
"ya semua lulus kak, tapi nilai terbaik atas nama Joana dan Tivano"
"oh bener dah, memang gitu kan mereka terbaik"
"iya bener, aku saja heran, bisa nya ada orang seperti Joana, semangat tinggi, aku ini saking saja ingin dapat pekerjaan yang enak jika lulusan kuliahan kan"
"em, terus Joana dimana?"
"terakhir kemarin, minggu lalu sih. dia sudah bekerja di Netra"
"oh Netra"
"iya kan mereka disana semua mengajak Joana gabung bekerja sejak lepas masa kkn, tapi Joana batalin sementara dulu, karna kelulusan, dan sekarang dia ambil lagi"
"emm"
Galen dan Wita mengobrol disana banyak hal, hingga membahas hal pribadi keduanya, tentang masa lalu, kenangan bersama Joana, bagaimana mereka awal kenal dengan Joana
hingga pada sejam kemudian..
ketika Wita akan pergi..
"kak, kalau gitu udah deh ya, makasih kak sudah dengarkan aku cerita" kata Wita
"iya"
Wita berdiri, jalan akan pergi tapi Galen memanggilnya lagi
"Wita"
"ya kak?"
"boleh aku jujur?"
"ada apa kak? kakak ada masalah lagi?"
"bukan, aku mau bilang..."
"bilang?"
"aku suka sama kamu" kata Galen menunduk
seketika itu Wita terdiam, ia hanya menatap kearah Galen dimana Galen malah melihat kearah bawah (menunduk)
"kak, kita sudah lama kenal, kamu dan aku juga sama sama dekat dengan Joana, kita saling kenal loh, serius kakak suka sama aku?"
"aku serius, aku serius suka sama kamu, kita sama sama kenal bahkan dekat dengan Joana, bahkan Joana tau tentang ini" kata Galen
"Joana tau? tentang ini? tentang kakak suka sama aku?"
"iya. tau, aku mengatakan kepadanya"
"kenapa dia tidak bilang kepadaku?"
"ya karna itu, makanya aku percaya sama dia soal itu, karna aku percaya Joana anak yang akan diam dalam segala hal. jangankan kita suruh dia untuk diam, dia tidak diminta juga tidak akan mengatakan apapun, karna dia orang yang keep silent"
"iya juga, aku tau julukan itu sejarah dan ceritanya, karna itu aku yang memberikan"
"oh ya? kamu?"
"emm, karna waktu itu aku memerhatikannya, aku kan sempat jadi mata mata kak Feris"
"oh ya? kapan itu?"
"dulu, masih awal awal mereka pacaran, bahkan sampai Joana dengan kak Elyas, kak Feris masih sering menanyakannya kepadaku"
"lalu sekarang?"
"sekarang? kak Ferisnya saja sudah memiliki pacar" kata Wita
"ooh iya kah? aku tidak tau, siapa? apa aku kenal? apa anak sini?"
"aku tidak tau pastinya juga, tapi aku dengar dari mantanku, kalau kak Feris mendekati muridnya, Elva"
"Elva? wooah sejak kapan? kau tau dari mana?"
"mantanku kak, mantanku bilang seperti itu, kan mantanku dulunya satu kelas sama kak Feris, dekat sama kak Fifi kok, teman kak Feris" jelas Wita
"oh, jadi beneran? pantas, aku ketemu tadi" jawab Galen
"ketemu?"
"iya, ketemu, Feris sama Elva, Elva kan sering kerumah Joana, dekat kan sama keluarga Joana juga"
btw. tidak ada yang tau ya kalau Elva adalah adik Elyas karna ketika Elva masuk kampus pertama kali, Elyas sudah lulus jadi tidak ada yang tau mereka kakak adik
"iya ketemu, berdua kok malah mereka, aku pikirnya kan ya Feris dosen, Elva murid, mungkin ada keperluan"
"iyaa sih"
padahal sebelum nya Galen sudah tau dari Egar, tapi karna ia tidak enak pada Egar jika mengatakan kepada Wita, meskipun Wita tau bukan darinya, tapi ia berpura pura saja baru tau dari Wita
mereka diam, dan bercerita masih sambil berdiri, seketika Galen teringat...
