
kamarnya saja sempit, jadi Joana pergi kamar mandi nya
lepas mandi, Joana keluar dengan memakai handuk saja dan membuat kedua pria itu lagi langsung membelalak, mereka pertama kalinya melihat tubuh Joana dengan jelas
suara bel rumah nya berbunyi dan membuat Joana harus mengangkatnya, karna ia takut jika ada perlu dari Jorshy, karna telfon itu terhubunganya hanya dengan Jorshy
akhirnya ia harus melewati kedua pria itu dengan memakai handuknya itu, dan mengangkat telfonnya ternyata dari Westly yang membahas soal dokumen terakhir data keluarnya Wilson
"halo, iya Westly" sapa Joana
"Joana, apa sudah selesai dokumen terakhir Wilson?"
"sudah, hari ini aku tidak ke Jorshy, bagaimana besok pagi bertemu?"
"okeh siap deh, kamu juga sudah semua tuntas kerjaan ya"
"iya"
selama telfon, Joana tidak sadar jika Motheo dan Samuel sudah ada disisi kanan kirinya, mencium aroma tubuh Joana yang wangi karna baru mandi dengan sedikit basah pada tubuhnya
saat Joana membalikkan badan kearah kanan, ia kaget karna ada Motheo dan ia mundur tapi dibelakangnya ada Samuel, ia juga kaget...
"kalian selalu saja mengganggu" kata Joana
saat akan pergi, Motheo menahan tangan Joana dan Samuel mendorong Joana ke arah sisi tembok
"apa kamu pernah melakukannya?" tanya Samuel
"apa maksudmu?"
"kamu pergi bermain diatas ranjang?" tanya Samuel
"apa urusanmu? itu privasi ku"
"aku rasa tidak mungkin kalau tidak pernah, apa kamu tidak ingin melakukannya lagi sekali lagi?" tanya Motheo
"apa sih kalian, kalian berpikir apa soal aku?"
Samuel akan menyentuh bagian sensitif Joana tapi langsung Joana menampisnya, Motheo berusaha menyentuh lengan Joana juga, langsung menampisnya juga
"jangan kurang ajar" kata Joana
"tidak ada yang boleh menolakku" kata Motheo
"kak, jangan sembarangan" kata Joana
"kenapa kamu susah sekali? aku hanya ingin memberikan keindahan dunia dan isinya" kata Samuel
"kak, diam"
tak disengaja malah Wilson dan Walton datang kerumah Joana, karna mereka memang pernah bilang akan main kerumah dinas Joana
dan mereka melihat jelas didepan mata keduanya yang terjadi dengan Joana bersama 2 pria terkejam di amerika itu
"Joana?" ucap keduanya
"pak Walton, Wilson?" sapa Joana kaget
Joana pun pergi masuk kamarnya dan memakai baju untuk menemui kedua nya tapi saat menyapa disana, mereka berdua sedikit gugup karna diawasi oleh Motheo dan Samuel
"pak, hei, Wilson? ada apa, kenapa diam?" tanya Joana
saat Joana sadar ternyata Samuel dan Motheo memerhatikan keduanya membuat keduanya ketakutan
"ehh, masuk kamar, jangan disini, aku ada urusan" bisik Joana kepada keduanya
"aku tunggu dikamar" ucap Motheo dengan keras
"jangan main main dibelakang kami ya" kata Samuel
"kaaak" ucap Joana
mereka pun masuk kamar Joana dan tinggallah Joana dengan Wilson dan Walton
"ehh Joana, apa kamu bisa jelaskan?" tanya Walton
Joana menjelaskan mereka hanya teman, tapi tentu, keduanya tidak percaya
keduanya memberikan masukan dan saran untuk Joana berhati hati dengan mereka karna mereka adalah toxic membahayakan nyawa
mereka takut Joana terjadi apa apa dengan mereka, tapi mereka paham jika sudah masuk kehidupan mereka, tidak akan ada yang bisa mengganggunya
keduanya curiga, jika Motheo dan Samuel menyukai Joana, dan ada hubungan terlarang antara Samuel, Motheo dengan Joana
disini keduanya berpikir bahwa cover memang bukan gambaran diri sebenarnya, bagaimana air yang terlihat tenang bisa saja menghanyutkan
begitu yang mereka lihat pada Joana sekarang, Joana polos, baik, perhatian, pengertian, berjiwa besar, hatinya begitu putih, tapi ketika mereka melihat dengan mata kepala mereka masing masing dengan jelas, Joana tidak seperti kelihatannya
"tapi aku rasa ini sudah masuk hal pribadi ku, jadi aku harap kalian tidak ikut campur dengan urusan ini" kata Joana
"aku harap kamu baik baik saja dalam segala situasi" kata Walton
"makasih pak"
"Joana, kamu tidak lupa untuk mengajakku jalan? kapan?" tanya Wilson
"hari ini? bagaimana malam?"
