
setelah tiga orang teman masuk jenjang pernikahan mengundang Egar setelah peenikahan Ello dan Puri, beberapa teman juga mengundang mulai dari Bono, Roni dan Niane hingga sekarang adalah Menik
pernikahan Niane dan Menik hanya selisih dua minggu.
setelah pulang kerumah ibunya, Egar memberikan undangan pernikahan Menik untuknya itu kepada ayah ibunya lalu Egar langsung masuk kamar, mandi, lau duduk bersama orang tuanya disana
"Menik menikah?" tanya Meliana
"iya" jawab Egar
"ya terus kalau diundang masak gak dateng?" tanya Enggar
"terus menurut kalian, Egar gimana?" tanya Egar
"terserah kamu sih kalau mama" jawab Meliana
"kok terserah ma, Egar nanya juga" jawab Egar
"iya terserah kamu Egar, mau datang boleh, gak datang ya boleh, kan kamu yang diundang, kamu yang tau situasi"
"aku akan datang saja, menunjukkan aku sudah benar tidak sakit hati ia menikah" kata Egar
"yasudah" jawab Enggar
"gak perlu kasih tau Joana" kata Meliana
"loh kenapa ma?" tanya Egar
"ahh gimana kamu ini, apa hubungannya dengan Joana sih? kalau datang, udah gak usah deh bilang bilang Joana" kata Meliana
"kan yang menikah bukan teman Joana, Egar" jawab Enggar
"oh ya juga" jawab Egar
Egar tidak memberitahu Joana soal ini, karna Enggar benar jika tidak ada kaitannya peenikahan Menik dengan Joana
hari penikahan Menik tiba, Egar dengan yakin untuk datang tanpa sedikit ragu, ia masuk, menyapa kedua mempelai dan memberikan selamat
"selamat atas pernikahan ini" kata Egar
"makasih Egar, sudah datang" kata Menik
"pasti, aku langsung pergi, aku ada urusan lain"
"ahh apa kamu tidak makan dulu atau gimana kalau foto?"
"sebelum kesini aku pergi makan dengan keluarga istriku, dan aku terburu jadi foto lain kali"
"ahh"
Egar pamitan dan pergi, ia tidak mau berfoto dengan pengantin karna tidak mau memperpanjang waktunya disana, ia juga tak mau makan karna sebelumnya ia datang, ia memang memutuskan membeli makanan diluar untuk makan bersama keluarga Joana
waktu berlalu, ketika esoknya Egar menelfon Joana dan itu berjalan selama tiga kali, setiap malam sebelum tidur selalu telfon selama tiga hari berturut
setelah beberapa hari kemudian lagi, Hanafi alias Pipi memberikan undangan pernikahannya dan seperti biasa, Joana dan Egar bertelfon video calling di hari pernikahan agar Joana bisa memberikan ucapan selamat
tapi di hari yang dilewati berikutnya, pernikahan Melki, sang dokter cantik dan dokter muda di RSNU, tempat yang sama dengan Egar bekerja
ketika itu, Egar baru datang, saat sampai dilantai ruangan kerjanya, baru keluar lift..
"pak dokter" sapa staff
"ya?"
"ini pak, ada undangan dari dokter Melki"
"oh, terimakasih" jawab Egar
Egar karna sibuk jadi hanya menerima saja undangan itu tapi tidak melihatnya, ia letakkan di meja kerjanya dan langsung pergi lagi untuk jadwal operasi pasien
saat di lift, pas sekali berpapasan dengan Melki dan beberapa suster yang akan ikut jadwa operasi pasien bersama Egar
"eh pak dokter Egar, saya tadi titipkan undangan pernikahan" kata Melki
"yaa" jawab Egar
"datang bisa ya?"
