My Name JOANA

My Name JOANA
288



mengobrol beberapa jam dan berpamitan pulang, Fabian tidak mau menghilangkan kesempatan ia meminta nomor Akeyla


"Key, sudah pas ya bayar minumannya?" tanya Joana


"iya Joana makasih ya, kamu sering kesini, ayo kapan kita ke Cello kabari ya"


"siap, byebye Key"


"emm Key, boleh minta nomor kamu?" tanya Fabian dengan malu malu


Joana membelalak kaget tercampur senang karna usahanya tidak sia sia, niatnya terlaksana


"nomor? oh ada, ini" jawab Akeyla


"makasih ya"


"yaa"


Joana dan yang lain masuk mobil, sampainya dirumah, Ravansa menggodai Fabian tentang Akeyla tadi, dan Joana menjelaskan memang ia berencana mengenalkan mereka berdua untuk pertemanan dan siapa tau bisa berhubungan lebih jauh


"ciyeee yang dapat kenalan cewek ini" jawab Ravansa


"nona, ternyata kasih jodoh buat Bian, iri aku" kata Delvin


"kalian gampang deh, kalau ada temanku single nanti kukenalin juga ya" jawab Joana


"iya nona beneran ya"


"iyaa, oh ya kak Bian, aku titip jaga Akeyla, kalau gak suka, berteman bisa kok, penting jangan kasih harapan palsu ya" kata Joana


"siap nona, tapi rasanya aku suka kali ini" jawab Fabian


"beneran? waah bagus dong" jawab Joana


"makasih ya nona"


"kenapa kamu suka?"


"manis"


"dasar" jawab Ravansa


sampai dirumah lagi, hingga tiba malam, Motheo yang baru datang masuk rumah atas karna ia sudah mandi di rumah bawah, lalu masuk kamar nya dan tidur


"baru datang?" sapa Joana


"emm, sini sayang, aku mengantuk"


"sudah makan belum kamu?"


"sudah, sini lah, peluk aku, aku mau tidur"


"emm"


berjalan mendekati Motheo, Joana menidurkan Motheo dengan memeluknya sambil tidur, tapi Motheo belum juga tidur sementara Joana sudah tertidur sejak tadi


Motheo tau kebiasaan Joana tidur membelakanginya, Motheo juga sudah terbiasa dengan memeluk Joana dari belakang, ketika Motheo sudah membetulkan posisi tidur Joana, Motheo merasa jika ada yang aneh dengan bentuk tubuh Joana


yaaap, Motheo memegang bagian perut Joana dan merasakan jika perut itu sedikit membuncit, padahal ia tau tubuh Joana tidak menambah sedikit saja gemuk, tapi perutnya buncit?


Motheo langsung duduk dan menarik kembali badan Joana agar tidur terlentang lalu membuka baju untuk melihat perut Joana


"Joana, hei" ucapnya membangunkan Joana


"ahh? ada apa?"


"kamu, kamu.. hamil?" tanya Motheo


"kata siapa?"


"aku pegangi perutmu, aku yakin kamu hamil, ya kan?"


"aku pergi ketoilet dulu" kata Joana


Joana berjalan ke toilet, lalu balik lagi kekamar, Motheo duduk di kursi meja rias kamar itu


Joana pun akhirnya mengatakan juga kepada Motheo, jika ia memang hamil


"sayang? kamu?" tanya Motheo


"aku memang hamil" jawab Joana


"kamu hamil? hah? serius?"


"iya, serius"


"besok kita pergi periksa"


"aku sudah pergi periksa sebulan lalu, bersama Sam"


"tidak tau" jawab Joana santai


Motheo berpikir tentang Samuel tidak mengatakan apa karna memang sengaja karna ia akan merebut anak itu, tapi Motheo juga serba salah, ia bahkan juga tidak tau apa itu anaknya atau samuel


"besok kita tetap pergi ke dokter" jawab Motheo


"yaudah terserah kamu saja" jawab Joana


Joana balik lagi tidur dan bangun saat paginya, beres beres rumah, melakukan kegiatan lainnya juga baru siangnya Joana dan Motheo bersiap siap akan pergi ke dokter kandungan


dimana mereka pergi ke tempat Yonna lagi, Joana sudah menjelaskan ia sudah menemui dokter disana, tapi Motheo memaksa memeriksakan lagi


setelah sampai, Motheo meminta ia didulukan pemeriksaan, dan tidak ada yang berani menolak jadilah mereka masuk lago keruangan Yonna


