My Name JOANA

My Name JOANA
65



"gadis didekati Sam? gak bos, gak ada sama sekali tau" jawab Bastian


"kalau tentang Joana? kalian tau?" tanyanya


"Joana? bukannya itu nama gadis yang kita sangka Sherla kemarin kan?" tanya Max


"oh gadis itu, yang tadi jalan kan sama bos" ucap Delvin


"nah, iya dia, kalian tau soal dia juga kenal Samuel?" tanya Motheo


"wooh, Joana kenal sama Sam?" tanya Max


"saya tanya kalian, malah kalian yang tanya lagi"


"kami tidak tau bos" jawab Max


"ya udah saya bilang sekarang sama kalian, tadi waktu kalian (Delvin dan Bastian) lihat saya sama dia, kami ke rumahnya, sampai sana, ada orang mungkin keluarganya, menanyakan soal Samuel kemarin datang malam dan keluar dari pagar rumah Joana" jelas Motheo


"ahh lalu bos?"


"ya saya pergi ini dah, makanya saya datang kesini" jawab Motheo


"emm kalau itu kita benar tidak tau apapun bos" jawab Bastian


"nah, kita tau nama nya saja baru ini kalau Joana" jawab Delvin


"gini bos, jangan ini, pikirin itu dulu jangan dulu bos, saya mau kasih satu rahasia tentang Joana yang saya tau" kata Max


"kamu tau? tau gimana? kenapa lebih tau dari saya?"


"tunggu, dengerin dulu lah bos" jawab Max


"okeh"


"kemarin waktu kita culik dia, aku sama Bastian dan Delvin kan, waktu itu memang aku yang menyetir, tapi aku ingat dan lihat dari kaca cermin mobil itu, kalau Joana tenang" jawab Max


"tenang gimana?" tanya Motheo


"ahh iya ingat aku sekarang, tenang banget sih, diam malah bos, kan harusnya nih kalay diculik, dia ditutup nih matanya, gelap dong, teriak lah, minta tolong lah" jawab Bastian


"beneran? gak ada perlawanan?" tanya Motheo


"no, sama sekali tidak ada, ya kan Max" ucap Bastian


"bener bos, aku yakin bos, dia beneran tenang bos, entahlah, kaya gak takut saja, apalagi tau kan pas tau ternyata diculik, santai bos" ucap Delvin


"jadi curiga, jangan jangan dia mata mata dari Samuel" kata Bastian


"tidak, kalau itu saya tidak setuju, karna saya pernah ketemu sama Joana, beberapa hari lalu, di toko buku, bersama temannya, saya rasa tidak mungkin" jawab Max


"kamu ketemu? ditoko buku? sama teman apa?" tanya Motheo


"cewek bos, teman dia, tapi entah, saya yakin mereka benar pelajar" jawab Max


"emm, banyak juga kan yang menyamar pelajar, apalagi kalau hubungannya sama Sam" jawab Bastian


sementara Joana, yang tadi lepas Ameera pergi, Joana kembali ke tempat tadi Motheo menunggu, ia mencari cari tapi tidak ada


"kamu cari siapa sih?" tanya Lestari


"ini buk, saya tadi kesini sama teman saya, tadi disini dia tunggu, tapi kemana" jawab Joana


"mungkin pergi sudah"


"iya"


mereka pun jalan masuk lalu duduk di meja makan, sembari Lestari menyiapkan makan untuj Joana


"teman apa itu?" tanya Lestari


"kenal saja sih" jawab Joana


"pria?"


"iya pria"


"kemarin?"


"bukan, beda"


"emm, eh gimana kamu sama nak Elyas? masih kah pacaran?" tanya Lestari


"masih buk, oh ya, dia usah selesai sih kelulusan, kemarin malam kabari aku, aku belum sempat kabari balik, biar nanti malam saja deh aku kabari" kata Joana


"emm, kalian masih berpacaran?"


