My Name JOANA

My Name JOANA
125



"saya tidak bisa ditolak, saya kasih waktu anda selama 2hari berpikir lalu menerima atau saya bertindak" ucap Max


Max pun pergi, naik kedalam mobilnya dan meninggalkan tempat itu, sementara Ameera bingung harus bagaimana, ia menceritakan semua kepada suaminya


dimana suami Ameera yang bernama freedy mengatakan agar Ameera memberikannya saja agar lebih bisa menjaga nyawanya, karna ia tau bagaimana berurusan dengan Max


"masak dikasih kan babe, itu rumah aku kasih untuk Melin, kamu tau kan itu sudah kusiapkan untuk Melin berlibur ke amerika gak perlu menyewa hotel" kata Ameera


"lalu apa kamu memilih nyawa mu tergadaikan?" tanya Freedy


"ya iya, tapi aku perlu mengabari nanti kepada Melin"


"kabari hari ini, atau secepatnya saja, jangan lama lama berurusan sama Motheo dan lainnya, sudah mendingan lepaskan semua yang dia minta" jawab Freedy


disini keduanya berpikir jika mungkin saja Max atas suruhan dari Motheo, melihat bagaimana dulu Motheo mendekati Joana


pada faktanya semua tanpa paksaan atau suruhan siapapun termasuk Motheo, hanya karna Max tidak bisa melupakan Joana saja ia berusaha menyukai apa yang Joana sukai dan memiliki apa yang pernah Joana miliki


"halo, Melin? kamu lagi apa?" sapa Ameera berbasa basi


"lagi dirumah ini, rumah dinas, aku kan dapat rumah dinas, ada apa ra?"


akhirnya Ameera menghubungi Melinda mengatakan untuk ia akan menjual rumah pemberiannya dan berjanji akan menggantikannya dengan 1unit apartemen, sebagai pengganti rumah ia jual juga sekalian kado pernikahan juga


"oh astaga gitu, ya gakpapa, pakai saja, aku kab bilang jangan repot repot, yang penting doanya saja kan" kata Melinda


"ya tapi tetap saja aku tidak enak, aku janji ganti semua dengan 1 unit apartemen"


"waah jangan, jangan macam macam deh, apartemen itu mahal tau"


"iya aku tau, tapi aku sudah siapkan kok, biar sekalian ini kado pernikahan, aku dengar dari teman teman bulan depan kamu menikah"


"oya sih"


"yaudah terima saja ya, jangan menolak, kalau tolak, kamu tidak anggap aku teman"


"astaga Ameera, kamu baik sekali, maafkan aku jadi membebani pikiran mu saja"


"tidak lah, atas bantuan kamu juga aku dititik saat ini, udah deh aku kabari lainnya lewat chat, kamu kan juga masih banyak kebutuhan untuk pernikahan"


setelah semua nya selesai pengurusan untuk laporan Melinda, hari berikutnya Max datang lagi kerumah Ameera yang akan ia beli itu, tak lama Ameera datang juga bersama suaminya, karna suaminya tidak tega jika membiarkan Ameera pergi sendirian


setelah sampai...


"bagaimana?" tanya Max


"ya saya jual"


"tulis nominal di selembar kuitansi ini, sudah ada tanda tangan saya, kamu bisa langsung cair kan"


"baik"


"mana surat surat semuanya?"


setelah mendapatkan surat surat itu, langsung hari itu juga Max tidak mau terlalu lama untuk mengganti nama pemilik rumah dengan namanya


saat akan pergi...


