
dan keluarga Egar paham soal itu akhirnya jadi tidak ada lagi salah paham nanti nya tentang ketiganya
saat itu juga Sherla turun, tapi sampai dibawa, ia melihat ada tamu disana, ia bingung karna memang Sherla tidak tau, jadi ia mencari Lestari yang sedang masak didapur bersama Alisia dan Melinda
"buk, itu diluar ada tamu nya siapa? kok rame sekeluarga" tanya Sherla
"eh Sherla kamu belum tau? Joana kemarin dilamar minggu kemarin itu" jelas Alisia
"wooh memang iya? siapa melamar?"
"iya memang, itu didepan yang melamar, keluarga Egar" jelas Melinda
"waaah kak Egar melamar Joana? waah aku baru tau, pada gak ada yang bilang nih" kata Sherla
Lestari menceritakan disana bagaimana Egar dan Joana memutuskan akan menikah nantinya dan Sherla turut bahagia..
setelah semua Lestari sudah siapkan, lalu mereka makan bersama malam itu, bahkan Melanie dan Amir membawa Lestari untuk makan bersama
"buk Tari, ikut makan saja" kata Melanie
"tapi saya kan"
"udah ikut, gakpapa, saya jelasin semua juga tadi sama keluarga Egar tentang ibu dan Sherla juga Alisia, mana anak anak itu panggil juga"
"apa tidak akan menagganggu acara keluarga bu?"
"tidak, sudah ayo"
Sherla dan Alisia tau diri mereka bukan keluarga itu jadi setelah bantu masak, mereka naik keatas dan diam dikamar Sherla tapi tak lama Lestari memanggilnya
"ayo, ikut makan kalian, Aal sama Sherla" kata Lestari
"loh buk, kami juga diajak?" tanya Sherla
"iya, Melanie yang minta saya panggil kalian"
"tapi kita kan bukan.." kata Alisia terpotong
"sudah ayo, ikut saja, nanti dijelaskan disana kan"
mereka pun turun dan ikut bergabung makan bersama keluarga Joana dan Egar disana
Melanie dan Amir menjelaskan kepada Alisia dan juga Sherla disana yang terbilang sebagai orang baru dirumah itu, tentang rencana pernikahan Egar dan Joana
"nah ini pas, nanti kan bisa jadi penerima tamu, keduanya sama sama cantik" kata Meliana
"haha iya bibi, makasih" jawab Sherla
"iya bibi ih, bikin malu, memang sih saya cantik" jawab Alisia
"hahah bisa saja" jawab Joana
"tapi bener, cantik mereka, Joana paling cantik" jawab Meliana
"pastinya lah ma" jawab Egar
"jangan sampai tidak ya bi" jawab Sherla
mereka bercanda sudah seperti keluarga yang menjadi dekat dan satu, disini Joana melirik arah Egar, Egar pun sama dan saling melemparkan senyuman
setelah makan bersama, mereka berkumpul di ruang tamu, yaitu Joana dan Egar, Alisia dan Sherla, duduk di satu sofa panjang, sementara yang lain, Melanie, Amir, Melinda, Dimas, Lestari, Meliana, dan Enggar ada diruang yang sama sofa berbeda
"eh tunggu, kami seperti keluarga tertukar gak sih? masak aku kan Melinda, kakak iparku Melanie dan kakak ipar satunya Meliana" kata Melinda
"ehh iya ya, sama sama berawal MEL" kata Melanie
"ahh baru tau, eh tapi memang nya bukannya kamu (Melinda) adiknya Melanie?" tanya Meliana
"bukan kak, aku adik dari bang Amir malah, adik kandung nya bang Amir ya aku, kak Melanie tunggal" jelas Melinda
"woooh serius? kupikir yang adik kakak itu bibi Melin sama bibi Melan" kata Egar
"bukan lah Egar, makanya banyak orang mengira begitu karna namanya senada, dan katanya mirip juga kan" jawab Melanie
"tapi sepertinya sebentar lagi bertambahan 1 orang deh, bibi Meliana kan sama namanya juga bertiga dong" kata Joana
"eh astaga iya dong" jawab Meliana
Meliana baru sadar namanya juga senada dengan Melinda dan Melanie, yap, sebuah keluarga penuh kebetulan, dimana semua berawal dengan nama MEL
apalagi fisik dari Meliana mirip juga dengan Melinda dan Melanie, sedikit terisi tapi tinggi dan putih bersih
jadi penegasan saja ya..
