My Name JOANA

My Name JOANA
301



"bukan begitu pak Sam, kami hanya menawarkan saja, untuk kepastian kan, kalau DNA dilakukan jadi tau siapa bapaknya" jelas Yonna


"sudah lah, pakai DNA saja, biar tau, jangan sibuk sama keras kepala kamu soal ini anakmu, bagaimana ini benar anak Theo? kan bukan tidak mungkin yang jadi lagi anak Theo" kata Joana


"yaudah okeh, terserah kamu saja karna aku tau ini bukan anak Theo, aku yakin" kata Samuel


hari hari berlalu, dijalani Joana dengan masa kehamilan yang hitungan hari sudah akan lahir, detik detik kelahiran anak kedua Joana, Joana masuk rumah sakit, pastinya Samuel menemani, dan untuk bisa menemani kelahiran Joana, Motheo juga membawa anak nya dan sitter anaknya untuk menunggu proses kelahiran Joana


"kenapa memaksakan datang?" tanya Samuel


"aku akan memeriksakan DNA" jawab Motheo


"kenapa memaksa? tidak percaya itu anakku?"


"sudah tolong ya, aku capek, ingin tenang" jawab Joana


"kamu semangat ya lahirannya" kata Motheo mencium kening Joana


"yaa... makasih ya" kata Joana


Samuel memberikan semangat kepada Joana untuk menghadapi kelahirannya, bagaimana pun Motheo tetap mencintai Joana sebagai satu satunya orang yang ia hargai di dunia


"kalau ada dua temanku, suruh dia masuk masuk ya" kata Joana kepada Samuel dan Motheo


"siapa mereka?" tanya Samuel


"Key dan Cello"


"yaa"


Joana masuk bersama perawat dan memberikan ruang inap sebelum masuk kelahirannya,


ketika sudah mulai dirasakan akan lahiran dalam hitungan jam, Joana merasa lega karna melihat kedatangan Marcello dan Akeyla yang masuk menyapa Joana


"Joana? gimana? sudah siap mau lahiran?" tanya Akeyla


"iya, makasih ya ya Key, Cello, kalian datang" kata Joana


"ahh baru kita ketemu dan kumpul lagi Joana, kamu sudah hamil keduanya" kata Marcello


"sementara kalian belum punya pacar ya hehe" jawab Joana menggodai keduanya


"aku sudah yaa, Fabian" kata Akeyla


"eh iya, Key dapat dari kamu pacar, aku dong, kenalin dong, sama siapa gitu"


"gampang deh itu, nanti aku cari lagi ya buat kamu"


"kamu jangan tambahin beban pikiran, Joana mau lahiran" jawab Akeyla


"hehe iya maafkan aku ya"


"iyaa gakpapa kok Cello" jawab Joana


Joana makin tenang menghadapi akan lahiran karna dua sahabatnya datang, detik demi detik berlangsung, hingga tiba dihari kelahiran Joana sudah beberapa menit lagi


diwaktu yang sama, ditempat berbeda, Egar yang drop lagi dan masuk rumah sakit, ia bangun tengah malam, dengan kondisi dirinya di infus dan beberapa hari tidak sadarkan diri


"gimana Ayu? sama Egar?" tanya Amir


"belum ada tanda sadar paman, doakan terbaik paman" kata Rahayu


"iya sudah, kami titip kan dia ya, kabari kami saja lewat hape Egar kalau perlu apa apa" kata Melanie


"ya bibi, pasti langsung aku kabari kalian juga kabari bibi Lia dan paman Enggar" jawab Rahayu


setelah Melanie menjenguk, tak lama juga Egar akhirnya bangun yang ia temui adalah Rahayu, lagi lagi dia gadis yang ada untuk Egar saat saat Egar sakit


"kak Egar?" sapa Rahayu


"Ayu? kemana yang lain?"


"lalu mereka juga pergi?"


