
"dari depan kok ma, cari angin, tau tau pada rame"
"ini Joana dilamar baru saja, tuh bibi lagi masak buat kita" kata Melanie
"waah dilamar? siapa melamar?"
"itu" kata Melanie menunjuk Egar
Joana mengenalkan lagi Egar kepada Alisia, ia lupa tadi sudah dikenalkan karna antara gugup dan kaget juga
"Aal, kenalin dulu ini Egar" kata Joana
"Joana tadi sudah kan" kata Alisia
"ah apa iya?"
"iyaa tadi"
"waduh tremor" jawab Elva
"haha iya iya" jawab Joana bingung juga
"tapi ke aku juga belum dikenalin loh" kata Elva
"oh iya" kata Joana
tapi Joana belum mengenalkan kepada Feris Elva dan Galen Wita, jadi ia mengenalkan siapa Alisia, dan disana karna memang teman teman dekat Joana, dan terbiasa dengan kebiasaan Joana, mereka cepat bisa dekat dengan Alisia
yap, kebanyakan orang yang dekat dengan Joana baik itu mantan, teman dan sekitarnya yang dekat dengannya, akan terikut arus kebiasaan Joana yang mudah dekat dengan orang asing baru ia kenal
mereka duduk bersama disana, lalu Alisia menyampaikan pesan, sebagai orang yang sembuh dari penyakit mentalnya dan bisa mengerti kembali banyak situasi, ia menyeletuk..
"kak Egar, aku rasa kamu harus menjaga Joana, Joana itu adalah orang yang penting buat setiap orang yang ada dirumah ini" kata Alisia
"lah bener banget itu, kok kamu tau kak kalau Joana itu penting?" sambar Elva
"ya lah, karna menurutku saja dia sangat penting, berperan besar dimana aku menjadi sekarang, kurasa kepada seluruh keluarganya juga kan" kata Alisia
"iya Aal, kamu tenang saja, aku menjaga dia, tanpa kamu minta, aku akan menggantikan paman Amir menjaga dia seperti beliau menjaga Joana dan menggantikan bibi Melinda dan Melanie sebagai orang yang selalu ada untuknya" jawab Egar
hari itu, menjadi hari terbahagia keduanya, karna Joana akhirnya mendapatkan pria yang bisa diajaknya menuju kehidupan lebih serius, dan juga kebahagiaan Egar, setelah penantian panjangnya tapi tidak ada hasil yang menghianati usaha kan?
hari itu berakhir, dimana Wita langsung memberikan kabar kepada grup kelasnya dan grup kedokteran dari hapenya tentang hubungan Joana dan Egar yang sudah berjalan serius
hari berlalu, kesibukan semakin dijalani keduanya, dimana Joana sibuk pekerjaannya di Netra, ia hard work untuk mengumpulkan uang meskipun pernikahan ditanggung Egar seluruhnya tapi Joana tidak mau setelah menikah sangat membebani suaminya nanti
sementara Egar, ia sibuk antara pekerjaannya dan menyiapkan pernikahannya..
saat Egar akan pergi bekerja..
ia sarapan bersama ayah ibunya, dan ia menjelaskan tentang rencana ia dengan Joana
"Egar, pulang sore apa siang?" tanya ibunya
"siang ma, oh ya ma, aku mau bicara sama mama papa juga sekalian, aku kemarin melamar Joana"
"Joana? kapan? kok gak bilang?" tanya ayahnya
"iya pa, ini bilang, aku lupa, mau bilang kalian, sekalian ingat ini, alu bilang"
"kamu jadi beneran sama Joana?" tanya ibunya
"iyaa jadi ma, mama dan papa merestui kami kan?"
