My Name JOANA

My Name JOANA
305



"sampai aku ketemu siapa pria berjubah itu, kedua duanya akan aku bunuh dengan tanganku sendiri" ucap Samuel


Fabian mendengar itu ketar ketir ketakutan, karna memang dilakukan Max ini sangat keterlaluan jika sampai mencium bibir Joana, dan sampai Theo tau, sudah tamatlah Max termasuk tamat lah dirinya ketika keduanya juga tau dalang pemberitahuan Joana dirumah tanpa penjagaan itu adalah Fabian


Fabian mencoba menenangkan Samuel, tidak ada yang curiga sikap Fabian menenangkan Samuel dikira memang bentuk pedulinya kepada Samuel, karna melihat Fabian adalah anak buah kesayangan Samuel


padahal Fabian menenangkan agar Samuel lebih redam emosinya dari masalah ini karna tau dirinya akan terlibat


Samuel mengirim pesan chat kepada Motheo, untuk membahas ini, Fabian tidak tau jika Samuel dan Motheo sudah janjian diluar, Samuel pun naik keatas melihat Joana


Samuel menyapa Joana dan meminta izin akan pergi..


"sayang, aku pergi dulu ya, aku akan ada urusan" kata Samuel


"kemana?"


"ada, udah kamu disini, oh ya, kamu temannya Joana kan, biar kubayar buat kamu temani dia seharian full disini" kata Samuel kepada Akeyla


"gak usah dibayar, santai saja" jawab Akeyla


"oh jangan, biar aku membayarmu, anggap saja bayaran penjaga" kata Samuel


"yaa"


"yaudah alu pergi ya sayang" ucap Samuel mencium kening Joana


Joana tidak tau Samuel pergi menemui Motheo, jika tau ia juga pasti akan melarangnya meminta agar masalah nya tidak diperpanjang


tiba di restoran, ketemuan lah Motheo dengan Samuel, dan tanpa basi basi mereka membahas soal kejadian tadi, mendengar itu Motheo lebih geram, bagaimana tidak, Joana adalah gadis dicintainya sampai kapanpun dan ada yang melecehkan nya? itu sudah antar nyawa kepada Motheo


"tentu itu harus kita cari tau, siapa dua pria berjubah hitam itu" kata Motheo


"apa kamu memiliki musuh dengan Joana? mungkin ada yang tidak suka atas hubunganmu dengan Joana?" tanya Samuel


"tidak ada lah, aku bukan kamu yang banyak wanita kamu pakai, bisa jadi itu diantara wanita kamu" kata Motheo


"tidak mungkin, look mereka pria, aku yakin mereka pria" kata Samuel


"tapi siapa? pasti itu seseorang yang ada urusan sama kita" kata Motheo


"yang ada urusan sama kita dan berhubungan dengan Joana atau bahkan mungkin dia menyukai Joana" jawab Samuel


seketika itu Motheo teringat beberapa hal kejadian yang ia pernah alami, jauh sebelum Joana balik dari amerika saat Joana masih kuliah


dimana kejadian Joana dengan Max kecelakaan, bagaimana Joana meminta Motheo tidak melakukan hal kasar kepada Max atas pertiwa itu, dan bagaimana Joana ketakutan kepada Max


tapi malah Samuel berpikir tentang ini adalah Fabian, ia curiga bahkan itu adalah Fabian, karna kemarin memang Samuel memerhatikan tingkah Fabian sedikit mencurigakan


seperti Samuel tau, dimana Fabian dan Joana cukup dekat bahkan sejak pernikahan Samuel dengan Joana ketika Joana memanggil anak buah lainnya dengan sebutan nama tanpa ragu tapi kepada Fabian masih memanggil sebutan kak


ditambah Samuel tau antara Joana dan Fabian memiliki masalah percintaan yang sama dimana keduanya sama sama di selingkuhi pasangan dibelakang mereka


Samuel bukan orang bodoh yang tidak tau jika Fabian memiliki perasaan tak biasa kepada Joana


akhirnya Samuel dan Motheo berkata barengan tapi menyebutkan nama berbeda


"Max" ucap Motheo


"Bian" ucap Samuel


dimana mereka mengatakannya bersamaan..


