My Name JOANA

My Name JOANA
239



"gimana sih, kenapa bohong kamu?" ucap Joana kesal


Samuel tidak mempedulikan Joana mau mengomel, ia tetap lanjutkan tidur dengan memeluk Joana, dan beberapa hari kedepan nya, Samuel masih sama, tidak memberikan izin kepada Joana untuk pergi sedikit saja dari rumah tanpanya


kan bisa pergi sama dia, tapi karna Samuel sibuk dengan kerjaan lewat hapenya jadilah Joana tidak ada izin pergi kemana mana


beberapa hari berlalu dan seiring berjalan nya waktu juga, Joana ketika masih di rumah Samuel karna jatah ia dua minggu dan masih ada semingguan


tiba tiba Joana merasakan jika ia mual, terjadi ketika makan pagi bersama suaminya (Samuel), Joana tiba tiba mual setelah kemasukan makanan suapan pertama


"Bay? kenapa?" tanya Samuel


"tenggorokanku tidak enak" kata Joana


"kamu batuk?"


"tidak deh"


"coba minum"


minum ya enak saja, tapi makan tidak enak, seperti rasanya perut begah, jadi Joana tidak lanjut makan, ia lari ke toilet dan mencoba muntah di wastafel, tapi apa yang mau ia muntahkan? makan saja belum..


Joana menatap wajahnya di cermin dan berpikir dalam hati nya jika mungkin saja ia hamil


"tidaaak" teriak Joana pelan


tapi karna Samuel menguping di pintu toilet itu, jadi ia mendengar suara Joana itu dan langsung mendobrak pintu, Samuel kuatir ada apa apa dengan Joana, ia memaksa membawa Joana kerumah sakit


"kerumah sakit" kata Joana


"kamu ini alasan ya? kamu mau cari Shilly itu?"


"dokter Shilly itu bukan dokter umum, dia tidak ada dirumah sakit umum"


"beneran? yaudah aku antar, ayo aku gendong daripada kelamaan jalan"


"emm tapi nanti jangan bilang suami istri kita"


"apa?"


"adik"


"iya udah ayo"


mereka pergi kerumah sakit langsung, sesampainya dirumah sakit akhirnya Joana diperiksa..


"ini tolong periksa dulu adik saya" kata Samuel


"tapi harus pakai antrian pak" jawab perawat


saat Samuel membuka kacamata dan topi nya, membuat perawat itu kaget, ia bingung jadi memanggil dokter yang lewat sana


dokter itu dokter kandungan tapi akhirnya membantu suster memanggilkan dokter umum untuk memeriksa kondisi yang diakui adik oleh Samuel itu


"pak Sam, adiknya bisa ditinggal selama diperiksa" kata dokter disana


"tidak, aku tidak mau" jawab Samuel


"ahh tapi"


"membantahku?"


"iya boleh" jawab dokter terpaksa


tapi Samuel memaksa untuk ia menunggu didalam, membuat Joana bingung bagaimana ia mencari informed tentang Shilly


tapi ia tidak kehabisan akal, ia menanyakan pada dokter yang memeriksanya dengan berbisik, mulanya Joana menanyakan soal dokter Randy, karna rumah sakit itu adalah rumah sakit tempat Joana mengurus kesehatan, dan salah satu dokter ia kenal ya dokter Randy, dokter yang biasa menangani nya..


"dokter, apa kamu mengenal dokter Randy?" tanya Joana


"dokter Randy? yaa saya kenal, tapi jadwal hari ini, emm seperti nya ada"


"boleh minta tolong hubungi dia, bilang saya dirawat disini"


"bisa, atas nama Joana?"


"iya, oh gini deh dokter, kalau dokter Shilly? apa kamu kenal?"


"dokter Shilly? suami dari pak Jorse?"


"ahh iya, kenal? bisa minta bantuan bilang ke dokter Shilly saja kalau saya mau bertemu malam nanti, disini"


"bisa, lalu siapa lagi?"


"dokter Shilly saja, dokter Randy tidak"


"oke baiklah"


setelah dokter memeriksa dan mengatakan Joana hanya kelelahan dokter pun keluar, Samuel mendekati Joana dan mencium kening Joana..