"lah malah pembahasan kemana mana ini, gimana terus sama pernyataan ku tadi" kata Galen
"emm kak, serius kah kamu ini? aku tidak lagi mau cari pacar buat tambah koleksi mantan, aku mau cari pacar yang bisa diajak serius"
"aku serius, aku serius, dua kali udah aku jawab, tadi berapa kali, ayo kita jalani hubungan ini bersama sama lagi, aku akan mrngumpulkan uang ku buat melamarmu"
"kak, kenapa kamu mendadak? ini terlalu cepat"
"apa cepat? kita kenal lama? dekat sudah juga sejak lama, apa lagi yang terlalu cepat?" tanya Galen
"kak, tapi aku takut hubunganku gagal lagi, jujur saja, aku sudah lulus kuliah, aku fokus cari uang, dan membantu keluargaku, tapi aku mau cari yang serius"
"Wita, aku serius astaga, aku berjanji temui keluargamu untuk kita tunangan, tapi kasih aku waktu buat mengumpulkan uang untuk melamar mu ya, selama itu juga kita kan bisa pacaran"
"iya kak aku mau" jawab Wita
"serius mau?"
"eh malah nanya, tadi aku terus yang nanya serius apa gak, sekarang kamu"
"loh, beneran gak? aku memastikan, nanti prank lagi"
"haha prank, bisa saja kamu bahasa prank"
"lagi musim kan haha"
mereka akhirnya resmi menjadi pasangan sejak hari itu, waah dan itu atas Joana juga, karna Galen dan Wita kan sama sama kenal Joana, coba diantara mereka tidak kenal, ya bisa jadi tidak saling suka sampai pada titik ini kan?
mereka memutuskan berpacaran tapi entah kapan memberitahu kepada Joana soal ini, karna melihat Joana dan keduanya sama sama memiliki kesibukan masing masing kan
tapi ketika sekitar sudah masuk sebulan hubungan keduanya, Galen mulai membuka perlahan hubungannya, ia menceritakan mulai dari Egar ia beri kabar
ketika waktu mengumpul bersama di cafe langganan setiap malam selasa, teman nongkrong saja tapi termasuk Egar, makanya paling dekat sama Egar, Galen nya
"bos, ada kabar nih" kata salah satu teman nongkrong
"apa tuh?" tanya Egar
"sahabat lo tuh, dapat aja cewek baru, mana cantik, seksi pula, bisa bisaan" kata temannya lainnya
"apaan dah, diem lu" jawab Galen
"yeeh, ngaku deh bos, keren pacar lu bos" jawab yang lain
"hust jangan macam macam kalian"
"oh bos tenang, gue bukan tipe perebut, gue bangga aja"
"ehh tunggu tunggu beneran?" tanya Egar
"emm" jawab Galen
"saipa? anak mana? gue kenal?"
"kenal banget, dia sahabat dari cewek yang lo suka" kata Galen
"cewek gue suka? tunggu deh. Joana kan? lo maksudnya?"
"lah ya, kamu pikir? apa jangan jangan ada cewek lain lagi kali kamu ya?"
"enggak, enggak, aku memastikan bos, bener Joana? terus pacar lo? emm Vera kan ma Wildan, gak mungkin Ello, Nanda juga gak kira kan, emm Wita? ya kan Wita? Wita cewek paling seksi dari semua teman Joana" kata Egar
"ya bos, dia"
"wooah serius?"
"emm"
"Joana tau?"
"belum"
"kapan kasih tau?"
"gak tau, tunggu Wita aja, aku sibuk banget kerjaan"