My Name JOANA

My Name JOANA
268



yaa karna sekalinya tidur bisa cukup lama melebihi batas tidur normal


karna Joana tidak mau terlambat pergi kerja, Joana pergi saja, ia turun, menyapa Ravansa dan beberapa orang diluar rumah nya


"Vansa, aku berangkat kerja" kata Joana


"ya nona ayo kuantar"


"oh ya Albern, itu Sam masih tidur nanti dia bangun bilang saja aku dirumah sakit" ucap Joana


"iya nona, siap"


"ini uang kalian buat makan aku kasih untuk cash saja"


"baik nona"


"oh ini aku tambahin, ada Fabian kan, biar makan belikan Fabian juga"


Joana pun pergi kerja, seperti biasa diantarkan oleh Ravansa dan Delvin, dan memang tugas mereka menjaga Joana diluar rumah jadilah mereka harus rela menunggu Joana dari awal jam kerja hingga lepas kerja


sesampainya dirumah sakit, Joana masuk ruangan kerjanya untuk mengerjakan banyak laporan


"pagi suster Westly" sapa Joana


"pagi juga dokter Jo, waah sudah datang saja" sapa Westly


"hehe iya, mau ada laporan belum kukerjakan"


"oh ya? emm, eh iya selamat ya dokter"


"selamat?"


"iya karna pasien Calvin sudah akan dibuka kan hari ini pasungnya?"


"ahh iya haha"


setelah mengobrol sedikit menyapa pagi cerah mereka, mereka kembali bekerja masing masing, Joana di ruangannya mengerjakan tugasnya dan baru sekitar dua jam berlalu baru bisa menemui Calvin


sebelum pergi keruangan Calvin, Joana mencari suster lain meminta kursi rodanya satu saja, setelah dapat ia pun pergi keruangan Calvin tapi berpapasan dengan Westly


"dokter Jo, ini buat apa?" tanya Westly


"untuk Calvin"


"Calvin? dia lancar kok berjalan"


"iya, tapi bekas pasung lama itu membuatnya sedikit lemas kakinya, pasti sulit untuk berdiri, lagi pula dia trauma sinar kan, ini siang mataharinya sudah mulai keluar, jadi aku akan menutup matanya selama perjalanan pindah kamar"


"oh, gitu? boleh juga masuk itu"


Westly benar tidak lagi bisa meragukan Joana dengan kecerdasannya mengatasi pasien jiwa, pantas saja, Joana mampun menyembuhkan banyak pasien nya


Joana kembali pergi, tapi Westly kuatir membiarkan Joana sendirian pergi, pas sekali Jorse baru selesai urusannya dengan beberapa pasien jadi Westly mengajak Jorse mengawasi Joana untuk urusan Calvin itu


sesampainya diruangan pasung Calvin, Joana membukakan pintu kamar pasung Calvin dan menyapanya


"hai Calvin" sapa Joana


"Joana, kamu datang?"


"iyaa dong"


Joana mengobrol dulu disana, untuk memastikan dulu jika ia yakin akan membukakan pasung Calvin, Calvin pun memberikan beberapa pertanyaan dan baru jawaban membuat Joana membuat nya yakin jika ia bisa


"aku kalau dibuka pasungan ini, kita pergi keruangan kamar inap biasa ya" kata Calvin


"iyaa, kamu kan janji kan tidak akan marah" kata Joana


"tapi bagaimana dengan lampunya, aku takut sama lampu"


"gak usah, jangan di nyalakan"


"iya udah, terus jalannya? ke ruangan kan ada sinar matahari"


"iya aku bawain kursi roda ini makanya"


"ooh"


"Joana kamu tidak akan mencelakaiku?" tanya Calvin


"iya dong, gak ada sama sekali pikiran ku itu"


setelah sampai diruangan untuk Calvin, Joana membantu Calvin turun dan melepaskan penutup mata Calvin, baru Calvin melihat kamar untuknya yang sudah pasti ia akan bebas kemana mana


"gimana?" tanya Joana


"waaah, Joanaaaa, jadi aku akan disini?"


"iyaa, disini, kamu diam sini"


Calvin terlihat begitu senang kabar baik bagi nya


tak lupa Joana juga menjelaskan tentang aturan dimana masuk jam kerja Joana hingga jam pulang kerja Joana, pintu boleh tanpa dikunci dari luar, tapi jika Joana sudah habis jam kerja, Joana akan menguncinya lagi dan Calvin tidak mempermasalahkan itu


"setuju?" tanya Joana


"terus aku dikunci disini? kalau mau pergi toilet?"


"ini toilet didalam kan?"


"oh iya ya aku lupa, yaudah deal, aku mau deh, gakpapa, tapi Joana janji ya sama aku kalau kamu datang, kamu kabari aku, biar aku bisa minta antar kamu untuk jalan jalan keluar kalau bosan aku disini"


"iya Calvin, tenang saja ya"


jam kerja hari itu berakhir, melelahkan itu pasti, saat Joana sampai dirumahnya lagi, ia pergi mandi di rumah bawah dan naik ke rumah atas, Joana selalu menerapkan siapapun masuk kamar atas, harus mandi, kecuali Egar ya..


yaa karna Joana tau tingkat kebersihan suaminya itu, bahkan terbilang lebih bersih kerapian Egar daripada Joana


saat baru sampai di rumahnya


"Sam ya datang?" tanya Joana


"iya nona, sudah sejak siang tadi" kata Albern


"yaudah, aku naik dulu"


"baik nona"


Joana yang selesai mandi pun langsung naik dan ia melihat dikamarnya sudah ada Samuel tidur diranjangnya, karna tidak mau mengganggu ia pun pergi ke meja kerja di luar kamar itu


ia menulis jadwal kegiatan untuk Calvin setelah ia lepas dari pasung, yaa.. kegiatan yang pernah ia terapkan kepada pasiennya sebelumnya mulai dari makan teratur, tidur teratur, obat teratur, semuanya serba diatur karna kunci utama kesembuhan memang


saat sibuk menulis, tak lama Joana melihat Samuel keluar dari kamarnya, Joana malas menanggapi Samuel karna ia tau ia akan dipaksa lagi berhubungan badan nantinya


"hemm, ini orang bangun, aku pergi kemana? ahhh disini" gerutu Joana


Joana bersembunyi di bawa kolong meja kerja miliknya, Samuel bingung karna tadi ia melihat ada Joana duduk di meja kerja itu tapi kenapa pas didepannya tidak ada


tapi Samuel bukan anak kecil, yang bisa di bodohi dengan bermain persembunyian itu, Samuel mendapatkan Joana


"Bay, kamu ngapain disini?" tanya Samuel


"kenapa kamu tau aku disini?" tanya Joana kaget


"kamu kira aku anak baru masuk sekolah dasar? dibodohi sama ginian?" tanya Samuel


"jangan ganggu aku dulu lah, aku masih menulis beberapa pekerjaan dan laporan ku"


"iya, aku gak ganggu" jawab Samuel


Samuel menarik kursi di meja kerja Joana, ia membuka celananya dan meminta Joana duduk di atas pahanya


"ih, apa itu" kata Joana ketika ia duduk dipangkuan Samuel


"udah duduk, diam dulu, aku buka dulu" kata Samuel


Samuel membuka paksa rok dipakai Joana dan juga ****** ********, Joana terus menolak, tapi Samuel tetap masih memaksanya


"kamu bilang gak ganggu yaaa" jawab Joana kesal


"loh, iya aku gak akan ganggu memang kok, aku gak akan ganggu, kamu kerjakan saja urusanmu, aku cuma mau kamu diam"