"cepat sembuh ya Bay" kata Samuel


"iya, makanya kamu jangan forsir aku"


Joana bangun dibantu Samuel dan makan disuapi juga


malamnya, Shilly datang, saat membuka pintu, Samuel melirik arahnya tapi ternyata Samuel lupa itu Shilly..


"emm siapa?" tanya Samuel


"emm, oh ini saya dokter pengganti yang tadi merawat Joana, saya mau periksa" kata Shilly


"oh ya silahkan" kata Samuel


karna Samuel curiga ia akan mengikuti tapi ia mendapatkan telfon, jadi ia mengangkat dan pergi keluar dari kamar itu, merasa aman, Joana mulai mengatakan alasan ia mencari Shilly


"Joana apa yang terjadi?" tanya Shilly


"dokter, panjanh ceritanya, saya sekarang mau minta buat dokter kasih aaya pil KB, dokter Shilly kan juga bidan kan sebenarnya?"


"iya, kamu mau minta pil KB? untuk apa memang?"


"saya.. emm mau bilangnya bagaimana ya" kata Joana


"tunggu, kamu sama Sam? kamu?"


"emn gini gini, jujur ya dokter, tapi jangan katakan siapapun, kalau dokter Jorse tidak apa tapi jangan selain suamimu"


"ada apa nih?"


"aku perk*sa berkali kali oleh Sam dan Theo"


"oh? kenapa bisa?"


"mereka mengancamku dan melakukan itu berkali kali, aku tidak mau hamil"


"sama keduanya?"


"iya"


"astaga biadap ya mereka"


"bantu aku dokter, kamu bisa kan untuk berikan saya obat pil KB, atauobat apa lainnya, intinya agar saya gak hamil aja"


"bisa banget, saya akan kasih kamu, mau yang suntik atau obat?"


"obat saja"


"berapa hari?"


"sebulan gimana? bulan depan biar aku balik nemui dokter"


"bisa, yaudah besok pagi saya antar obatnya tapi gimana kalau ketahuan Sam? aku bilang apa?"


"vitamin deh jawab gitu"


"oh gitu ya? yaudah, eh nomor kamu masih kah?"


"masih, tapi jangan hubungi sebelum saya hubungi, hape saya diawasi sama Sam dan Theo, ini saja ada di Sam"


"oh gitu? yaudah deh, besok deh aku kesini lagi"


tapi tak lama Samuel datang, Shilly langsung pamitan dan tinggallah Joana dan Samuel


malamnya, Joana tidur, Samuel menggenggam tangan Joana disana, karna ranjang tidur rumah sakit kecil, tidak memungkinkan Samuel tidur disamping Joana jadilah tidur di kursi sebelah ranjang tidur itu


hari berlalu, di pagi harinya, empat anak buah Samuel datang, belum memikirkan bagaimana cara untuk Samuel pergi dari ruangan rawatnya agar bebas bertemu Shilly, ditambah empat anak buah Samuel


tapi karna sudah janjian sama Shilly, Joana mencari akal untuk bagaimana bisa Samuel pergi meninggalkan ruangannya sebentar saja, setidaknya Samuelnya, kalau empat anak buah lainnya tak masalah


"kamu sudah tanya belum kapan aku pulang? aku gerah" kata Joana


"memang kemarin, dokter memeriksa mu gak bilang?"


"gak, secepat nya saja bilang"


"kusuruh anak anak" kata Samuel


"yaa kalau suruh, dokter nya malah gak buru buru, kalau kamu kan jadi takut"


"oh, yaudah aku cari ruangan dokter dulu"


"iyaa"


tapi Samuel meminta tiga anak buahnya menunggu Joana disana kecuali Fabian, karna Samuel membawa Fabian mencari dokter


tak lama Shilly datang, membawa obat pil nya, saat tau ada tiga anak buah Samuel, Shilly melirik arah Joana, tapi Shilly aman karna tidak satupun anak buah Samuel mengenalinya


"ada apa dokter?" tanya Ravansa


"saya mau memeriksa pasien"


"oh silahkan"