"masih lah bu, dia janji mau nyusul ke amerika dan bekerja disini sampai aku selesai kuliah"


"emm"


malam nya setelah makan dan akan istirahat, Joana masuk kamarnya sendiri dan menelfon Elyas


semalaman ia bertelfonan, dan saling menceritakan banyak hal disana


"sayang, aku jadi pergi kesana loh" kata Elyas


"iya kak, kakak datang saja, nanti aku yang jemput ya ke bandara"


"beneran ya? iya udah deh, aku sudah siap siap soalnya, ini sudah packing"


"oh kapan berangkat?"


"tiketnya lusa"


"oh lusa, iya sudah, hati hati kak dijalannya, oh ya janga lupa bukti kelulusannya loh"


"haha siap bu bos"


"dasar"


mereka menyelesaikan telfonnya karna hampir pagi


setelah menutup telfonnya, Elva menyapa kakak nya itu


"bang.." sapa Elva


"ya" jawab Elyas


"beneran sebesar itu ya cinta kamu?" tanya Elva


"masih aja tanya, apa kurang semua jelaskan?" tanya Elyas


"iyaaa gak juga, aku baru ini lihat kamu seserius ini bang, good job bang, gue harap lo bahagia kalau lo bahagia"


"tumbenan lu"


"bang, gimana gak sedih, lu mau pergi, gue sendirian kan"


mendengar itu baru lah Elyas baru sadar jika adiknya benar tidak memiliki siapapun jika ia pergi menyusul Joana


"hei, jangan manja, gue tau lo bisa, fokus kuliah lo, gue gak mau lo ngikuti jejak gue" jawab Elyas


"oya iya bang"


"dan satu lagi, katakan sama orang orang dikampus yang berani membully lo, kalau lo adik gue dan ingat jangan lemah, Elyas itu singa nya kampus"


"iya bang"


"kalau lo lemah, ditindas gak lawan, sampek ada yang membuat lo menderita, lo bukan adik gue kalau lo gak bisa ngelawan"


"baaaang, iya bang" teriak Elva


"janji gak sedih kan?"


"iya bang"


"bagus. pinter"


Elyas pun pergi, mengurus beberapa hal yang ia perlu urus untuk ia pergi menyusul Joana, sementara Elva selama kakak nya tidak di jakarta, ia memutuskan mengontrak bersama teman kampusbya didekat kampus


karna rumah nya dengan kampus cukup jauh jadi sepakat Elyas memberikan kepada Elva untuk di kontrakan juga rumahnya itu nanti


hari berlalu, dimana Elva telah mempersiapkan semua urusan kepindahannya, ia sudah mulai kuliah beberapa hari ini juga mulai ikut pelajaran awal awal


saat masuk kelas, Elva berjalan kearah ruang kelasnya tapi ia malah melihat Feris dari arah lain ikut masuk keruangannya


seketika itu Elva berlari lali menarik lengan baju Feris dan mendorongnya untuk keluar dari kelasnya


"hei, keluar keluar, apa sih masuk masuk kelas orang" ucap Elva


Feris kaget juga bingung, karna ia harus mengajar dikelas itu


yap, Feris lulusan barengan dengan abang dari Elva yaitu Elyas, bedanya karna Feris anak dari Dipo dan juga lulusan pendidikan jadi mulai magang mengajar


yaa walaupun sebenarnya Feris sudah mengajar sebelumnya dikelas kelas lainnya tapi meskipun terbilang baru, Feris cukup di kenal oleh murid dikampus itu sebagai dosen muda


Feris bingung ia dilarang masuk, harusnya ia yang melarang masuk, tapi yang ada malah dilarang, akhirnya Elva masuk dan semua temannya dalam kelas itu memberikan kode kepada Elva


Elva yang tak sama sekali paham apapun kode mereka ya jadi bingung


"kalian ini apaaaa woi" teriak Elva


"aduh ampun, Elvaaaa itu dosen kita mengajar hari ini" jawab Sahid, ketua kelas dikelas Elva itu