"justru aku curiga dia, karna dia memiliki masalah percintaan sama dengan Joana, ingat hubungan Elyas dan Erisa? masalah berkaitan dengan mereka kan?" tanya Samuel


"ahh"


"kamu? menyebutkan Max kan?"


"aku justru curiga kepada dia tentang hal ini, apa kamu masih ingat Joana sangat menakuti Max, bahkan Joana lebih takut kepada Max dibandingkan kita" kata Motheo


"ahh"


keduanya berpikir jika dua pria berjubah hitam itu adalah mereka, karna pembalasan atas cinta tak terbalas, dan juga dendam atas kehadiran Joana


Samuel Motheo tau jika hanya Max Fabian yang selalu menolak, menyalahkan, menyudutkan semua kepada kesalahan Joana


sejak itu, samuel dan Motheo menjaga perketat rumah Joana, ia menegaskan kepada Benjie dan Albern untuk lebih fokus lagi bekerja, tidak ada kata lengah sedetik pun


sementara keduanya mencari keberadaan dan fakta siapa dua pria dibalik jubah hitam yang telah membuat nya geram, sembari mengawasi gerak gerik sekitar Joana dan mengawasi Max Fabian juga


berjalannya waktu, masuk berbulan bulan, tak terasa Ferla sudah ikut Joana, masuk masa liburan, karna Joana sudah bersiap siap akan pergi ke liburan ke indonesia, Ferla juga meminta izin pergi balik kerumahnya


"onty? mau kemana?" tanya Ferla


"aku mau balik ke indonesia"


"loh, memang boleh sama uncle Sam?"


"boleh, aku sering kok bolak balik per enam bulan sekali, soalnya kan nunggu liburannya Egar kuliah"


"emm, oh ya onty, kalau begitu kamu pergi apa yang lain masih jaga rumah?" tanya Ferla


"enggak, aku liburkan semua juga biasanya, karna gak akan ada yang datang juga kalau tau aku balik ke indonesia kan"


"emm berarti aku boleh ya pulang kerumah papaku"


"ya boleh lah, santai aja kamu pulang, aku seminggu kok di indonesia" jawab Joana


Joana memberikan izin untuk Ferla pergi, termasuk kepada Benjie, Albern, Ravansa dan Delvin


seminggu berlalu, semakin dekat dengan hari liburan dimana Joana sudah mempersiapkan akan pergi balik ke indonesia, saat menyiapkan tas baju


Motheo datang, sendirian tanpa anaknya, dan sampai langsung menyapa Benjie dan Albern untuk ditanyai kronologi kejadian dialami Joana tentang pria berjubah hitam itu


Benjie dan Albern pun bersaksi mengatakan apa yang ia tau dari kejadian saat itu, dihari yang sama juga Motheo menanyakan ke beberapa markasnya tentang Max dihari itu dan semua mengatakan Max tanpa terlihat, disini Motheo mulai menyimpulkan beberapa hal tentang benar itu adalah Max


"yasudah, jaga rumah, perketat, tugas kalian meningkat, jangan lengah, atau nyawa kalian untuk taruhannya" kata Motheo


"ya bos" jawab keduanya dengan tegas


Motheo masuk ke rumah bawah, seperti biasa untuk mandi, tapi ia kaget karna ada gadis asing baru keluar dari kamar utama lantai bawah


"bos Theo?" ucap Ferla kaget


Ferla kaget kedatangan bos gangster, ia tau jika Joana menikah dengan gangster tapi ini adalah pertama kalinya Ferla bertatapan langsung dengan Motheo


tapi Motheo yang tidak mengenali siapa Ferla dan urusan apa Ferla disana beruntung Benjie menyusul Motheo masuk karna tau jika Motheo tidak mengenali Ferla dan ia menjelaskan tentang Ferla


"siapa kamu?" tanya Motheo


"bos, ini Ferla, keponakannya Sam" kata Benjie