My Name JOANA

My Name JOANA
213



dimana akhirnya mereka berdua (bos mereka) sudah mendapatkan apa yang mereka mau tapi kenapa kasih mempertahankan Joana?


"apa lagi yang mau di kejar sama bos Sam? bukannya ia sudah dapatkan itu?" ucap Nico


"bos Theo juga? bukannya dia bisa meninggalkan Joana karna ia sudah berhasil menidurinya" kata Delvin


"apa artinya itu memang karna mereka cinta?" tanya Max


"kurasa iya Max" jawab Fabian


mereka sama sama diam, tapi langsung Bams mengangkat bicaranya tentang kecurigaannya kepada Joana hari ini


"apa yang mereka lakukan sekarang dikamar itu?" ucap Bams


"ooh iya, apa kita perlu menguping pembicaraan dalam kamar itu?" tanya Nico


"iya itu perlu, aku penasaran" kata Delvin


"apa di otakmu?" tanya Bams


"sudah lah, kita sama, kamu malah lebih parah, aku tau kamu, kamu yang membuka pembicaraan ini bukan?" ucap Delvin


"memang apa diotakmu?" tanya Nico


"trees*me?" ucap Bams


"aaah" ucap Nico dan Delvin


seperti yang sudah dikenal, Bams adalah anak buah buah Motheo yang paling kotor dalam berpikir diantara anak buah Motheo lainnya bahkan dibandingkan dengan anak buah Samuel pun, Nico terkenal sama dengan Bams yaitu piktor tapi masih kalah dengan Bams


akhirnya mereka pergi untuk mendengarkan apa yang terjadi dalam kamar itu


lalu apa yang terjadi di antara Motheo dengan Samuel didalam kamar itu?


Joana sibuk dengan bukunya, saat melihat satu lagi manusia membuatnya kesal...


ia pun menutup bukunya dan menaruhnya lagi lalu naik keatas kasurnya


Samuel dan Motheo duduk berdua disofa kamar itu dan memerhatikan Joana disana yang lagi tidur..


"apa saja kegiatan dia seharian?" tanya Motheo


"ahh, bosan aku lihatnya, dia hanya membaca buku buku ini, bukan komik. bukan novel, buku kuliah, buku pelajaran" kata Samuel menggerutu


"hemm, aku pikir gimana kalau kita bebas kan dia?" tanya Motheo


"kau mau melepaskannya? setelah apa yang kita perjuangkan Theo?" tanya Samuel


"tidaaak, gak gitu, aku bilang bagaimana kalau kita membebaskan dia dalam sehari ini? aku sudah ada rencana mengajaknya jalan, biarkan dia bebas diluar mau jajan, makan, shopping apa saja dia mau, tapi tetap dalam pengawasanku" kata Motheo


"ide bagus, besok? atau lusa? biar aku bisa atur waktu"


"besok, lusa aku ada acara" kata Motheo


melihat kembali kearah Joana, keduanya ternyata memiliki pemikiran yang sama tentang siapa yang harus bertahan dan siapa yang mengalah untuk Joana


"aku mau bilang bagaimana kalau kita menentukan siapa akan memiliki Joana dan siapa yang mengalah?" tanya Samuel


"apa pilihannya?"


"aku berikan apa saja kamu minta, terserah, kamu suruh aku cari siapapun mau kucarikan, tapi berikan Joana untukku" kata Samuel


"Sam, kalau itu, aku lebih bisa dari kamu, berapa banyak kekayaan ku yang kamu mau? ambil saja tapi biarkan Joana menjadi milikku" kata Motheo


"kita terlalu sama sama keras, bagaimana kalau kita sama sama melupakan persaingan ini? kita cari kehidupan baru dan bebaskan Joana?" ucap Samuel


"Sam.. Sam.. aku tau otak mu, aku tau siapa kamu, jangan bermain licik denganku, aku tau kamu lebih pintar tapi aku lebih kuat" kata Motheo


"yaa aku tau kamu lebih kuat, aku kan menawarkan saja, sebuah penawaran tidak ada yang salah bukan?" tanya Samuel


