My Name JOANA

My Name JOANA
24



Joana menarik tangan Feris dan membawa nya ke kantin, memaksa nya untuk makan dan sepanjang sejarah siapapun yang mengenal Feris, tak ada satupun orang entah laki atau perempuan, siapapun, tidak ada yang berani menyentuhnya apalagi menarik tangannya


tapi Feris membiarkan itu dilakukan Joana


sesampainya memesan makanan dua porsi dan makan bersama


"makan ya, jangan telat" kata Joana


"aku tahan kok"


"bukan masalah tahan, tapi nanti sakit, kena lambung"


"iya babe" jawab Feris


dimana ada lelaki yang tidak luluh benar benar luluh jika melihat dan merasakan perlakuan manis seperti dilakukan Joana ini


Feris tidak henti menatap wajah Joana dengan kekaguman, semakin hari semakin ia dibuat cinta setengah mati pada gadis polos yang diniatkan nya akan ia mainkan saja..


tapi disaat bersamaan mata mata dari Elyas memberikan kabar kedekatan memm Joana dengan Feris akhir akhir ini dan hari itu juga Elyas mendatangi tempat kantin dimana Feris dan Joana bersama


setelah sampai ditempat itu, ia benar melihat Joana menyuapi Feris, seketika itu pula Mikail dan Arsan melihat kedua tangan Elyas yang mengepal


"cari tau siapa pria itu" ucap Elyas


"siap bos" jawab keduanya


tak lama dari sisi lain, Nero akan menghampiri Joana bersama Feris tapi Nero malah menghentikan langkahnya ketika tau ia dului oleh Elyas


"hai Joana" sapa Elyas


"ooh kak Elyas, sini kak duduk" sapa Joana


seketika itu Feris menatap tajam kearah Elyas yang tiba tiba datang, Joana pun mengenalkan keduanya disana, Elyas menyapanya dengan ramah tapi tidak dengan Feris yang cemburu


hari berganti, ketika kelas Elyas tidak ada jam, Elyas masuk kelas Joana untuk mengikuti pelajaran di kelas itu


tapi diam diam Elyas duduk tepat dibangku paling belakang dan memerhatikan dosen mengajar, ia sengaja melakukan itu karna ia penasaran siapa pria kemarin bersama Joana, jika ia menunggu Arsan dan Mikail, itu cukup membuatnya kesal menunggu


Elyas mendengar salah satu teman Joana berbisik bisik dengan teman Joana lainnya


"makanya sih pacaran sama Feris, Feris kan siapa yang gak kenal sih, dia juga sering kan dulu waktu dikampus lamanya, nyerang anak sini" kata salah satunya berbisik


"iya, kupikir dia sama Nero saja sudah wah, gimana gitu kan" kata salah satu lainnya


"tapi hebat ya si Joana, bisa dapetin Nero sekarang si Feris ini"


"hebat apa? ngeri iya, lu bayangin pacaran sama singa deh"


"nah, belum lagi kalian masukin tuh daftar yang mendekati Joana akhir akhir ini, siapa inget kan?"


"si Elyas itu, ahh iya"


"waah kupikir beruntung juga pacaran sama Feris bukan sama Elyas, yang ada, bakalan dipenjara terus si Joana"


"lah sama Feris aja udah di penjara jangan bilang kalau sama si Elyas mati semingg mereka pacaran kan?"


seketika, Elyas berdiri dan menggebrak bangku nya


semua kaget termasuk dosen..


"hei kenapa?" tanya dosen


"kalian bertiga bukannya mendengarkan dosen bukan masuk kelas untuk membicarakan Joana dan saya" jawab Elyas


"Elyas" ucap mereka kaget


Joana berdiri menenangkan Elyas, ia mengajak Elyas keluar kelas


"ayo kak, ikut Joana" kata Joana


Elyas mencatat kedua anak itu dan akan memberikan mereka hukuman setelah kelas kelar


"jangan marah gitu" kata Joana


"gak suka aku"


"iya, sudah ya, tunggu sini, bentar lagi jam selesai"


"aku ikut masuk" kata Elyas


"tapi kalau ada kakak, nanti teman temanku tidak konsen"


"yaudah aku tunggu sini"


Elyas menunggu Joana diluar, tak lama selesai, Joana yang akan melaporkan tugasnya kepada salah satu dosen ditemani Joana lagi


"kak" sapa Joana


"sudah?"


