My Name JOANA

My Name JOANA
41



lalu menunjuk kearah supir itu dan membawanya keluar lalu memukuli supir disana


seketika itu, Joana langsung berlari menahan Elyas dan membantu supir itu


"kak, udah kak, dengar aku gak?" ucap Joana


"dia bikin kita oleng" ucap Elyas


"pak sungguh saya tidak sengaja"


"aarrgh" bentak Elyas hampir memukulnya tapi ditahan oleh Joana


Joana menyuruh mobil itu pergi saja dan membawa Elyas juga pergi, sesampainya dirumah Elyas..


"ayo masuk" kata Elyas


"iya kak"


Elyas membuatkan minuman dan duduk santai diruang tamu rumah Elyas itu, mereka mengobrol banyak hal, sampai akhirnya Joana selesai minum dan mencuci gelas nya didapur tapi Elyas menahannya


Elyas langsung melepaskannya lagi dan tidak mau melakukan apapun


"kak, jangan kasar kaya tadi lah, kamu tau supir tadi itu usia ayah aku" kata Joana


"kamu tapi tau kan tadi bagaimana dia mengerem?"


"iya kak tau, tapi jangan kasar, aku juga lihat di kampus kamu kasar, sama dirumah juga gak perhatian sama Elva" kata Joana


Elyas menahan kedua lengan Joana dengan tangannya dan menatap Joana disana


"aku berhenti, jika aku miliki kamu" ucap Elyas singkat lalu melepaskan tangannya dari lengan Joana


Joana melanjutkan menata gelas yang sudah ia bersihkan dan menata nya kembali ke tempatnya, ia tau tempat tempatnya karna sebelumnya ia pernah memakai dapur itu


saat selesai dan akan kembali ke ruang tamu, Joana malah menjawab..


"aou bisa, asalkan kamu benar benar janji padaku, knu berubah, bukan lagi pria yang kasar, atau si singa nya kampus" jawab Joana


mendengar itu seketika Elyas kaget dan menarik lalu menahan Joana


"kamu bilang apa? jadi kamu?" ucap Elyas


"iya apa lupa tadi bahas apa, tapi aku serius sama ucapan ku itu"


"jadi kamu mau menerima aku jadi pacarmu?"


"iya itu tadi syaratnya, asalkan bisa berubah dan gak kasar lagi" kata Joana


"sumpah aku bisa" kata Elyas


"bener?"


"sumpaah, kan sudah bilang, jadi sekarang beneran mau? kita pacaran mau?"


"emm" jawab Joana sambil mengangguk


"serius? aah makasih" ucap Elyas spontan memeluk Joana disana dengan sangat senangnya


yaa.. Joana menerima Elyas, bukan atas keterpaksaan seperti sebelumnya, dimana hubungannya dengan Feris yang dimulai atas persyarata dan ketentuan


kali ini ia menerima karna ia mengingat ucapan Elva yang meminta nya membantu perubahan sikap Elyas


mengapa Joana menerima membantu dengan cara berpacaran? yaa karna ia mampu nya melalui sebuah hubungan kedekatan, mulai dari Nero hingga Feris yamg sekarang sudah berubah sejak kenal dengan Joana


setelah selesai didapur dan duduk di ruang tamu, Elyas menatap terus wajah Joana tanpa lepas, ia tersenyum sambil menggenggam tangan Joana


"kak, bentar, lepas tangan dulu bentar" ucap Joana


"gak"


"kaaak"


"enggaaaak"


"hem"


akhirnya Joana mengambil hapenya di tas hanya dengan tangan kiri karna tangan kanan nya di genggam Elyas dan tidak mau melepaskannya


"ngapain ambil hape sayang?" tanya Elyas


"aku mau kabari Elva"


"kabari? kamu mau bilang kita udah pacaran?"


"enggak, aku mau bilang kalau aku dirumahnya, kalau bilang hubungan pacaran kita ya kakak saja"


"emm iya"


Joana mengirim pesan chat kepada Elva dan Elva tak lama beneran datang..