Melanie itu ibu dari Joana dan anak tunggal dikeluarganya jadi tidak memiliki adik atau kakak
tapi Melinda itu bibi dari Joana, adik dari Amir yang ikut tinggal bersama Amir sebelum Melinda menikah jadi bukan kandung dari Melanie nya malah
sementara Meliana adalah mertua Joana
kebetulan kah?
yaa dalam cerita kebetulan memang terjadi tapi dalam pengetikan tangan author, itu disengaja, wkwk
lanjot...
hingga mereka membahas pekerjaan masing masing mereka, Meliana dan Enggar sama sama mengajar, bedanya Enggar sebagai guru di sekolah farmasi, karna Enggar kuliah mempelajari obat-obatan dan semacam nya (apoteker)
dan Meliana adalah dosen utama di sebuah kampus yang ber-spesialis kebidanan, Meliana sendiri bidan
disini Melanie menjelaskan juga pekerjaan dari keluarga Joana, yaitu
Melanie sendiri adalah dokter umur di tempat yang sama dengan Egar bekerja yaitu di RS Netra Utama
Amir adalah dokter umum dan dokter rehabilitasi yang bekerja di beberapa rumah sakit, dan menetap dirumah sakit lain dari istrinya dan Egar yaitu di RSMT (Rumah Sakit Mitra Kartini) salah satu rumah sakit besar juga meskipun kalah besar dengan Netra sih
sementara Melinda adalah dosen pengajar dikampus lain dari tempat kampus Joana dan sebagai dosen dokter umum
suaminya, Dimas adalah guru disekolah lama Joana tapi meskipun guru biasa tapi termasuk kan dalam keluarga besar Joana sebagai pengajar juga
jadi seluruh keluarga Joana dan Egar jika digabungkan menjadi keluarga kesehatan semua karna semua adalah dokter
hari berlalu, ketika Joana sibuk di kantornya, ia pun duduk dimeja kerjanya, saat akan jam makan siang, seseorang mengetuk pintu ruangan kerja Joana
"masuk" sapa Joana
"dokter Joana" sapa Wita
"Wita, hei apa kamu panggil aku? kenapa gitu dah, kan biasa Joana" kata Joana
"ya itu masih jaman kuliah, nah sekarang faktanya semua staff baru panggil kamu sebutan dokter Joana"
"lah kamu juga dokter disini ngapain panggil gitu?"
"ya gakpapa lah dokter, jangan larang aku, ini sebagai penghormatan aku kepadamu, kan kamu juga membantuku masuk kerja disini"
"iya sih"
"oh ya aku masuk mau tanya makan siang kemana?"
"oh udah masuk jam makan siang ya? diluar aja deh kamu mau?"
"mau, ayo pergi"
mereka memutuskan untuk launch sekalian, sementara Joana memesan makanan, Wita mengatakan kejujuran karna ia sudah menyebar pesan kepada seluruh teman dikampus soal hubungan Joana dengan Egar
"heheh, maaf Joana, aku berbagi kebahagiaan saja sig niatnya" kata Wita
"ahh pantas saja Wita, kamu dalangnya? banyak sekali pesan masuk kepada ku dan Egar, semuanya pada mengirim stiker dan ucapan engagement" kata Joana
"hehe iya aku semua itu sebarin, sama Galen sih"
"dasar kalian ya"
seminggu terakhir, Joana dan Egar memang sering bertukar hape kadang seharian mereka tukar hape, Joana membawa hape Egar, Egar juga sama