"ayo kuantar" kata Elyas


mereka jalan berdua menuju ruang dosen yang akan dituju, tapi malah Feris datang..


"eh Joana tidak masuk?" tanya Feris


"masuk, tadi ditemani sama Elyas" ucap salah satu gadis yang membicarakan Joana tadi


"dimana mereka?"


"dosen meminta Joana mengantarkan berkas di ruang dosen"


"kearah sana, cepat lah sebelum pacarmu di celakai" jawab satunya


Feris berlari mengejar keberadaan Joana dan Elyas


"hei, kamu kenapa bicara gitu?" tanya mereka disana


"biar, sekalian di adu saja, sekalian mereka rasakan bertengkar" jawab salah satunya


dan Feris benar mendapatkan Joana yang baru keluar dari ruangan dosen ditunggui oleh Elyas didepan ruangan guru itu


"babeeee" teriak Feris


"kak Feris?" sapa Joana


"pergi sama aku" kata Feris


"iya, ayo, ayo kak" ajak Joana kepada Elyas


tapi malah Feris mendorong dada Elyas dan menunjuk kearah kedua mata Elyas


"dia pacar aku, jangan sentuh pacarku" ucap Joana


"memang benar kalian pacaran, Joana?" tanya Elyas


"iya kak, kami pacaran" jawab Joana


"ayo" ucap Feris menarik tangan Joana dan pergi


disana Elyas kaget bukan main, Feris berhasil mendapatkan Joana dengan mudah? ahh itu mustahil, ada yang mengganjal dalam hati seorang Elyas


beberapa hari berlalu..


Elyas melihat dua gadis tadi berbicara tentang Joana


seketika Elyas memerintahkan kedua temannya memberikan pelajaran.. dan sekitar 4anak yang memberikan pelajaran pada dua gadis itu dengan membakar beberapa buku tugas penting mereka


lalu Elyas menghampiri mereka


"jangan ada satu orang pun membicarakan apalagi menertawakan Joaan karna mau sudah berapa kali kubilang itu" kata Elyas


"Elyas, aku hanya bercanda, itu candaan" kata mereka


"aku tidak suka ada yang mengajakku bercanda"


Elyas langsung menampar kedua gadis itu lalu menarik lengan mereka dan melemparkannya, yaa, Elyas adalah pria paling kejam dan tidak pernah ragu bersikap kasar kepada wanita


"dengarkan aku, sekali lagi kudengar kau mengatakan sedikit hal buruk tantang Joana, kalian dapat 2x lipat dari ini" bentak Elyas


barulah Elyas melepaskan mereka


tiba saat Joana kembali bersama Ello, ia akan mengantarkan berkas laporan akhir bulanan mereka untuk karya sastra tahunan


Elyas menghampiri Joana


"hai" sapa Joana


"iya, aku boleh temani, sini aku yang bawa tasmu" kata Elyas


mereka pun menuju ruangan Dipo, dosen utama dikampus, Elyas menunggu diluar


ia melihat satu gadis lagi yang terlibat kemaren membicarakan Joana


ia mendekati gadis itu, menarik lengannya dengan keras dan mengancam nya untuk tidak akan perna melakukan kedua kalinya


"iya kak Elyas, aku tidak akan lagi membicarakan apapun, maaf kak" kata nya


"kamu tau dua temanmu? kubakar buku mereka dan semua tasnya"


"iya kak, saya mohon kak, jangan lakukan kepada saya, saya janji tidak menyinggung lagi Joana itu"


dan ia kembali berjalan nenuju tempat dosen tadi


tapi sudah tidak ada Joana disana..


Elyas pun berjalan mencari Joana dan beberapa kali menghubungi Joana tapi tidak aktif