"loh ya pasti lah, papa mama tau bagaimana sikap Joana, baiknya Joana, papa restui kalian nak" kata ayahnya
ternyata tidak hanya Egar yang dekat dengan keluarga Joana tapi Joana juga kenal dengan keluarga Egar seluruhnya
memiliki nama lengkap Egar Pradika lahir dari pasangan Meliana (ibu) dan Enggar (ayah) adalah 1 keluarga yang hanya terdiri dari ayah, ibu dan anak, karna ketiga tiganya adalah anak tunggal
Meliana, ibu Egar anak tunggal dikeluarganya
dan Egar sendiri tidak memiliki kakak atau adik sama sekali
jadi benar benar keluarga sepi karna tidak memiliki saudara dan itu keturunan mereka juga, sebenarnya Joana sama, tapi dari Amir, Joana memiliki bibi yaitu Melinda
"terus kapan kamu mau ajak kami kesana?" tanya Enggar
"minggu ini pa, sabtu malam minggu, karna keluarga Joana hari itu berkumpul dirumah Joana semua"
"oh jadi sabtu besok ini kamu mau ajak kami?" tanya Meliana
"iya ma, mama papa ikut, buat lamaran kemarin dan sekarang resmi lamarannya, sekalian penentuan langsung tentang pernikahan"
"okeh" jawab keduanya
Egar pun berangkat bekerja, ia bekerja di RS Netra Utama, rumah sakit yang sama dengan tempat kerja Joana tapi bedanya Joana pada RSJ (Rumah Sakit Jiwa) dan Egar pada RSU (Rumah Sakit Umum) sebagai dokter ahli bedah
setelah anaknya pergi, orang tuanya juga pergi bekerja masing masing, tapi ketika makan siang, karna sudah tidak ada lagi pekerjaan, Meliana memutuskan mendatangi tempat kerja suaminya di sekolahan
"pa" sapa Meliana
"ma, kok gak bilang kesini?"
"papa sibuk ya?"
"gak sih, kan bisa papa jemput kalau mau keluar"
"ya gakpapa, kesini aku mau bilang bagaimana nanti sore nyari baju pa"
"nyari baju?"
"iyaa kita sabtu biar ketemu sama orang tua Joana kan gak malu"
"ya kan masih sabtu, sekalian sama Egar nanti"
"ahh Egar sudah siap semua pa, lagipula Egar stok banyak baju rapi, kita kan kalau selain dinas apa lagi pakai baju rapi"
"astaga ma, baju bajumu banyak loh satu lemari dan bagus semua"
"ahh pa, yang baru, kan ketemu sama calon keluarga, kalau papa gak mau aku pergi deh sendiri"
"astaga, iya udah nanti sore ayo pergi"
"heehee"
mereka belanja dan menyiapkan untuk nanti ketemu keluarga Joana agar tidak malu, karna Joana sendiri saja selalu tidak mau berpakaian biasa saja, tapi selalu rapi meskipun ketemu ayah ibu Egar padahal hanya niat main dan mampir kerumah Egar
malam minggu tiba, Egar siap dari rumahnya kerumah Joana, sesampainya disambut oleh Dimas didepan pintu utama rumahnya
"selamat datang Egar, paman, bibi" sapa Dimas
"terimakasih paman, sudah pada kumpulan?"
"iyaa, ayo masuk" kata Dimas
"iya makasih paman, oh ya paman, ini mama dan papa ku"
"salam kenal paman, bibi, saya Dimas, om nya Joana"
"ahh, salam kenal" sapa Meliana dan Enggar disana
setelah masuk dan bertemu ayah ibu Joana, disana hanya ada keluarga inti yaitu ayah ibu Joana dan ayah ibu Egar, membahas untuk tentang pernikahannya nanti
semua dibahas disana untuk detail acara nanti, karna Egar dan Joana tidak mau berlama lama untuk pernikahan itu, karna mau nunggu apa lagi, toh mereka sudah saling kenal, masing masing juga dekat dengan keluarga pasangan jauh sebelum mereka memutuskan akan menikah ini
disini tak lupa Amir menjelaskan tentang ada 3 orang asing dirumah mereka, yaitu Lestari, Sherla dan Alisia
Melanie dan Amir menjelaskan semua nya tentang ketiga nya agar tidak ada salah paham dan salah persepsi saja kedepannya