
malam itu, setelah membahas banyak hal, mereka tidur, saat sekitar satu jam tidur, Joana yang enak enak tidur malah terjatuh
saat melihat keatas ranjang tidurnya, ia baru sadar jika tidur nya Egar terlalu mempet ditempat bagian yang harusnya miliknya
"astaga anak ini, pantas aku terguling, tidur sampai ke pucuk begini loh" gerutu Joana
yaa, Egar memang tidurnya terlalu mepet, bahkan sering berganti ganti posisi, tapi sejak menikah dan tidur dengan Joana, setiap Joana memberikan senggang untuk tidurnya antara dia dengan Egar agar sedikit lega, tapi Egar malah tetap menempelkan badannya kebadan Joana
alhasil itulah membuat Joana ada pada posisi paling ujung dari ranjang tidurnya dan terjungkal, akhirnya Joana bangun, dan balik tidur di belakang Egar, karna masih banyak space di belakang Egar
tapi yang ada Egar terbangun sedikit dan melihat Joana dibelakangnya, ia membalikkan badannya dan kembali memeluk Joana dengan erat
"Poooooy, aku terjatuh terus ini ih, kamu kenapa terus menggeser" ucap Joana
"ahh, kenapa kamu terjatuh Moy?" tanya Egar setengah sadar
"kamu selalu mepet tidur, apa harus begini"
"iya, makanya jangan jauh jauh"
"aku gak jauh, aku kasih longgar saja, mepet sekali kamu tidur ih"
"sini" ucap Egar menarik tangan Joana untuk tidur lagi
mereka kembali tidur tapi Joana malah terjatuh lagi akhirnya Joana tidak lagi memberikan longgar jarak antara dirinya dan Egar agar tidak terjatuh lagi dengan membiarkan gaya tidur Egar seperti itu
disini Egar yang biasa tidur dengan memeluk guling, tidak perlu lagi dengan guling karna ada Joana, tapi Joana tetap tidur memeluk guling
jadi hadapan mereka saat mereka tidur adalah Egar kearah Joana dan memeluk nya dari belakang
Joana membelakangi Egar dan dipeluk Egar dari belakang tapi Joana sendiri memeluk guling
btw. guling dipakai Joana besar ya, Joana memang khusus membeli guling berukuran lebih besar dan lebih panjang dari ukuran guling biasanya
hari berlalu...
berjalannya waktu, Joana dan Egar mulai memanggil tukang bangunan langganan Egar untuk membuatkan kamar mandi dalam
setelah jadi, pekerjaan tukang memberikan kamar mandi untuk setiap kamar dirumah itu, yaa tetap ada kamar mandi luar, untuk tamu saja
sementara Joana membersihkan seluruh isi kamarnya, ia menata barang barang nya dan suaminya, baju baju nya dan suaminya, semua dia atur sendiri
saat mengurusi dan merapikan baju baju memasukkannya kedalam lemari, Egar tiba tiba datang memeluk Joana dari belakang
"astaga, Poy, kaget aku, kenapa suka sekali kamu mengagetiku?" tanya Joana
"Moy, ayo bikin anak"
"kamu bilang gak keburu"
"iya gak keburu tapi pengen main"
"em, tunggu, aku selesaikan dulu, dikit ini, ya"
"iyaa"
"lepasin kan bilang"
"enggak, peluk gini ajah"
"astaga yaudah"
setelah istrinya selesai baru Egar langsung mengangkat istrinya dan mendorongnya ke kasur
setelah bermain...
mereka duduk berdua dan menyender dibelakang senderan kasur itu sambil menatap 1 benda yang sama sama mereka tatap yaitu foto pernikahan keduanya yang ada pada undangan pernikahan, mereka cetak cukup besar dan diletakkan tepat didepan kasur mereka disana
"Moy, kenapa kamu mau menikah sama aku?" tanya Egar
"emm, karna kamu melamarku"
"emm maksudnya?"
"ya karna kamu orang pertama melamarku, kata orang kan gak boleh menolak lamaran pertama"
"oh terpaksa? gak cinta?"
