My Name JOANA

My Name JOANA
319



niat Akeyla tidak memberitahu mereka siapa telfon yaitu Joana karna menelfonnya balik tapi keduanya mendengar telfon masuk langsung membalikkan badan


"siapa?" tanya Samuel


"ini..." ucap Akeyla


"lihat" kata Samuel


tanpa basa basi lagi Motheo menarik paksa hape Akeyla dan melihat itu Joana


"angkat, bicaralah" Motheo mengembalikan hapenya


"speaker" sambar Samuel


Akeyla menurutinya saja, mengangkat dan mengaktifkan speaker lalu menyapa


"halo, Key ada apa telfon tadi?" tanya Joana


"aku.." ucap Akeyla melirik kearah Motheo Samuel


"Key?" panggil Joana


"pulang, kemana kamu bilang seminggu pergi?" jawab Motheo dengan nada keras


"Theo? kenapa kamu sama Key? kamu ngapain?"


"pulang, aku bilang, kenapa dibiarin malah seenaknya" ucap Motheo


"pulang atau aku hancurkan keluargamu" bentak Samuel


"Saaaaaam, Theeeeo, iya iya aku pulang, tunggu seminggu lagi"


"seminggu? mati kelurgamu" jawab Samuel


"Sam? apa sih bicaramu"


"serius aku, aku pernah mengatakan ini ya, kalau macam macam sama aturan ku, kamu tau apa kulakukan" jawab Samuel


"iya aku disini dua minggu, tiga hari lagi aku datang"


"ini lebih dari perjanjian kamu ya, jangan main main sama aku, Joana balik sekarang" kata Motheo


"Theo ayo lah, aku janji aku balik tiga hari lagi" kata Joana


"okeh, pelajaran buatmu, lihat apa yang kulakukan hari ini" ucap Motheo menutup telfonnya


Motheo menutup telfon, membanting hape Akeyla hingga pecah, Akeyla kaget bukan main, tapi tak hanya itu, malah Motheo Samuel menghancurkan lapak Akeyla, semua ia hancurkan, semua di obrak abrik mereka berdua


Akeyla hanya bisa menangis di tenangkan dua karyawan nya disana, ini memang sedikit dari bentuk jika ikut urusan dan berhubungan dengan Motheo Samuel


"nona, ini kan sudah pernah kukatakan, kenapa kamu tidak mendengar kan aku?" tanya karyawannya


"katakan?" tanya karyawan satunya


"iya aku pernah kaget ketika teman nona, adalah teman dari bos Sam dan bos Theo"


"ahh kamu pernah tau jadi?"


"iyaa lah, aku sempat bilang, hati hati urusan nya, jadi ini kan di alami?"


"aku sulit pada pilihan itu, Joana itu sahabatku, sahabat terbaik malah, kalian sendiri bagaimana mungkin meninggalkan sahabat kalian? ini aku alami sedikit dari apa dialami Joana" jawab Akeyla


Samuel Motheo pun pergi meninggalkan tempat itu, dan kembali kerumah Joana, mereka mencari apa yang bisa mencari bukti kenapa Joana selama ini di indonesia, sekaligus mencari tau siapa pria yang berjubah hitam, mumgkin saja Joana tau tapi menyembunyikannya dari mereka


sementara Joana, dirumah sendirian, entah kenapa meskipun Joana sendirian dirumah, pergi ke market sendirian, kemana mana sendirian, selama di indonesia, ia merasa aman, tidak ada ketakutan


lalu bagaimana Akeyla?


Akeyla mengatakan semua kepada Fabian, pacarnya, menjelaskan yang terjadi, Fabian memang pacar Akeyla, Fabian pria paling menjaga ketika memiliki pasangan, tapi Fabian mendengar urusannya dengan Samuel dan Motheo ia juga bingung


"gimana? menurutmu? ini aku gimana harus?" ucap Akeyla


"aku gak tau babe, aku bingung kamu urusannya sama Joana dan kaitannya sama bos Sam, aku gak tau harus bantu apa" kata Fabian


Fabian hanya bisa menenangkan pacarnya itu, meminta maaf karna ia tidak bisa membantu apapun, tapi Fabian berjanji akan memberikan uang sementara selama tidak ada pemasukan kepada Akeyla karna masalah ini


"aku akan membantumu, kamu makan, apapun yang butuh, minta aku, aku hanya bisa bantu itu" kata Fabian


"aku tidak ingin merepotkan orang lain"


"aku kan pacarmu? apa aku orang lain bagimu?"


