari berlalu, dimana keputusan Sherla semakin yakin akan pergi ke amerika dan ia pun pergi tanpa pamit sama sekali kepada Nandra
karna ia tau Nandra akan menahannya, tapi Melanie dan Amir tidak bisa melarang, karna Sherla kan juga warga amerika, dalam pikiran keduanya mungkin Sherla merasa rindu dengan negara kelahirannya
hari berlalu, dimana Sherla memutuskan dengan bulat untuk pergi ke amerika, ia memesan tiket dan akan pergi ke bandara
"hati hati" kata Lestari memeluk Sherla
"iya buk, makasih ya sudah mau jadi ibu terbaik untukku, aku merasakan kasih sayang ibu darimu" kata Sherla
"hati hati nak"
"iyaa, jika Joana balik sama Sherla, Sherla janji tidak akan meninggalkan ibu lagi. tapi kalau Joana balik sendirian, jaga dia buk" kata Sherla
"kamu hati hati" ucap Lestari menangis
hanya itu yang bisa dikatakan Lestari, kata hati hati saja, karna ia sudah tidak bisa berkata kata lain, ia terlalu sayang kepada Sherla menganggapnya layaknya anak sendiri
Sherla pun pergi ke bandara, masuk pesawat, terbang, dan sampai di bandara amerika
setelah turun dari pesawat, Sherla menghirup udara di bandara itu, udara tanah kelahirannya
setelah 3 tahun meninggalkan amerika, kali ini, Sherla datang bukan untuk pulang sebagai warganegara amerika tapi sebaagai turis yang datang karna Sherla sudah menjadi warganegara indonesia sejak namanya masuk dalam kartu keluarga bersama orang tua Joana
setelah ia sampai, ia mendapatkan alamat rumah Joana yang dikasih oleh Melinda, Melinda belum pernah sampai di rumah itu tapi Melinda mendapatkan alamatnya dari Ameera
setelah ia mencegat taksi dan mengatakan alamatnya, ia pun sampai di depan perumahan
"blok E nomor berapa tadi nona?" tanya supir taksi
"E-13 pak" jawab Sherla
setelah sampai, Sherla meminta turun di nomor E-11 nya, jadi 2 rumah sebelum rumah Joana, Sherla membayar lalu turun dan berjalan sedikit ke arah rumah Joana
sesampainya, ia melihat tidak ada mobil atau kendaraan siapa siapa disana tapi saat mendekati, Sherla melihat dengan jelas dari jendela kaca yang ber-ukuran kecil di tengah pintu itu
dan disana ada Joana dengan Motheo dan Samuel, merasa curiga ada yang datang, Samuel menyadari dari jendela pintu ada yang memerhatikannya, ia langsung berjalan kearah pintu dan membuka pintu tapi tidak ada siapapun terlihat disana
Sherla langsung berlari ke samping rumah..
"cari siapa?" tanya Joana
"tadi aku lihat ada yang mengintip dipintu ini" kata Samuel
"perasaanmu saja"
"aku yakin"
Motheo penasaran langsung mencarinya, tapi Sherla langsung berlari dan melompat dari pagar ke nomor rumah E-14 nya
dan Motheo tidak menemukan siapapun setelah keliling dirumah itu
"apa kamu janjian bertemu orang?" tanya Samuel
"tidak" jawab Joana
"katakan saja Joana, jangan coba membohongi kami" kata Samuel
mereka kembali masuk tapi Joana masih berpikir siapa yang datang ini, ia tidak merasa berjanji pada seseorang, ia juga tidak mengenal siapapun orang tetangga rumahnya itu
cukup lama, sampai akhirnya Joana tidur malamnya, Motheo mendapatkan kabar dari Bams akan ada urusan ditempat lain, saat berpamitan akan pergi, malah Motheo melihat Joana sudah tidur, jadi ia tidak tega membangunkannya
melihat Motheo pergi, Samuel juga ingin pulang saja, seharian ia dirumah Joana tanpa tidur jadi ia memutuskan untuk tidur saja dirumahnya sendiri dan ia pulang
kesempatan, saat lama nya Sherla menunggu kepergian keduanya, Sherla mendekati pintu rumah Joana tapi terkunci, sayangnya ia tidak punya kuncinya, dan ia juga tidak tau pada jendela mana Joana tidur
jadi Sherla menggedor satu persatu jendela sampai ia menekan dimana Joana menjawab gedorannya
"Sherla?" ucap Joana kaget ketika mendengar gedoran dan membuka tirai jendela kamarnya
"Joana, bukakan aku" kata Sherla
Joana membuka sedikit jendela, karna ia pikir masih ada Motheo dan Samuel disana
"Sherla kapan kamu datang?" tanya Joana
"gimana aku mau masuk ini, apa muat?"
"ehh jangan, didepan kan ada Sam dan Theo, aku kunci pintu kamar dulu"
"aku lihat mereka pergi kok"
"ahh seriusan?"
"iya makanya aku berani"
Joana membukakan Sherla melalui jendela itu saja dan Sherla pun masuk, Sherla yang hanya membawa 1 tas sedang pun beristirahat dikamar Joana karna ia tidak sempat tidur setelah perjalanan jauh dan menunggu lama perginya Motheo dan Samuel
mereka pun saling berpelukan disana, yaa, selama setahun mereka tidak bertemu, sama sama merindu
"aduh, kamu kapan datang?" tanya Joana
"pagi tadi, aku dapat kabar, aku sudah tau semua nya Joana" kata Sherla
"apa?"
"tentang kamu tidak akan bisa balik ke indonesia karna Theo dan Sam"
tapi ternyata Samuel yang pergi memutuskan balik lagi kerumah Joana karna ia kepikiran oleh Joana, ia kepikiran karna sebelumnya ia melihat jelas ada orang yang mengintip dari jendela pintu rumah Joana itu
Joana mendengar pintu rumahnya terbuka, mereka bingung menyembunyikan Sherla dimana ini
"Joana ada yang datang" ucap Sherla
"siapapun itu tapi kamu harus bersembunyi Sherla" kata Joana
"dimana?"
"diam disini saja jangan keluar"
"jangan sembarangan, kalau dia memaksa masuk? aku dimana lagi bersembunyi" kata Sherla
"emm, lemari aku akan mengeluarkan beberapa bajuku"
"okeh disini" kata Sherla
saat hampir saja Samuel membuka pintu nya, beruntung Sherla sudah aman
"kak Sam? kok balik?" ucap Joana
"sama siapa kamu?" tanya Samuel
"apanya?"
"kenapa tadi tidur dan sekarang bangun, ada apa?" tanya Samuel sambil memerhatikan seluruh ruangan kamar
Joana menyeret Samuel pergi ke ruang televisi saja dan duduk disana berdua