
"iya, kemana dia? tapi bilang bisa kan dia?" tanya Egar
"bisa Poy, tunggu kutelfon" jawab Joana
beberapa kali, telfon tidak diangkat tapi telfon keempat kalinya malah hapenya tidak aktif, akhirnya Egar menelfon Feris, Feris mengangkatnya dan Egar mengaktifkan speaker nya
"halo, bos Feris dimana?" tanya Egar
"aduh bos, aku ngajar, ada apa ya?" tanya Feris
"oh ngajar? yaudah deh sori sori, tadi telfon Elva, katanya mau ke kantin utama, bilang ke Joana bisa, tapi gak datang datang"
"oh, Elva tadi bilang kok sama aku, tapi dia pulang katanya gak enak badan, aku lupa kasih tau kamu, aku ada kelas"
"ahh, Elva pulang? yaudah deh, kamu lanjutkan deh bos"
"okeh"
ternyata Elva tidak enak badan jadi pulang, ya jadinya Egar dan Joana tidak jadi ketemu Elva, mereka menyelesaikan makan sebelum sore mereka akan pulang
setelah sampai dirumah, Egar pergi mandi, tapi Joana mendengar bel pintu rumah itu, ia membukakan dan itu Sherla dan Lestari
"kalian?" sapa Joana
"Joanaaa" ucap Sherla
Sherla memeluk Joana dan menghilangkan kerinduannya, yaa bayangkan saja, full dua tahun tidak ketemu, sejak Joana tidak lagi balik ke indonesia karna beberapa hal dan hal utama karna kehamilannya pastinya
"mana Egar?" tanya Lestari
"iya, kemana dia?" sapa Sherla
"ada, mandi, kami baru pulang jalan jalan" jawab Joana
"woah asik itu"
mereka mengobrol bertiga, karna ada tamu, Egar menyapa ketiganya
"loh ada kalian?" sapa Egar
"yaa Egar, hai" jawab Sherla
"hai, yaudah kalian lanjutkan saja"
Egar pergi membuatkan minuman dan membawakan makanan camilan juga lalu meninggalkan mereka agar ada privasi bicara, karna Egar adalah suami pengertian
ketika Egar pergi dan merasa aman, disinilah kesempatan untuk keduanya mengointerogasi Joana
"Joana, ibuk mau tanya, apa kabar kamu disana? bagaimana bisa kamu tidak balik lagi kesini, keindonesia?" tanya Lestari
"baik kok buk, ibu lihat kan? kau baik baik saja"
"baik? yakin? aku dapat kabar kamu disekap sama Sam dan Theo?" ucap Sherla
"iya itu bukan masalah, aku sekarang bisa bebas"
"coba ceritakan apa yang terjadi selama disana, sama ibuk jangan ditutupi nak, ibuk ini sudah tau kok semuanya soal kamu dan mereka berdua" kata Lestari
"gini Joana, kamu ceritakan ke kami, aku juga sudah kenal siapa kamu, bahkan siapa mereka berdua" ucap Sherla
keduanya mendesak Joana bicara, mereka terus memaksa karna keduanya tau Joana tidak dalam kondisi baik baik saja di amerika
karna desakan itulah Joana akhirnya luluh, ia berpikir apa tidak seharusnya mengatakan semuanya? apa mereka yakin bisa mendengarkan ini semua yang terjadi kepadanya?
