My Name JOANA

My Name JOANA
321



"bantu aku kak" kata Elva pada Joana


"apa? aku bantu apa? aku gak ngerti masalah kehamilan" kata Joana


"bukan itu, bantu aku bicara sama Feris"


"gak ada, ini urusan kalian kenapa Joana yang bilangkan ke Feris, kamu lah" kata Egar


"Poy?" ucap Joana


"udah, berhenti kamu, kalau lain lain aku nuruti, sekarang kamu harus nuruti aku, dengerin aku, aku suamimu" kata Egar


"ya bicara baik baik lah, nadanya" jawab Joana


"yaa okeh aku baik baik"


Egar menolak untuk Joana membantu Elva mengatakan pada Feris karna mengingat Joana dulu adalah mantan Egar, bukan soal cemburu tapi kurang pantas saja jika Joana yang bicara


kalau Joana bilang pada Elyas mungkin bisa jadi, meskipun hubungan nya sama Joana dengan Elyas dan Joana dengan Feris, tapi setidaknya hubungan antara Elyas Elva karna adik kakak


"lagi pula, Joana besok balik" kata Egar


"balik? besok?" tanya Elva kepada Joana


"iya Elva, aku besok jadwal balik, ini saja sudah telat seminggu kan, harusnya dua minggu" jelas Joana


"kaaak, lalu aku gimana?" tanya Elva kepada Joana


"kalian yang melakukan ya bicarakan berdua, aku yakin Feris menerima, kalau tidak, berarti belum siap, atau kalau memang Feris tidak mengakui, putuskan dia, cari pria yang mau bertanggung jawab" kata Egar


"kok sejauh itu sih Poy?" tanya Joana


"lah memang harus sejauh itu pikiran kita Moy, sekarang hamil, dipikirkan Elva harusnya apa? masih pacaran? ya nikah lah, disini bukan di amerika, yang seenak nya pacaran tanpa nikah tapi memiliki anak" jawab Egar


"maafin aku Elva, kalau itu memang Egar benar, aku tidak bisa bantu, lebih tepatnya aku tidak pantas saja memang kan" jelas Joana


"yaudah bantu aku, bagaimana caranya aku bicara, dimana ketemu, kata apa aku katakan pertama ketemu, dan lainnya" jawab Elva


yaa karna tidak bisa membantu selain mengarahkan, jadilah mengarahkannya saja, memberitahu bagaimana pengungkapannya dan lain lainnya


"paham? kalau iya sudah, kamu disini dulu, tenangi pikiran kamu" kata Joana


"iya tidur lah, disini ada Joana, aku pergi kerja, gakpapa aku tinggal ya Elva" kata Egar


"ya kak, kak makasih ya sudah menerima aku, mendengarkan aku, maafkan aku" kata Elva pada Egar


"sudahlah, kamu anggap aku kakakmu jelas kau adikku, untuk itu aku keras dan tegas seperti tadi karna aku sakit hati adikku di sakiti" kata Egar


Egar pergi kerja, waktu sudah mepet sekali jadi harus buru buru, tapi masih nutut perjalanan kok, sementara Joana Elva berdua dirumah itu


mengobrol, membahas banyak hal termasuk soal apa saja dilakukan hingga hamidun, dan lainnya dibahas, hingga Elva istirahat siangnya..


sudah Jodoh, dipertemukannya hari itu juga Elva kepada Feris karna tepat di hari yang sama hanya beda waktunya, Feris datang kembali kerumah Egar Joana, karna akan menanyakan kabar Elva


saat Elva didepan televisi, Joana sedang mandi, karna tau Joana tidak mungkin bukakan pintu, ia membukakannya tapi tetap meminta izin kepada Joana karna kan rumah Joana


"kak" teriak Elva dari luar kamar Joana


"yaa?" jawab Joana


"ada tamu itu, aku bukain ya?"