"boleh, aku pulang saja, tadinya aku mau disini tapi tidak enak, aku tunggu dirumah, kamu masih ingat rumahku?"
"masih Wilson"
"aku tunggu"
mereka berpamitan disana...
mereka keluar sama dengan dengan yang dilakukan Jorse dan Shilly, saling menatap satu sama lain, tapi bedanya, Jorse dan Shilly tau disituasi ini yang salah bukan Joana tapi kali ini mereka malah berpikir Joana yang tidak seperti mereka duga saka
"aku rasa, tidak semua sampul menggambarkan isi didalamnya" kata Walton
"tapi lepas semua itu, Joana gadis yang berjasa dalam kehidupanku" kata Wilson
"yaaa, aku tau itu, tapi berurusan dengan mereka berdua sudah bukan menjadi hal positif dalam situasi ini"
"yaa aku paham maksud pembicaraanmu" jawab Wilson
karna bagaimana pun Joana menjelaskan, mereka tetap berpikir jika Joana ada main dengan keduanya apalagi Joana tidak menjelaskan, tentu pikiran mereka negatif
Joana pun masuk dan melakukan kegiatan nya disana..
sorenya.. Joana pergi, Motheo dan Samuel juga tidak mengikuti Joana, tapi perlu diingat, sejak keduanya sudah bertemu lagi dengan Joana, dan tidak bisa mengawasi Joana dalam setiap gerakannya
mereka berdua memberikan 1 anak buahnya khusus menjadi mata mata kegiatan Joana, siapa dia? yaitu Delvin dari pihak Motheo dan Ravansa dari pihak Samuel
Motheo dan Samuel meminta mereka untuk jadi mata mata karna mereka tau keduanya masih memiliki hubungan cukup dekat dimasa mereka sekolah dulu, karna keduanya sama sama sekolah (kampus) di fakultas sama dan kelas selalu sama, jadi diminta oleh keduanya agar bisa bekerja sama
mulai dari pagi kegiatan, siang, sore, hingga malam, dan ke pagi lagi, tapi jangan salah, bayaran mereka dapat cukup mahal tapi begitulah, tidak ada yang boleh meleset sedikit saja
keduanya pun diminta oleh Motheo dan Samuel untuk mengikuti perginya Joana hari itu, dimana Joana menemui Wilson
tapi memang keduanya baik Ravansa atau Delvin sama sama tidak tau jika pria bersama Joana itu adalah Wilson, adik kandung dari Walton, dimana Walton adalah suami dari Cali, kakak kandung Bastian, tapi tinggal dengan Fabian
Wilson sendiri sudah diperingatkan oleh Walton..
"kamu yakin?" tanya Walton
"aku hanya menagih janji Joana kak, tapi hari ini aku akan memberikan apapun yang Joana mau ambil dan beli, sebagai tanda aku berterimakasih ia sudah banyak menemani aku" kata Wilson
"bukan soal itu, ingat kan Joana itu siapa sekarang"
"aku tau, tapi niatku baik, apa salah?"
"tidak"
saat sampai dirumah Wilson, Wilson sudah siap didepan rumahnya, lalu menyapa Joana dan mereka jalan
Joana sudah meniatkan untuk membelikan semua disana untuk Wilson