Joana menarik napasnya panjang panjang tapi melepaskannya perlahan dan menenangkan dirinya dulu sebelum ia mengatakan semuanya
"okeh, apa kalian benar akan mendengarkan aku?" tanya Joana
"pasti, kita kan sudah tanya pasti kita dengar" kata Sherla
"katakan, aku kenal kamu bukan beberapa tahun, tapi sejak kamu masih kecil bahkan, sudah katakan" kata Lestari
Joana mulai menceritakan semuanya dimulai dari awal ia ketemu lagi dengan keduanya bagaimana, lalu bisa disekap, hingga beberapa kali mencoba lari tapi gagal bahkan sampai akhirnya berusaha bunuh diri tapi masih di beri hidup
"dan aku.. juga.." kata Joana terhenti dan menunduk
"Joana, apa?" tanya Sherla
"aku sudah menikah dengan keduanya" jawab Joana dengan nada pelan suaranya
bahkan Joana juga mengatakan jika dirinya sudah menikah dengan keduanya, Sherla dan Lestari kaget bukan main, tapi bagaimana lagi, mereka yang meminta Joana mengatakan nya semuanya
dan tak hanya itu tapi Joana juga mengatakan soal ia sempat hamil dua tahun terakhir dan keduanya adalah anak Theo dan Sam
"aku juga sudah melahirkan dua anak perempuan" kata Joana
"apa Joana?" ucap Lestari kaget
"serius ini?" tanya Sherla
"sumpah, aku serius, aku melahirkan, setahun pertama anak ku dengan Theo, dan anakku dengan Theo lahir sekitar berusia 10 bulan, aku hamil anak kedua ku dengan Sam"
Joana menjelaskan ia konsumsi KB sebelumnya karna merasa memang tidak ingin memiliki anak selain dengan Egar, tapi karna kebobolan juga, mungkin karna terlalu sering berhubungan badan itu
hingga lupa meminum obat KB lagi setelah melahirkan jadi jelas kebobolan lagi yaitu anak keduanya, baru anak kedua nya lahir, Joana mengkonsumsi obat hingga sekarang karna tidak mau lagi ada ketiga dan selanjutnya
"jadi kamu sekarang? konsumsi obat?" tanya Lestari
"ya buk, gimana lagi, aku tidak mau lagi hamil"
"kamu minum itu berarti tidak akan memiliki anak dengan Egar kan? kamu tau itu?"
"ya tau buk, bagaimana dari pada aku hamil dan masih anak antara mereka"
"astaga Joana kenapa nasibmu sejauh ini?" tanya Sherla
"sudahlah, sudah takdirnya" jawab Joana
mereka diam lagi beberapa menit, dimana Joana merasa lega soal kejujurannya kali ini kepada Sherla dan Lestari
Sherla mendengar semua beban Joana pun memeluk Joana sambil sesegukan
"kamu kenapa nangis?" tanya Joana
"aku tau semua ini karna aku Joana" kata Sherla
"eh jangan, kamu gak ada sangkutannya kan, kamu disini gak di amerika kan"
"tapi coba dari awal aku gak libatin kamu, gak gini ceritanya, aku lebih pilih mendingan aku yang nyerahkan diri waktu itu" kata Sherla
"Sherlaaaaa udah ya jangan gini kah" jawab Joana
merasa bersalahnya Sherla tidak akan pergi selama Sherla hidup, bagaimana tidak? Joana bahkan berada disituasi sekarang paling pengaruh juga karna membantu Sherla lepas dari jeraran Motheo tapi malah Joana yang sekarang dijerat seberat itu
"lalu bagaimana dengan keluarga Theo dan Sam? anak anak buah nya? dan lainnya" tanya Sherla
"semua tau, tapi aku tidak mau yang tidak bagian mereka untuk tau, makanya aku selalu menutup diri selama aku di amerika"
"kalau keluar? apa ada yang mengenalimu?"
"kupastikan tidak ada, karna aku tidak mau terlihat ada yang mengenaliku"
"urusan itu singkirkan dulu, kita bahas yang disini, apa Egar tau?" tanya Lestari
"jelas tidak lah buk" jawab Joana
"lalu Amir? Melanie?" tanya Lestari
"mama Lanie, papa Amir, bibi Linda dan paman Dimas semua tidak ada yang tau" jawab Joana
"Linda Dimas tau" jawab Lestari
"kalian kasih tau?"
"tidak, kami malah kaget dia tau, dia bilang tau semua dari Freedy dan Ameera"
"lalu apa tau soal aku nikah dan hamil?"
"tidak kurasa, kami saja baru tau sekarang" jawab Lestari
Lestari memeluk Joana disusul juga oleh Sherla memeluk kembali Joana, mereka memberikan kekuatan dalam pelukan itu karna tau membuat Joana bahagia sangat lah mudah