"tidak salah, tapi aku tau kamu menawarkan itu agar aku melupakan Joana dan kamu mendapatkan dia"


"ahh ayolah Theo. jangan berpikir alu serendah itu"


"ya memang nyata kamu serendah itu, sudah lah, aku paham siapa kamu" kata Motheo


keduanya diam, mereka ,saling lirik dan mereka mendekati Joana lalu mengintip wajah Joana lagi tidur, mereka berpikir jika Joana bermimpi


"woooh, kenapa malah menatapku?" teriak Joana


"Joana, kamu sadar tidak sih?" tanya Motheo


"aku menutup mataku tapi aku tau kalian mendekatiku, tapi aku mau tidur, tolong biarkan aku tidur" kata Joana


"Joana. kamu benar benar bisa melihat dengan menutup mata?" tanya Samuel


"iya" jawab Joana


"coba katakan pada sebelah mana kami?" tanya Samuel


"kiri kak Sam, kanan kak Theo" kata Joana


"wooh" ucap keduanya kaget


Samuel dan Motheo saling lirik lagi lalu mereka makin mendekatkan wajah mereka kewajah Joana, karna penasaran, Joana sebenarnya tidur atau tidak


tapi karna Joana mencium dari aroma keduanya makanua ia tau mereka semakin dekat, saat Joana merasa ada yang aneh pun ia langsung membuka matanya lebar lebar membuat kedua nya kaget dan teriak bersamaan


"astaga aduh" ucap Motheo dan Samuel bersamaan


diluar kamar yang mendengarkan langsung yakin jika mereka berdua melakukannya lagi dan kali ini benar trees*me seperti yang di pikirkan Bams tadi


"kan aku bilang juga apa?" ucap Bams dengan berbisik


mereka lanjut mendengarkan lagi..


karna mereka kesal Joana mengageti mereka dengan tiba tiba membelalakkan mata, Motheo dan Samuel gemas dan akan mengerjai Joana dengan menahan kaki tangannya tapi yang ada malah Joana langsung bangun dari tidurnya dan turun dari kasur nya dibagian belakang kasur tapi saat Joana turun, ia malah terjatuh


"aduuuh, aaaauuu" teriak Joana


"Joana, aduh kenapa lari?" tanya Motheo


"kaaak, aduh kak, tolong, beneran kakiku sakit" kata Joana


Joana terkilir dan kakinya begitu merasakan sakit, ia terus teriak kesakitan, ini teriakan terdengar memang jika Joana benar benar kesakitan, bagaimana tidak, jelas kakinya malah keseleo


"aduh kak, sakit aduh tolong" kata Joana


"kan aku sudah bilang apa, kenapa lari?" ucap Samuel


"addduuuh" teriak Joana


saat Motheo mencoba membantu kaki Joana agar lebih baik, tapi malah kakinya makin sakit


"kaaaaaaaak astaga, sumpah, ini sakit, berhenti, kak Theo, astaga ya ampun sumpaaah sakit" ucap Joana


"aduh kamu ini, diam, aku malah bingung jadinya" kata Motheo


"sini, aku yang bantu, minggir kamu dari kaki nya" kata Samuel


Samuel ganti membantu Joana, dengan mengurut kaki nya, yaa sedikit lebih baik, karna Samuel lebih tenang dibanding kan Motheo


memang dimana mana selalu Motheo memikirkan otot dari pada otaknya, dan Samuel melakukan dengan apa yang dalam isi otaknya, Samuel membantu kaki lebih baik


"gimana? enakan kan?" tanya Samuel


"ahh astaga tidak sesakit tadi" kata Joana


"tuh, pakai otot kamu itu" kata Samuel pada Motheo


"bodo amat dah" jawab Motheo


"enak ini kak, lega kan, nyaman, tapi masih sakit ini sih" kata Joana


"ya karna tadi kelakuan dari Theo, main kenceng aja"


"ya gak ngerti kan aku" jawab Motheo


"ya gue gak ngerti juga, tapi halus kan" jawab Samuel