"kalau tidak ada jadwal"
"oh"
"sama istrinya juga boleh, saya mau berkenalan"
"tidak perlu berkenalan, cukup tau saja saya sudah beristri" jawab Egar
pintu lift terbuka dan Egar langsung pergi begitu saja, staff lain mengikutinya dan mereka semua tau memang Egar adalah dokter super beku, jadi tidak heran jika Egar menjawab sedingin itu pernyataan Melki, apalagi Melki dan keluarga Egar pernah cekcok sedikit masalah
hari pernikahan tiba, dimana Egar juga tidak perlu memberitahu kepada Joana karna ini bukan terkait pertemanan dengan Joana
ia datang kepernikahan Melki tapi ia melakukan hal sama dengan saat datang ke pernikahan Menik, datang, menyapa, memberi selamat, berpamitan, tanpa makan dan tak berlama lama
"dokter Egar, kamu langsung pergi?" tanya Melki
"iya, pekerjaan ku banyak, sudah bagus saya datang" kata Egar
"sayang, apa sih, gitu sekali loh dia ini" kata suami Melki
"bener kan?" tanya Egar pada Melki
"sudah sayang, bener dokter Egar, ayo lanjutkan acara"
Egar langsung pergi begitu saja, dalam hati Melki tetap berterimakasih karna sudah mau datang
hingga beberapa minggu berikutnya dimana pernikahan dua teman sekolah Joana yaitu Raffa dengan pasangannya dan juga Tiara dengan pasangannya
sebenarnya itu bukan teman Egar karna Egar dan Joana dekat baru mulai saat kuliah, tapi karna Egar menghargai teman dari sang istri, ia tetap datang mewakili sang istri yang tak bisa hadir di pernikahan dua teman sekolah Joana ini
hingga tiba di pernikahan Rossa, disini, Egar jauh lebih bisa berinteraksi, tidak begitu lama juga tapi setidaknya Egar mau makan diacara pernikahan Rossa karna disana ada beberapa teman dokternya
"dokter makasih ya sudah datang" kata Rossa
"iya, sungguh terhormat atas kedatanganmu" kata suaminya
"iya, saya berikan selamat atas pernikahan kalian" kata Egar
"terimakasih dokter"
"saya permisi langsung pergi ya"
"iya dokter"
Egar lanjut pulang..
pekerjaan kembali lagi pada kesibukannya, sebagai seorang dokter, ia dituntut selalu ada untuk pengawasan kesehatan pasien
hari berjalan, dimana ada waktu ketika ia tidak lagi sibuk, pekerjaan apa lagi ia mau lakukan karna semua sudah selesai
ia kepikiran setelah makan siang, ia langsung absen pulang, tapi tidak pulang kerumah tapi ke RS Netra, ia ingin sekali melihat situasi dirumah sakit dulu tempat kerja Joana
setelah pulang, lalu sampai, dirumah sakit itu, ia pun masuk, banyak yang mengenal, karna kan RSNU (Rumah Sakit Netra Utama) dengan RSJN (Rumah Sakit Jiwa Netra) adalah sama sama dari pihak Netra
"dokter Egar ya?" sapa Septi
"iya, saya Egar, emm kamu? Septi bukan?"
"haha ingat pak, iya saya Septi, yang biasa sama Joana menunggu jemputan"
"ahh iya saya ingat"
mereka mengobrol banyak hal disana, Septi tidak ada pekerjaan ya jadi membantu menemani Egar yang ingin keliling lihat lihat rumah sakit
saat diruangan kerja lama Joana..
"nah ini pak, ruangan Joana dulu"
"oh ini? waah, boleh kah masuk?"
"boleh, tapi ini ruangan dokter Wita"
"oh Wita? disini?"
"iya"
setelah masuk, benar saja disambut Wita, Wita mempersilahkan duduk keduanya dan mereka mengobrol banyak hal disana, seperti yang sudah lalu terjadi bagaimana Wita bisa menjadi dokter pengganti untuk Joana, semua atas nama Joana, atas kebaikan Joana
mereka kembali keliling disini, dirumah sakit itu, semua pada heboh, para staff Netra disana heboh kedatangan Egar, Egar sudah banyak dikenal, sebagai dokter beku tapi ia juga dikenal sebagai dokter paling tampan, kulit bersih putih, wangi