"kak" sapa Elva


"hai Elvaa, kamu kok sore sekali?" tanya Joana


"aku memang biasa pulang lama, kerumah rumah temen dulu"


"em sana bersih kan badan dulu Elva"


"iya kak"


"apa?"


"abang dan kak Joana pacaran"


"ahh serius?"


"iyaa, serius, baru saja pacarannya, ada satu jam"


"waaah selamat kakak" ucap Elva memeluk Joana lagi


"iya, makasih ya Elva sudah merestui hubungan kakak sama kak Elyas"


"pasti lah kak" jawab Elva


Elva pergi mandi, lalu mengobrol dengan Joana hingga menyiapkan makan malam bersama disana, hingga masak pun Elyas tidak menjauh sedikit saja dari Joana


malam nya setelah makan, Elyas antarkan pulang Joana dan bertemu Amir


"pa" sapa Joana


"papa nunggu kamu nak" jawab Amir


"om, maafkan saya ya, saya tadi ajak Joana ikut makan dirumah saya, sama adik saya" kata Elyas


"iya gak apa, yang penting belum jam 9 kan"


"iya om"


"yaudah papa tenang jadinya, papa masuk dulu"


"iya pa"


setelah itu baru Elyas pamitan pulang


hari berlalu, ketika dikampus, Elyas seharian menemani Joana, kegiatan Joana mulai dari


kelas pagi,


siangnya mengurus beberapa jadwal kegiatan,


ke kantin makan siang,


lanjut kelas siang,


lalu ke perpustakaan hingga sore,


sore pulang


"kamu gak ada kelas seharian ini kak?" tanya Joana


"gak ada, free"


"oh yaudah, kupikir ada kelas tapi ditinggal gara gara temenin aku, aku gak suka kak"


"iya sayang, aku serius" kata Elyas


seketika Puri yang ada disekitar sana karna memang Puri menyempatkan waktu senggangnya ketika dikampus untuk memata matai Joana


ia kaget, ketika seorang singa kampus seperti Elyas memanggil Joana sebutan sayang


"mereka resmi jadian?" gerutu Puri dalam hati


hari hari berikutnya ketika ada jadwal untuk radio kampus, Joana mendapatkan pesan masuk dari Dori dan karna Joana sedang ada dikelas sama Elyas pastilah ia harus berpamitan


"emm kak, kalau aku ikut jadi mc di radio kampus, boleh tidak?" tanya Joana


"boleh"


"beneran? aku sama kak Egar, kak"


"iya, soal boleh ya boleh, aku bukan Feris yang melarang mu, tapi aku ikut kemana mana"


"kamu mau ikut siaran?"


"iya tapi gak ikut bicara, aku janji hanya menemani saja, gak berisik"


"okeh deh"


yaa, berbeda memang ketika sama Feris dan sama Elyas, karna jika dengan Feris, tidak diijinkan kecuali projek bareng dia


tapi dengan Elyas, di kasih saja asalkan ia ikut kemana mana, karna memang sejak pacaran seminggu berjalan itu, selama seminggu juga Elyas memang masuk kelas tidak pernah absen lagi, ia rajin masuk jika ada kelas


tapi ketika tidak ada kelas, waktunya 1x24 jam setiap harinya harus bersama Joana jadilah ia mengintili Joana kemana mana jika ia tidak ada kelas


Joana pergi keruangan radio nya, disana sudah ada Dori dan Egar, saat Joana masuk membawa Elyas, Dori membisikkannya


"kamu mau bawa dia?" tanya Dori


"Joana, bagaimana dia nanti membuat rusuh" kata Egar juga


"ehehm hem" ucap Elyas


"emm kak Egar, pak Dori, saya jamin dia tidak akan membuat rusuh, saya jamin, dia sudah janji kok" Kata Joana


"ya sama aja dia lebih parah dari pacarmu kemarin kan, nanti pasti bikin ribut dia" jawab Egar


"iya, aku jaminan nya kak, aku beneran, lagian kemarin kan bukan dia, tapi kak Feris"