"oh ya, jika siapapun tanya soal rumah ini, bilang ini masih milik kalian dan tidak dijual" kata Max


"ya Max" jawab Freedy dengan cepat


dan selesai urusan semua dalam sehari, kenapa begitu cepat? karna semua orang yang tinggal di amerika terutama yang asli orang amerika akan tau siapa Max, makanya tidak mau berurusan terlalu lama


waah Max saja dikenal bahkan ditakuti apalagi Motheo nya, kalian bayangkan kan?


okeh lanjut, setelah semua beres, seminggu kemudian, Max memutuskan kepindahannya kerumah, kali ini, rumah ini benar benar pribadi, pasalnya Max tidak membawa siapapun kerumah itu


Max berjalan mencari kamar yang menjadi tempat tidur Joana dan ketika ia ingat waktu itu ia mencari Sherla, kamar Joana ada di kamar tengah


karna ada 3 kamar disana, kamar belakang ditempati Lestari dan kamar kedua kamar Joana, kamar pertama adalah kamar tamu, tapi memang kamar kedua yang ukuran kamarnya paling besar dari yang lain


"kak Max ini kamar mana kamu pakai?" tanya sepupunya


"oh kamar ini, tengah saja"


"okeh, biar kamu urus dulu"


"ya, saya tunggu diluar saja"


"yaa"


kepindahan nya selesai, beberapa hari berikutnya, saat ada hari kosongnya, ia memutuskan untuk tidak keluar kemana mana, hanya tidur..


diwaktu ini juga lah Claudi datang, teman Joana yang berlibur dan akan mampir kerumah Joana karna tidak sempat mampir ketika liburannya sebelumnya


setelah Claudi sampai, ia mengetuk pintu rumah itu tak lama Max keluar


"cari siapa?" tanya Max


"emm, saya cari teman saya disini kak, katanya tinggal disini"


"oh, tidak tau, mungkin sudah lama tidak disini, ini saya baru beli dari pemiliknya"


"atas nama siapa pemiliknya?"


"Ameera"


"ahh baik kak makasih, maaf kak mengganggu"


Max langsung masuk lagi dan tidur, ia tidak tau jika gadis itu mencari Joana, saat ia kembali merebahkan badannya di atas ranjang ia baru sadar mungkin gadis itu mencari Joana tapi ketika ia berlari lagi keluar dan sudah tidak ada siapapun didepan rumah itu, bahkan ia juga lupa ciri ciri gadis itu


"aaaarrrrgh" teriak Max kesal


hari berlalu, dimana esoknya, Max kembali ke markas dan berkumpul bersama teman temannya disana, mengobrolkan beberapa hal sampai ketika Delvin, Max dan Bams akan jalan ke mall untuk refreshing


mereka berjalan bertiga saja, dijalan bertemu Samuel berdua dengan Fabian yang sedang ada disalah satu toko sepatu


setelah Fabian dan Samuel selesai disana, mereka keluar berpapasan dengan ketiga anak buah Motheo tapi mereka lanjutkan jalan seperti tidak melihat mereka bertiga, yaa seperti itu memang sebelum sebelumnya juga


sementara Samuel dan Fabian sampai di mobil mereka...


"itu tadi Max dan 2 temannya ya" kata Fabian


"ya, aku melihatnya, sudah lah" kata Samuel


mereka pun pergi ke rumah Samuel, sesampainya..


Fabian mendapat telfon dari kakak perempuannya bernama Cali untuk mengantarkannya ke dokter untuk cek up rutin dan ia berpamitan kepada Samuel


"bos, hari ini free ya?"


"ya, kenapa Bian?"


"aku mau pamit, antar kak Cali, dia minta aku antar ke dokter tapi jaga Sean, karna ibuk sibuk"


"oh yaudah, gakpapa, nanti kalau perlu saya telfon"


dan menjelaskan akan pergi antar kakaknya urusan lain dan Samuel memberikannya izin


sesampainya dirumah Cali, kakaknya, mereka pun pergi, Fabian berusaha menjadi adik dan kakak yang baik, ia sering menjaga adiknya itu ketika ibunya sibuk dan kakak juga sibuk, Fabian anak tengah, kakak perempuannya bernama Cali Xavier dan adik laki laki nya bernama Sean Xavier,


Fabian sendiri memiliki nama panjang Fabian Xavier