"pergi juga ada urusan, makanya percayakan sama aku karna ada aku kan"


"ahh"


"apa mau aku kabari mereka?" tanya Rahayu


"sudah jangan, biarkan saja, besok pasti datang juga, jam segini sudah pada istirahat nanti ganggu"


tapi Egar merasa lega karna dirumah sakit itu ternyata tak hanya ada Rahayu, tapi ada Fero dan Alisia juga ada Elva dan Feris, meskipun keempatnya tidur


"mereka juga sejak kapan disini?" tanya Egar


"barengan aku kok kak, tapi mereka dari tadi jaga, sekarang gantian, aku baru kerjakan tugas kampus yang cepet harus di kerjakan jadi belum bisa tidur"


"ahh"


"mau makan?" tanya Rahayu


"tidak, sudah tengah malam"


"tapi dari kemarin kakak tidur, gak bangun, gak sadar"


"iya aku gak mood makan"


"yaudah aku gak paksakan"


ketika diam disana, Egar diam diatas kasur rawatnya, ia tiba tiba menyentuh dadanya karna sakit, dan menyentuh perutnya, karna kuatir jadi Rahayu berdiri dan mendekati arah Egar


lagi dan lagi saking tidak kuatnya ia menahan sakit, Egar memeluk Rahayu dengan sangat keras, Rahayu menahan lagi rasa sakitnya, ia meringis kesakitan ketika Egar begitu kuat memeluknya tapi ia bertahan untuk pria dicintainya, bahkan mungkin saja ia rela mati


tepat diwaktu ini juga lah Joana melahirkan anak keduanya dengan jenis kelamin sama yaitu laki laki, dan setelah lahir selesai, semua merasakan tenang, Joana juga istirahat, Yonna membawa bayi nya untuk langsung melakukan tes DNA


"kenapa sih maksa banget, test DNA ini jelas anakku" kata Samuel


"sudah lihat dulu, kalau bukan anakmu bagaimana?" tanya Motheo


"kenapa kamu bilang gitu?"


"ya coba saja diikuti dulu test DNA"


Yonna mengambil sample dari keduanya yang akan dicocokkan dengan bayi itu, tapi karna hasil menunggu beberapa hari jadi mereka meninggalkan ruangan itu saja tanpa menunggu, biar nanti Yonna akan mengantarkan hasilnya


setelah dua hari berikutnya baru test hasilnya keluar tapi lagi lagi membuat Yonna bingung karna hasilnya sama dari DNA anak pertama yang dilahirkan oleh Joana tidak memberikan hasil dimana dia adalah darah daging dari Samuel atau Motheo sama sekali


karna masalah ini cukup membuatnya aneh, Yonna mengajak keduanya mengobrol


mereka pun mengobrol bertiga diruangan kerja Yonna, Yonna mulai menjelaskan soal hasil DNA kedua anak yang dilahirkan Joana jika tidak ada sama sekali mirip dengan mereka


"kamu bilang apa dokter? jadi maksud mu ini bayi bukan anakku?" tanya Samuel


"iya saya mengatakan itu karna hasil lab nya mengatakan itu juga" jelas Yonna


"lalu anak Theo?" tanya Samuel


"anak ini juga bukan anak aku atau anak kamu, dan DNA bayi ku ini sama dengan DNA bayi yang kamu akui anakmu" kata Motheo


disini ketiga nya sama sama berpikir lalu DNA anak itu kepada siapa? mereka bingung karna bukan anak dari keduanya tapi akhirnya keduanya sadar jika Joana kan bukan hanya menikah dengan mereka


masih ada Egar, dan ketika memerhatikan hasil DNA kedua bayi itu, mereka semakin yakin jika anak itu hasil dari Joana dengan suami nya yang dari indonesia


"Egar" ucap Motheo dan Samuel bersamaan


"siapa?" tanya Yonna


keduanya menjelaskan siapa Egar kepada Yonna, mereka curiga jika itu adalah anak Egar, mereka bertiga akhirnya yakin jika kedua anak itu adalah hasil anak dari buah cinta Joana dengan Egar