"selamat datang Joana" sapa Yonna


"terimakasih dokter, ini saya mau memeriksakan lagi kandungan"


"oh bisa, kontrol sekalian ya"


"yaa"


Yonna tidak menanyakan kepada sekarang bersama Motheo datangnya karna Yonna memang benar benar tau apa peran yang dijalani Joana dalam kehidupannya


setelah selesai pemeriksaan, hasil juga keluar, baru selesai urusannya, Joana malah meminta izin ke toilet yang tidak jauh dari ruangan kerja Yonna


tapi disini lah kesempatan bagi Motheo untuk mengobrol dan memberikan sebuah tawaran kepada Yonna, saat Yonna akan masuk ruangan kerjanya, Motheo memanggilnya


"tunggu" ucap Motheo


"ya? kenapa pak?" sapa Yonna


"saya bisa bicara soal kehamilan Joana? apa benar kemarin sebelum hari ini sama saya, Joana datang bersama pria lain?"


"yaa, pak Samuel"


"iya? oh okeh"


"kenapa ya pak?" tanya Yonna


barulah Motheo menjelaskan ia akan membayar besar kepada Yonna asalkan Yonna bisa membuat kelahiran bayi yang dikandung Joana adalah anaknya, tidak peduli itu anak Joana dengan Samuel, Motheo tetap meminta agar Yonna memberikan bukti DNA bayi menjadi bayi Motheo


intinya Yonna harus bisa menunjukkan bukti semua tentang kehamilan Joana dan bayi lahir nanti itu adalah anak hasil Joana dengan dirinya bukan Samuel


meskipun nanti anak itu ternyata adalah anak Samuel, Motheo tidak peduli yang penting ia bisa memiliki anak


mendengar tawaran fantastis, Yonna tanpa ragu menerima nya, akhirnya keduanya membuatkan surat perjanjian dengan kilat yang ditanda tangani keduanya atas kerjasama yang ini


"yaa.. saya bisa" jawab Yonna


"naik, kesepakatan, buat surat apa saja permintaanmu dan aku buat surat permintaanku, ketemu lagi besok saya kesini mengurus semuanya" jawab Motheo


"baiklah"


Yonna pun menjadi dalang utama tentang bayi yang akan dilahirkan Joana menjadi anak Motheo, tidak peduli jika itu bukan anak Motheo


setelah sepakat, keduanya menyimpan surat perjanjian kilat itu untuk mereka perbaiki masing masing nanti, Joana datang, dan Motheo pergi


"sudah?" sapa Motheo


"yaa, dokter saya pamit pulang ya, terimakasih" kata Joana


"yaa, sama sama"


Motheo pun merasa aman karna anak dikandung Joana sudah hak miliknya, akan jadi anaknya, yaa.. melihat memang Motheo sangat ingin memiliki anak, sementara Samuel tidak begitu menginginkannya


merasa aman, sampai dirumah Motheo sibuk lagi dengan urusan kerjaannya, Joana membuatkannya juice


"ini minuman" kata Joana


"makasih sayang" kata Motheo mencium pipi Joana


beberapa hari berlalu, seminggu nya baru Samuel datang kerumah Joana, seminggu itu jugalah, Motheo tidak pergi meninggalkan Joana sendirian karna Joana hamil


sore hari, saat Samuel datang, Joana meminta untuk Delvin pergi membelikannya makan malam bersama Motheo dan Samuel karna Joana pas kedatangan ke-malas-an-nya jadi tidak ingin memasak ribet ribet


menunggu Delvin pergi, Joana masuk dan menyapa Motheo duduk di depan televisi, tak lama Samuel juga ikut gabung duduk dengan mereka


"kamu kenapa tidak bilang kepadaku soal Joana?" tanya Motheo kepada Samuel


"wooh? kenapa Joana?" tanya Samuel


"Joana hamil, kamu gak bilang kan?"


"aku gak sempat"