"jujur saja, awal kamu bilang itu, aku tidak ada perasaan lebih dari teman kepada teman dekat nya"
"terus pertanyaannya belum dijawab, kenapa mau?"
"aku kan sudah jelasin disana, aku percaya sama orang orang yang mendukungku, jadi aku percaya menerima kamu"
"karna udah kenal kamu"
"ohh, ya sama dong sama Malia sama Paeng"
"iya pasti kalau mereka, karna kita kan udah kenal mereka sejak lama, cuma Malia sama Paeng saja yang gak kenal sama Malan dan Pamir"
"iya juga sih, tapi akur kok jadinya mereka kenal"
"iya sama sama kesehatan, jadi ya cocok saja mereka mengobrol"
diam beberapa menit, tapi keduanya sama sama teler, yalah habis main, ya lanjut saja tidur..
kehidupan berjalan terus, seiring berjalannya waktu, kesibukan mereka dengan pekerjaannya, tak terasa rumah sudah finishing semua, dekorasi juga sudah lengkap dan semua nya selesai sesuai apa yang diinginkan keduanya
meninggalkan pasangan baru ini yok, berpindah pada keemoat orang tua mereka dimana setelah seminggu lamanya menginap dirumah anak mereka, mereka memutuskan pulang
Meliana dan Enggar balik kerumah mereka dan melanjutkan kehidupan mereka yang makin sepi karna ditinggal sang anak, dan mereka hanya berduaan, meskipun ada art dan supir sekaligus jaga depan rumah, tapi tetap mereka berdua saja dikehidupan mereka tanpa anak mereka lagi
sementara Melanie dan Amir..
baru sampai rumah, Alisia dan Sherla menyambutnya, Alisia membantu mereka membawa beberapa barang turun dari mobil dan memasukkan kekamar mereka
lalu mereka pun mengobrol sembari makan siang bersama disana
Melanie menjelaskan tentang Lestari akan tinggal bersama Joana dan Enggar tapi hanya setelah mereka pulang kerja saja
jadi Lestari datang sebelum Joana dan Egar sampai rumah sekitar jam 5 atau 6 sore itu, dan pulang sebelum Joana dan Egar pergi bekerja, sekitar jam 3 atau 4 pagi
sisa waktu lainnya, Lestari bisa tinggal dirumah Melanie dan Amir bersama Alisia dan Sherla
"ya buk, paham?" tanya Melanie
"iya paham ibuk, gampang soal itu kok"
"ya sudah"
"oh ya Lanie, kemarin kesini nak Elyas" ucap Lestari
"oh ya? ada apa buk?"
"katanya cuma main saja, teman temannya dari amerika kemarin mau kerumah Joana jadi ibu jelasin Joana kerumah baru nya langsung"
"yaaah, terus mereka?"
"pamit pulang ke amerika kan kesini, paling ya pamit"
"aah kasihan mereka, yaudah deh biarin"
beberapa hari lagi berjalan, masih disituasi rumah Melanie dan Amir, pagi sekali keduanya sudah siap dan pergi
"Aal, kamu ngapain?" sapa Melanie
"maa, ini lagi buat minuman"
"oh, eh iya, mama tinggal kerja ya, kamu hari ini kerja jam berapa?"
"bentar lagi sih ma, tapi santai masih, mama sama papa duluan saja"
"oh yaudah, gakpapa ya"
"iyaa"
saat Alisia pergi tempat kerjanya, Alisia bekerja di RSMT atau rumah sakit mitra kartini, sebagai housekepping nya
saat baru saja sampai..
"hai Aal" sapa Fero
"dokter, selamat pagi dok"
"pagi, apa kabar hari ini?"
"baik dokter, dokter?"
"sama baik"
mereka mengobrol menunggu beberapa menit sebelum keduanya sama sama ada pekerjaan masing masing
yaap, seperti yang kalian tau soal kedekatan Fero dan Alisia terjalin bahkan beberapa saat sebelum pernikahan Joana dengan Egar