"oh iya deh, aku baru selesai, aku akan cepat ganti baju kok"


"okeh"


Elva melihat siapa datang dan ketika membukakan itu Feris, ia kaget seketika menutup pintunya lagi


"Elva? Elva.. buka? kenapa ditutup, Elva?" teriak Feris


"tau dari siapa aku disini?" tanya Elva


"bukain dulu lah" kata Feris


"kamu kemana saja?" tanya Feris


"tau dari mana aku disini?" tanya balik Elva mengulangi ucapannya tadi


"aku tidak tau kamu disini, aku kuatir, berapa hari ini kamu tidak terlihat, ada apa? kemana? kenapa?" tanya Feris


"aku.."


Joana datang, kaget karna ternyata ada Feris, Joana pikir Feris datang atas permintaan Elva..


"loh kak Feris? dikabari Elva ya kalau Elva disini?" tanya Joana


"bukan kak" jawab Elva


"enggak Joana, aku datang mencari dia" jawab Feris


"gimana ini? ayo masuk dulu, bicara didalam" jawab Joana


Joana mengajak keduanya masuk dan duduk,


diruang tamu nya itu mereka mengobrol


"aku kemarin kesini sempat tapi aku lihat kamu sama Egar dan mertua jadi gak enak aku jadi pulang, ini balik lagi" jawab Feris


"Elva baru disini tadi pagi, dia datang kerumah sih" kata Joana


"terus kemana saja kamu? kamu belum jawab aku" ucap Feris kepada Elva


Elva melirik arah Joana, Joana pikir ini waktu tepat mengatakannya, jadi katakan saja sebaiknya sekarang tanpa menunggu waktu dan mencari celah lagi kan


Joana memberikan kode kepada Elva, Elva paham maksud dari Joana


"aku masuk dulu, kurasa kalian butuh waktu bicara berdua, Elva.. katakan saja semua ya, bebas deh anggap ini rumahmu, kan ini rumah orang yang sudah kamu anggap kakakmu" kata Joana


"ya kak makasih kak, maafkan aku selalu merepotkan" kata Elva


"tidak ada direpotkan kok, udah santai" jawab Joana


"ada apa sih?" tanya Feris melirik keduanya


Joana pergi, ia masuk kamar, dan tidak mau ikut urusan obrolan keduanya, sementara Elva, mengatakannya saja hari itu juga


jadi lah Elva mulai menjelaskan tentangnya yang hamil..


"maafkan aku, aku tidak tau kapan aku mau bicara ini" kata Elva


"kenapa? ada masalah? kenapa lari ke Joana? harusnya ke aku dulu kan?" tanya Feris


"ke kak Joana dulu karna dia yang mengerti aku, dia pengganti kakak ku dan keluargaku" kata Elva


"ya sudah okeh, lalu kenapa? coba bilang"


"aku hamil" jawab Elva menunduk


"hamil?" tanya Feris kaget


"iya hamil, aku tidak tau mau mengatakan kepada siapa, kepada kak Elyas sudah pasti kepalaku di tebas"


Feris menyentuh kepalanya dengan kedua tangannya, ia bingung kenapa bisa Elva hamil, Feris tidak menolak itu hasil bersamanya karna Feris percaya itu memang anaknya, ia bahkan tau Elva pertama kali melakukan hubungan badan ya hanya dengannya


mendengar itu, jelas Feris tidak siap, bukan berarti ia menolak mengakui siapa bapak dari anak dikandung Elva, tapi soal waktu


"aku tau kamu tidak akan mengakui nya kan?" ucap Elva


"apa bicaramu kok gitu? aku mengakuinya"


"terus kenapa diam? kenapa pegang kepala? kenapa, malu? bingung ya mau gimana? itu kamu, apalagi aku" kata Elva


"aku gak gitu"


"gak gitu? buktinya diam, kamu saja bingung, aku yang hamil, kamu mengerti gak aku masih kuliah, bagaimana kata orang? kata teman teman? kamu gak ngerti soal itu" kata Elva