"iya bukan"


"yaudah, udah ini biar aku bantu cari bagaimana harusnya"


"babe, aku katakan kepada Joana? gimana? benar tidak?"


"kamu mau bilang nona?"


"aduh yaudah deh terserah saja"


malamnya, Akeyla menelfon Joana, Joana yang bersama Egar, tidak enak mengangkat telfon didepan Egar, tapi bagaimana mau mengangkat di lain tempat sedang kan Egar sendiri sedang bermanja manjaan kepada Joana dengan merangkul lengan Joana dan menyenderkan kepalanya di pundak Joana


"siapa Moy? kok gak kamu angkat?" tanya Egar


"Key"


"Key? teman mu kuliah dulu kah?"


"iyaa"


"yaudah angkat"


Joana mengangkatnya dan menyapa Akeyla, Akeyla menyapa balik dengan suara yang sedikit berbeda dari biasanya, Joana merasa ada yang tidak beres dengan temannya itu


"halo, Key?" sapa Joana


"Joanaaaa" ucap Akeyla


"Key? kenapa?"


"Joana.. tadi Theo dan Sam menghancurkan mobil truck usaha ku, merusak semua pick up usahaku, lapakku hancur berantakan" kata Akeyla


"apa?"


mendengar itu, Joana berpamitan pergi kepada Egar agar bisa bicara lebih jelas dengan Akeyla, lalu ia pergi ke belakang rumahnya


"bagaimana bisa? apa yang terjadi? jelaskan" kata Joana


Akeyla menjelaskan sejak awal bagaimana kejadiannya dan Akeyla pun menjelaskan semua, disini Joana baru relate dengan ancaman yang kemarin dikatakan Motheo kepadanya yang berkata akan memberikan pelajaran untuknya


"astaga, lalu bagaimana?" tanya Joana


"semua hancur, berantakan, aku gak ada pemasukan Joana, aku sedih" kata Akeyla


"aduh gini deh, aku transfer uang ya buat seminggu kedepan, tunggu aku pulang, kita bicara soal ini" kata Joana


"iya sudah, kapan pulang?"


"lusa"


"aku tunggu kamu"


"iyaa"


sejak tadi Joana pergi, ternyata Egar mengikutinya, Joana kaget karna Egar tiba tiba dibelakangnya


"astaga Poy?" ucap Joana kaget


"kenapa harus kesini? kan disana bisa, aku matikan televisi nya aku tidak akan berisik juga"


"temanku ada masalah, aku ingin lebih fokus"


"memang apa masalahnya?"


"usaha Key dirusak preman disana, dia hanya curhat, jadi aku akan datang nanti melihat kondisinya"


"ahh"


Egar cemburu? Egar curiga?


bukannya keduanya sepakat untuk saling percaya?


yaa, selama soal Joana urusannya dengan orang orang di amerika, karna Egar hanya curiga dan cemburu ketika Joana ada urusan dengan siapapun orang dari amerika


karna Egar tau semua tentang yang dialami Joana di amerika dan hubungannya dengan Motheo dan Samuel, meskipun sedikit yang ia ketahui soal ini


setelah mendapatkan telfon itu, Joana tidak tenang, tapi ia menutupi dari Egar


"ada masalah ya dengan temanmu?" tanya Egar


"iyaa, dia hanya cerita masalah kecil saja" jawab Joana


"ahh, lalu bagaimana?" tanya Egar lagi


"sudah aman, cuma cerita kok" jawab Joana santai


Egar tidak bisa dibohongi, ia tau Joana tidak tenang sejak dapat telfon dari Akeyla kemarin tapi Egar menghargai karna Joana tidak mau menceritakan kepadanya


hari berlalu, dimana ketika di hari terakhir seharusnya Joana diindonesia, dan ini adalah hari tempat dimana Joana dan Rahayu bertemu karna ajakan undangan dari Joana kepada Rahayu untuk makan dirumahnya


"pagi sayang" sapa Joana


"sayang? ada apa nih? ada ada ya? kenapa panggil sayang sepagi ini?" tanya Egar